Saat kita menanam padi, rumput ikut tumbuh, tapi saat kita menanam rumput tidak pernah tumbuh padi. Dalam melakukan kebaikan, kadang-kadang hal-hal yang buruk turut menyertai. Tapi saat melakukan keburukan, tidak ada kebaikan bersamanya.

Ketika belum dikenali, resiko dihindari. Setelah dipahami dan dimengerti menjadi kawan bersenda gurau.

15 ke depan dan belakang

ketika dijalani dan dijalankan dengan benar, hidup ini menghasilkan yang benar. Kompasnya adalah kepemimpinan, petanya adalah pengelolaan, “self-regulator”-nya adalah “learning” sementara “checking point”-nya adalah pertanyaan… saat ini saya sedang seberapa benar?

BADAI KEHIDUPAN

Sember: Feri Sumsel (teman di One HR Indonesia)

mountain-road-1556177_1280*Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya. Setelah beberapa puluh kilometer, TIBA² awan hitam datang bersama angin kencang Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

“BAGAIMANA, Ayah? Kita berhenti?”, Si Anak bertanya.
“Teruslah.. !”, kata Ayah.

Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun. Beberapa pohon bertumbangan, BAHKAN ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan . Terlihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.

“Ayah…?”
“TERUSLAH mengemudi!” kata Ayah sambil terus melihat ke depan.

Anaknya TETAP mengemudi dgn bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan HANYA berjarak beberapa meter saja.

Si Anak mulai takut.
NAMUN… tetap mengemudi WALAUPUN sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. SETELAH bbrp kilometer lagi, SAMPAILAH mereka pd daerah yg kering & matahari bersinar.

“SILAKAN berhenti & keluarlah”, kata Ayah.
“KENAPA sekarang?”, tanya-nya .
“Agar kau BISA MELIHAT seandainya berhenti di tengah badai”.
Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.

Dia MEMBAYANGKAN orang² yang terjebak di sana. Dia BARU mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidakpastian.

JIKA kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti, & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

LAKUKAN saja Apa yang dapat kita lakukan, & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU. KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus, Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita…

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS !!

-BUTUH batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI..
– BUTUH semak berduri supaya kita WASPADA..
– BUTUH Pesimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH..
– BUTUH Petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan..

•• Hidup Butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN..
•• BUTUH Pengorbanan supaya kita tahu cara BEKERJA KERAS..
•• BUTUH airmata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI
•• BUTUH dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI..
•• BUTUH tertawa n senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR..
•• BUTUH Orang lain supaya kita tahu kita TAK SENDIRI..

Jangan selesaikan MASALAH dgn mengeluh, berkeluh kesah, dan marah”.

Selesaikan saja dengan sabar, bersyukur, dan jangan lupa TERSENYUM.

Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan~ takut..

SAAT TIDAK ADA LAGI DINDING UNTUK BERSANDAR, NAMUN MASIH ADA LANTAI UNTUK BERSUJUD.

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yang tidak~ terlihat, Namun.. Dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati.

Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk Kebutuhan Hidup.

Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk Gaya Hidup

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah. Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yang menyakitimu, sayangi mereka yang peduli padamu. Dan berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bertemanlah dengan semua dengan, tapi bergaulah dengan orang yang berintegritas dan mempunyai nilai hidup yang benar, karena pergaulan akan mempengaruhi cara kita hidup dan masa depan kita.

Semoga bermanfaat.

Masak sego…mateng no

 

animal-1566724_1920

Kemarin, saya ketemu seorang pemborong besi dan las di Ruko kakak saya yang menjual Shunda Plafon. Sambil menunggu pesanannya disiapkan, maka kami pun mengobrol untuk saling kenal dan menambah persaudaraan.

Pak Sahono demikian panggilannya, berasal dari Jawa Tengah dan sudah merantau di Jakarta sejak 38 tahun yang lalu. Ia pun menceritakan tentang pekerjaannya sebagai pemborong besi dan las, karena hanya itu kompetensi yang ia miliki. Dalam perjalanan hidupnya yang indah, ia dikarunia 5 orang anak, namun satu orang telah meninggal dunia.

