Kita manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah setiap
harinya. Namun – bagaikan sebuah komputer – kemampuan
manusia bekerja terbatas hanya untuk mengatasi satu masalah
saja pada setiap saat yang ada. Sistem flow-chart
menunjukkan bahwa kita harus menerapkan skala prioritas
untuk menyelesaikan pekerjaaan satu demi satu.

Prioritas pertama merupakan anak tangga pertama yang harus
kita pijak, dan seyogyanyalah kita fokus padanya, kalau
tidak ingin tergelincir dan jatuh ke bawah. Fokus pada
anak tangga pertama bukan berarti mengabaikan anak tangga
kedua dan seterusnya. Kita “mengantisipasi” bahwa
seselesainya dengan anak tangga pertama, kita akan segera
berpijak pada anak tangga kedua, dan fokus atasnya pula.
“Antisipasi” pun berpindah kepada anak tangga ketiga,
dan dengan demikian siklus akan berjalan berulang-ulang
untuk selanjutnya, hingga kita tiba di titik tujuan.

Nah, dear all.. Kalau kita bicara mengenai sebuah tangga
yang tentunya sudah dibuat lurus, kokoh serta berjenjang
yang sama dan sebangun, tentu mudah bagi kita untuk mencapai
titik tujuan hanya dengan melaksanakan siklus “prioritas
– fokus – antisipasi” pada sang tangga. Namun,
bagaimana dengan meniti “tangga kehidupan”, mudahkah
mencapai tujuan hidup dengan analogi yang sama?

Kehidupan yang hingar bingar dan kacau balau ini, selalu
saja mengaburkan pandangan kita dari titik tujuan sebenarnya
yang ingin kita capai. Berbagai godaan, halangan, rintangan,
keterbatasan dan kadang kala rasa putus asa tidak pernah
berhenti mendemotivasi diri. Bahkan mungkin sering pula
kita bertanya pada diri sendiri di tengah samudera
kebimbangan: “Mampukah aku..?”

Dunia tidak lain dari rimba belantara kehidupan. Kita
harus menyibak semak demi semak, belukar demi belukar untuk
memberikan keleluasaan pandangan guna menentukan titik
tujuan hidup yang sebenarnya. Dari proses itulah kita
dapat mengumpulkan batang-batang kayu untuk membangun tangga
kehidupan yang lurus, kokoh serta berjenjang sama dan
sebangun, sehingga memudahkan kita mencapai titik tujuan
melalui siklus “prioritas – fokus – antisipasi”.

Selamat bekerja!

Rusman J. Hakim
Pengamat Kewirausahaan
Profec’s Entrepreneurial Leadership Center
E-mail: rusman@gacerindo.com
Portal: http://www.gacerindo.com
Blog: http://rusmanhakim.blogspot.com
Web: http://www.pempekpatrol.com
Penulis/pengasuh tetap majalah “Duit!” dan
“AdInfo”
Mobile : 0816.144.2792



No Responses Yet to “PRIORITAS, FOKUS DAN ANTISIPASI (The PFA Cycle)”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply