Karakter – Pondasi Kepemimpinan
Kepemimpinan dibangun atas pondasi yang kokoh, yaitu karakter. Karakter berbeda dengan karisma. Karisma merupakan daya pikat yang mendorong kesediaan tuan rumah untuk membuka pintu bagi kita, tetapi karakterlah yang menentukan apakah anda dibiarkan terus bertamu atau segera ditendang keluar oleh tuan rumah.
Karisma berdampak sementara tetapi karakter menjamin kelanggengan pengaruh dan kepemimpinan anda. Memang benar dengan karisma anda cepat menjadi bintang panggung, akan tetapi karakter akan menentukan seberapa lama anda berada di atas panggung.
1. Karakter membuat anda berbeda – CHARACTER SETS YOU APART
Ada suatu waktu ketika seseorang yang tidak memiliki integritas didepak keluar dari lingkungannya. Sebaliknya juga benar, bilamana anda konsisten menunjukkan karakter anda dalam periode waktu yang panjang maka orang akan menaruh perhatian kepada anda.
Karakter membuat anda berbeda dari lainnya.
2. Karakter menumbuhkan kepercayaan – CHARACTER CREATES TRUST
Melalui karakter anda membangun kepercayaan. Setiap kali anda memilih integritas ketimbang citra diri, kebenaran ketimbang kenyamanan, kehormatan ketimbang keuntungan pribadi tingkat kepercayaan yang anda peroleh semakin tinggi.
CEO dan Chairman PepsiCo menjelaskan, “Anda tidak dapat membangun kepercayaan dengan hanya membicarakan tentangnya. Anda membangun kepercayaan dengan memberi hasil yang selalu diwujudkan melalui integritas dan sikap yang menunjukkan penghargaan tulus kepada orang yang bekerja dengan anda.
Sebagai basis atas munculnya kepercayaan dari pengikut maka karakter harus diuji melalui banyak kondisi ambiguitas dan dilematis. Kemampuan mengambil sikap dalam situasi ambigu menunjukkan keteguhan memegang suatu prinsip.
Kemampuan mengambil sikap dalam suasana dilematis menunjukkan pemahamannya tentang keadilan dan obyektifitas. Kegigihan dalam memegang prinsip dan keajegan membuktikan bahwa ucapan sama dengan tindakan. Ucapan sama dengan tindakan menghasilkan kepercayaan-dapat dipercaya. Kepercayaan adalah alasan utama pengikut bersedia dipimpin sekaligus alasan utama atasan bersedia mendelegasikan.
Dengan karakter anda membangun kepercayaan tanpa karakter anda menghancurkan kepercayaan.
3. Karakter menyampaikan konsistensi – CHARACTER COMMUNICATES CONSISTENCY
Pemain NBA, Jerry West mengatakan, “Anda tidak akan pernah mengerjakan banyak hal besar bila anda bekerja hanya ketika anda suka”. Pemimpin adalah pijakan orang-orang, landasan tempat kaki memasang kuda-kuda. Pemimpin menjadi acuan ketika terjadi pergolakan, ketidakseimbangan, ketidakstabilan dan ketidakadilan. Pemimpin adalah tempat pengikut mendapatkan stabilitas, keseimbangan dan garansi.
Konsistensi menunjukkan bahwa anda dapat dijadikan acuan karena anda menunjukkan kestabilan. Konsistensi adalah perwujudan dari kestabilan, keseimbangan, dan jaminan.
Konsistensi ibarat lampu penerang jalan yang memberi terang dan kepastian dan bukan lampu diskotik yang remang-remang dan kerlap-kerlip.
4. Karakter mengisyaratkan potensi tersembunyi – CHARACTER PROMOTES POTENTIAL
John Morely berkata, “Tak seorang pun dapat mendaki melampui batas karakternya.” Bila karakter seorang pemimpin kuat, orang percaya kepadanya dan mereka mempercayai kemampuannya untuk mengerahkan segenap kemampuannya dan segernap potensinya karena ia telah menerapkan hal tersebut atas dirinya sendiri.
Hal ini tidak hanya memberikan harapan (hope) tentang masa depan kepada pengikut, tetapi juga mendorong rasa percaya diri (confident) yang kuat atas diri mereka dan organisasi mereka.
Segitiga Kepemimpinan Abraham Lincoln
1. Karakter
Lincoln selalu ingin melakukan hal yang benar. Mottonya adalah, “Berdirilah di samping siapapun yang berada dalam pihak yang benar. Berdirilah disampingnya ketika dia benar, dan berdirilah berseberangan manakala ia salah.”
2. Komunikasi
Komunikasi sangat erat berhubungan dengan kepemimpinan. Bahkan dapat dikatakan komunikasi adalah nafas kepemimpinan karena melalui komunikasi inilah pemimpin:
1. mengungkapkan karakternya,
2. menceritakan ketulusannya,
3. menjelaskan tujuannya,
4. memaparkan rencananya,
5. menyampaikan ajakannya,
6. memotivasi semangatnya
7. menjabarkan gagasannya
3. Keberanian
Keberanian merupakan aktualisasi karakter. Keberanian adalah bentuk nyata dari karakter. Karakter adalah perwujudan dari iman, keberanian adalah perwujudan dari perbuatan. Iman tanpa perbuatan adalah mati demikian juga karakter tanpa keberanian tidaklah hidup.
Karakter dan keberanian merupakan kekuatan dalam diri pemimpin yang memungkinkannya untuk menangani kritik dan konflik sepanjang perjalanan kepemimpinannya.
Abraham Lincoln, “Dibutuhkan lebih banyak keberanian agar berani melakukan dengan benar ketimbang rasa takut untuk berbuat salah. Orang yang tahu bahwa yang ia lakukan benar tidak ada yang perlu ditakuti.”
Sikap dan tindakan Abraham Lincoln menggambarkan hal yang harus dikembangkan untuk menjadi pemimpin yang efektif dalam setiap organisasi.
Karakternya tetap kokoh teruji oleh waktu
Kemampuannya berkomunikasi dengan efektif terus memperluas pengaruhnya
Keberaniannya memberikan inspirasi bagi seluruh bangsa.
Kuis :
Berikan prioritas sesuai urutan yang anda yakini dalam membangun kepemimpinan:
Urutan prioritas
1. Membangun karisma …………………………………………
2. Membangun respek …………………………………………
3. Membangun wibawa …………………………………………
4. Membangun pengaruh …………………………………………
5. Membangun kesetiaan …………………………………………
6. Membangun kepercayaan …………………………………………
Sumber:
Terjemahan bebas dari
“This article is used by permission from Dr. John C. Maxwell’s free monthly e-newsletter ‘Leadership Wired’ available at www.INJOY.com.”
This information cannot be used for resale in any manner.
Copyright (c) 2000, The INJOY Group, Inc. TM
Semoga bermanfaat,
Titus Permadi
0888 685 8882
Download eBook: http://finance.groups.yahoo.com/group/gempita/
Filed under: kepemimpinan | Closed
Tags: kepemimpinan, leadership, management, manajemen, organisasi, organization
Cari
-
Anda sedang menjelajah arsip weblog Titus Permadi's Weblog.