Saya takjub ketika mendengar ke empat anaknya semua berpendidikan tinggi minimal S1. Ada juga yang S2 bahkan anak yang pertama sedang melanjutkan studi S3 di Malaysia sementara mempunyai sekolah untuk SD-SMP dengan 400-an siswa. Melengkapi semua itu anak perempuannya yang paling kecil bisa meraih beasiswa karena prestasinya selalu masuk 5 besar, saat ini sedang meneruskan studi S1 di Sudan.

Ingin tahu apa rahasianya membangun keluarga dan mendidik anaknya hingga berpendidikan tinggi maka saya pun bertanya ke pak Sahono apa rahasianya?

Jawabnya sangat mencengangkan saya: “Masak sego matengno” sebuah kalimat dalam bahasa Jawa atau dalam bahasa Indonesia artinya menanak nasi teruskan hingga matang.

Bila memasak nasi selesaikan sampai matang. Karena bila tidak matang tidak enak dimakan.

Wow nasehat seserhana namun merupakan prinsip ketuntasan, keikhlasan dan ketekunan dalam bekerja. Pantesan semua anaknya berhasil karena tidak pernah berhenti di tengah jalan.

WOW kata saya dalam batin. Luar biasa sekali jawaban yang sekaligus filosofi hidup dan filosofi yang benar dan esensial. Coba kita periksa lagi apa yang kita kerjakan, bukankah kegagalan yang kita alami lebih disebabkan karena kita tidak menuntaskan seluruh prosesnya? Bukankah benar ketika kita mandeg dan tidak melanjutkan mewujudkan sasaran-sasaran yang kita tetapkan adalah karena kita seperti menanak nasi tapi tidak melanjutkannya hingga matang?

Sebaliknya, coba tengok kembali keberhasilan yang telah Anda capai, bukankah itu terjadi karena Anda menjalani prinsip ini, “Masak sego matengno”.

Pernahkan Anda memakan nasi yang belum matang? “Nglethis” kata orang Jawa ketika memakan butir nasi yang belum matang. Apakah nikmat? Apakah memuaskan? Hmmm, sama sekali tidak bukan?

Di tarik ke dimensi personal, “Masak sego matengno” merupakan anjuran, petunjuk sekaligus ajaran bahwa dalam mengerjakan segala sesuatu kita perlu menyelesaikannya hingga tuntas, hingga mencapai titik mutu yang dipersyaratkan. Bilamana ini tidak dilakukan maka hasilnya akan di bawah standar, hasilnya akan mengecewakan, hasilnya tidak ada manfaatnya.

Dalam dimensi seorang pekerja, “Masak sego matengno” dapat menjadi sebuah etos kerja yang kita terapkan. Ketika kita menerima peran, tugas dan tanggungjawab maka selesaikan itu hingga tuntas, kerjakanlah itu dengan ketekunan, jalanilah itu dengan keikhlasan dan laluilah itu dengan rasa yang dinikmati dan jangan jadikan beban.

Dalam dimensi hubungan pemberi kerja dan pekerja, maka sebagai pekerja bila Anda bekerja, bekerjalah dengan mutu kerja yang final, berikan hasil kerja yang utuh, tidak setengah-setengah dan tidak terbengkalai di tengah jalan. Bila Anda selalu bekerja dengan prinsip ini “Masak sego matengno”, pastilah karir Anda akan selalu meningkat dan kehidupan Anda akan berjalan penuh berkat.

Pak Sahono, perjumpaan dengan Bapak adalah sebuah peristiwa yang berguna, karena itu menjelaskan rahasia kinerja dan prestasi dimulai dengan sebuah pemahaman sederhana namun hakiki, memasak nasi hingga matang “Masak sego matengno”.

Sebuah etos kerja, sebuah anjuran, sebuah ajaran, sebuah jawaban dan sebuah petunjuk solusi untuk menjalani kehidupan, meniti karir dan mendidik anak serta membangun keluarga.

Adalah tugas saya dalam era informasi digital ini untuk membagikan nilai-nilai keemasan yang terkandung dalam ungkapan “Masak sego matengno” yang Bapak sampaikan bagi para netizen dan follower dalam jejaring digital yang dapat saya jangkau.

“Masak sego matengno”, mantap, sederhana, jelas dan jitu.

Apakah Anda akan menerapkan prinsip ini dalam cara Anda bekerja dan menjalani kehidupan mulai hari ini? Bila Anda sudah menerapkannya dalam hidup Anda dan ingin teman-teman Anda yang lain menerapkan prinsip yang sama, bagikanlah tulisan ini untuk mereka.

“Masak sego matengno”

Salam GODISO® Digitally Present

T. PERMADI – +62 811 126 5757
GODISO® Founder
godiso.temanpionirku.com

Bhinneka Tunggal Ika – Indonesia Proven, Leadership Way

Setahun yang lalu menjelang peringatan 17 Agustus 2015, batin saya terdorong untuk menggagas tentang “Bhinneka Tunggal Ika – Indonesia Proven, Leadership Way“.

Bhinneka Tunggal Ika – INDONESIA National Proven Leadership Way…

Bhinneka Tunggal Ika – Jalan Kepemimpinan Nasional INDONESIA yang telah terbukti.

Baca lebih lanjut artikelnya di sini!

Pemimpin seperti apa yang Anda inginkan untuk memimpin Anda?

Pemimpin seperti apa yang Anda inginkan untuk memimpin Anda?

Sementara mempersiapkan sebuah artikel tentang kepemimpinan, pikiran saya menerawang kepada model segitiga kepemimpinan dari Yukl. Sebuah kepemimpinan sebagai proses sosial hadir apabila ada tiga pemeran yang hadir, yaitu pemimpin, pengikut dan situasi. Maka muncul sebuah pertanyaan, bila dipandang dari perspektif pengikut, secara umum kira-kira pemimpin macam apa yang mereka inginkan?

Leadership Challange dari Kouzes & Posner

Kouzes & Posner telah melakukan studi tentang pemimpin. Apa saja perilaku seorang pemimpin yang efektif. Mereka telah merumuskan ada 5 praktek perilaku kepemimpinan yang efektif.

  1. Model the Way – They create standards of excellence and then set an example for others to follow.
  2. Inspire a Shared Vision – They envision the future, creating an ideal and unique image of what the organization can become.
  3. Challenge the Process – They look for innovative ways to improve the organization. In doing so, they experiment and take risks.
  4. Enable Others to Act – They actively involve others.
  5. Encourage the Heart – To keep hope and determination alive, leaders recognize contributions that individuals make.

Namun adakah pendapat lain yang diungkapkan dengan bahasa dan penuturan yang berbeda dari yang telah dirumuskan oleh Kouzes & Posner?

Linkediners: Apa kata mereka?

what-kind-of-personSaya mencoba bertanya kepada para Linkediners, melalui sebuah posting saya di tanggal 11-11-2016 dan inilah beberapa jawaban dari mereka:

Herald SIAGIAN mengatakan:

  1. To serve people. SERVANT LEADER

2. To solve problem. PROBLEM SOLVER

  1. To grow institution. HIGH ACHIEVE

Catur sahabat digital saya dari HRCI menyumbangkan pemikirannya sebagai berikut:

1. pemimpin diikuti anak buah karena ya memang posisinya menjadi pemimpin
2. Pemimpin.diikuti anak buah karena sudah berjasa dan semua kerjaannya demi perusahaan
3. Pemimpin diikuti anak buahnya karena sudah berjasa demi anak buah itu sendiri
4. Pemimpin kalau sudah menjalankan dua duanya baik demi organisasi maupun demi karyawan…maka karyawan akan sangat dekat dan hormat daripada takut…atau istilahnya segan dng pemimpin…

Setelah mengetahui jawabannya apa manfaatnya?

gallup-engagement-hierarchyKepemimpinan bila dipandang sebagai serangkaian proses sosial yang dinamis akan melibatkan perilaku interaksi dan relasi antara pemimpin dan pengikutnya. Akan lebih efektif bila dalam proses ini seorang pemimpin menampilkan perilaku-perilaku yang memang dikehendaki dan diharapkan oleh pengikutnya.

Studi dari Gallup menjelaskan ini dengan sangat baik melalui kuesioner Q12-nya.  Setidaknya ada empat hal yang dicari oleh pengikut (dalam contoh ini karyawan):

  1. What do I get? – Apa yang akan saya peroleh (dengan mengikuti Anda)?
  2. What do I give? – Apa yang saya berikan sebagai sebuah kontribusi untuk Anda?
  3. Do I belong? – Apakah saya adalah bagian dari Anda?
  4. How can we grow? – Apakah saya akan bertumbuh (bersama Anda)?

Ke 12 pertanyaan dari Q12 Gallup merepresentasikan perilaku-perilaku yang dapat dijalankan oleh seorang pemimpin. Dengan merancang perilaku-perilaku yang relevan dari studi ini kiranya kepemimpinan Anda semakin efektif.

Sudahkah Anda Menjadikan Karyawan Sebagai PACAR Anda ?

Pengalaman saya bergelut di bidang pengelolaan SDM adalah habitat belajar yang sangat berharga. Sebagai  habitat belajar dalam dinamika interaksi sosio-economic yang senantiasa mengalir menjadikan jumlah pengamatan dan temuan menjadi tak terbatas. Beberapa hal yang menjadi catatan penting dalam pembelajaran pengelolaan SDM yang ingin saya bagikan hari adalah sebagai berikut:

  1. Pemimpin adalah aktor penting dalam dinamika organisasi
  2. Kompetensi kepemimpinan adalah kurikulum wajib dalam sistem pembelajaran organisasi
  3. Karyawan adalah kekuatan sekaligus kelemahan organisasi
  4. Kompetensi karyawan berbanding lurus dengan output perusahaan
  5. Mengelola karyawan sebagai PACAR akan jadi sangat mengasyikkan

Pemimpin adalah aktor penting dalam dinamika organisasi

Temuan penting tentang kepemimpinan yang menarik perhatian saya adalah hasil penelitian Gallup. Penelitian ini mengatakan bahwa 50% alasan karyawan keluar dari pekerjaannya adalah gara-gara sebel dengan pimpinan atau manajer-nya. (Fortune.COM).

“A new Gallup study released Thursday sheds new light on worker-manager relationships, finding that about 50% of the 7,200 adults surveyed left a job “to get away from their manager.”

Jadi kalau mau membuat karyawan tidak betah, kita beri saja pimpinan yang buruk, nanti anak buahnya akan pergi semua, begitu maksudnya pak? tanya, Andi anak buah saya dulu. Hush “ngawur” kamu, bukan begitu intinya. Pelajaran penting di sini adalah bahwa perusahaan berada dalam bahaya berpotensi kehilangan 50% karyawannya apabila ia tidak melatih manajernya tentang praktek kepemimpinan dan petunjuk tentang menjalankan peran kepemimpinan yang efektif. Pembelajaran tentang kepemimpinan harus menjadi kurikulum wajib bagi setiap organisasi selain menitikberatkan pada fungsi penjualan dan pemasaran mereka.

Selain itu, para HR Manajer perlu menyadari tugas pentingnya adalah menemukan bakat-bakat pemimpin di antara para karyawannya. Ia sendiri juga harus giat mematangkan kepemimpinannya agar mampu mewadahi pemimpin-pemimpin dalam organisasinya yang terus semakin pintar dan semakin maju. Sebagai seorang HR Manajer ia tidak boleh ketinggalan dalam hal kepemimpinan.

Sajian lainnya dari studi Gallup ini mengungkapkan juga bahwa uang itu penting, namun tidak dapat membeli loyalitas karyawan. Lalu Andi bertanya kepada saya, pak saya jadi bingung, lalu mengelola karyawan itu bagaimana? Begini Andi, nanti kalau kamu jadi HR Manajer, selain harus pintar cari dan latih pemimpin, kamu juga harus bisa membuat stuktur gaji yang memadai, adil dan relevan. Struktur gaji tersebut harus memenuhi konsep pay for the person, pay for the position, dan pay for performance.

Mata Andi berbinar cerah sambil nyerocos, wah pak ajari aku membuat salary grading dong. Sambil usil saya jawab si Andi… hmmm “wani piro”? Sekarang si Andi “mrengut” sambil mengumpat…”asem tenan.”

“Money is important, but it doesn’t buy employee loyalty”

Hubungan antara pimpinan dan anak buah (leader-member relationship) adalah harmoni hubungan yang harus dikelola dengan sentuhan manusiawi yang efektif. Pemimpin yang efektif mampu menyeimbangkan antara kepentingan masa depan yang stratejik dan masa sekarang atau operasional dan antara tugas/hasil dengan unsur-unsur kemanusiaan berbasis respect, trust, dan profesionalisme.

Kompetensi kepemimpinan adalah kurikulum wajib dalam organisasi

Satu hal yang pasti di dunia yang tidak pasti adalah perubahan itu sendiri. Tugas seorang pemimpin adalah membawa organisasi di tengah dinamika perubahan atau banyak dibicarakan oleh pakar manajemen VUCA (volatility, uncertainty, complexity and ambiquity) menuju suatu kondisi yang lebih baik dengan tingkat keselamatan yang tinggi dan tingkat kesejahteraan yang membaik. 

Berikut ini adalah konsep dan praktek kepemimpinan yang tepat dalam situasi sekarang ini. “H8 Leadership Matrix” dari Herald Siagian sangat menarik untuk dijadikan panduan pembelajaran kepemimpinan.

Final dari sebuah konsepsi dan praktek kepemimpinan adalah mencipta suasana kerja yang kondisif, mendorong produktifitas, meningkatkan moril karyawan dan menciptakan pemimpin-pemimpin untuk generasi selanjutnya.

Karyawan adalah kekuatan sekaligus kelemahan organisasi

Sebuah organisasi menjadi maju dan berkembang selain karena faktor kepemimpinan juga disebabkan oleh sumber daya manusia di dalamnya. Kerja cerdas dan kerja keras adalah upaya yang menghasilkan produktifitas. Kerja cermat akan menjaga kualitas, dan kerjasama tim yang baik akan menggerakkan sinergi seluruh organisasi.

Manusia adalah satu-satunya mahkluk yang mampu beradaptasi karena kecerdasannya. Demikian juga adaptasi perusahaan terhadap turbulensi VUCA akan terjawab oleh SDM di dalamnya yang cerdas, inofatif, kreatif, berkomitmen dan berkarakter.

Kompetensi karyawan berbanding lurus dengan output perusahaan

Kompetensi menjadi kata kunci dalam kancah daya saing antar perusahaan sekarang ini. Lingkungan kerja digital saat ini membutuhkan karyawan-karyawan berbasis pengetahuan. Namun, tentu saja bukan karyawan yang kecanduan sosial media dan update status saja kerjaannya. Dimaksudkan disini bahwa kompetensi karyawan selain untuk menjalankan proses bisnis yang efektif juga memampukan karyawan untuk berkreasi dan membantu perusahaan dalam menemukan serta membangun peluang-peluang bisnis yang baru, apakah itu bisnis retail, manufakturing, layanan dan informasi.

Tekanan VUCA menjadi terlalu berat bila dihadapi sendiri oleh jajaran manajemen puncak. Jajaran manajemen menengah dan operasional di bawah harus mempunyai kompetensi yang relevan agar seluruh organisasi dapat bergerak maju.

Mengelola karyawan sebagai PACAR akan jadi sangat mengasyikkan

Lanskap ekonomi saat ini mengalami kemajuan dan dinamika yang pesat dan menjadi GODISO® (Global-Digital-Social Media). Setiap organisasi akan menghadapi SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) dari perubahan ini maupun VUCA (volatility, uncertainty, complexity and ambiguity) terjadi setiap hari dalam alunan irama Comics (Change, Growth & Dynamics).

SWOT, VUCA, dan COMICS ini dialami oleh setiap organisasi bahkan menyentuh setiap pribadi karyawan dan keluarga. Di dalam menemukan peluang, kesempatan dan perluasan pasar yang bukan hanya lokal tetapi menuju ke global setidaknya ada 3 kompetensi esensial yang harus dipersiapkan.

Managing people as your primary PACAR (partner, capital, asset and future investment) telah menjadi sebuah keharusan.

couple-307924_1280Partner. Untuk membangun kelangsungan bisnis jangka panjang bersama orang-orang yang kompeten dan terus bertumbuh, perusahaan perlu mengubah orientasinya dari melihat SDM sebagai karyawan (orang yang berkarya dan dibayar atas karyanya) menjadi mitra bisnis (partner) yang bekerja bersama organisasi untuk memajukan organisasi yang dibayar bukan sekedar atas hasil karyanya tapi atas kontribusinya.

Capital. Karyawan bukan dimengerti sebagai sumber daya yang hanya dieksplorasi tenaganya. Human Capital adalah istilah yang dipopulerkan oleh Gary Becker, seorang ekonom dari University of Chicago, dan Jacob Mincer yang mengacu pada bekal pengetahuan, kebiasaan, atribut sosial dan kepribadian, termasuk kreativitas, diwujudkan dalam kemampuan untuk melakukan kerja sehingga menghasilkan nilai ekonomi. Atau, Human Capital adalah kumpulan sumber-semua pengetahuan, bakat, keterampilan, kemampuan, pengalaman, kecerdasan, pelatihan, penilaian, dan kebijaksanaan yang dimiliki secara individual dan kolektif oleh individu dalam suatu populasi. sumber daya ini merupakan keseluruhan total kapasitas orang-orang yang mewakili bentuk kekayaan yang dapat diarahkan untuk mencapai tujuan bangsa atau negara atau bagiannya.

Asset. Dalam pengertian ekonomi aset adalah harta atau kekayaan organisasi. Aset di dalam organisasi didayagunakan, ditumbuhkembangkan untuk dapat berkelanjutan menghasilkan output dan manfaat yang bernilai bagi organisasi dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya.

Future investment. Pepatah lama mengatakan bila ingin menuai dalam tiga bulan, tanamlah jagung. Bila ingin mendapatkan hasil dalam 5 tahun, tanamlah pohon, dan bila ingin memperoleh hasil jangka panjang, tumbuh kembangkanlah manusia. Lakukan hal ini di perusahaan Anda dengan memiliki pemimpin-pemimpin yang efektif, yang dapat membangun hubungan yang kondusif dengan anak buahnya, berikanlah kompensasi yang adil dan kompetitif sehingga kesejahteraan karyawan terjamin. Lalu melalui paduan keduanya pemimpin-anak buah yang terkelola baik, kelanggengan dan kemajuan organisasi Anda di tengah VUCA, SWOT dan COMICS tetap terjaga.

07-flyer-seminar-digital-transformationSalam GODISO®
Digital Transformation Partner

TiTuS Permadi – M: 0811 126 5757
godiso.temanpionirku.com

Sumber bacaan:

  1. Half of us have quit our job because of a bad boss, Fortune.COM
  2. Turning Around Employee Turnover, Gallup.com

 

Seminar GODISO Digital Transformation

logo-godiso-2

GODISO®

Globalisasi dan digitalisasi dunia telah membuka peluang dan tantangan yang sangat luas bagi setiap individu di jagat dunia ini. Pasar telah menjadi global, batas antar negara tertembus oleh digitalisasi informasi melalui jaringan internet. Komunikasi berbasis teknologi informasi menjadi penunjang seluruh perekatan dan percepatan ini.

Sosial media menjadi wadah perjumpaan dan pertalian global seantero jagat dalam berbagai bentuk relasi, kepentingan dan transaksi. Selain menjadi jejaring perjumpaan antar manusia, maka sosial media telah mempertemukan antara permintaan dan penawaran baik yang berbentuk jasa maupun barang.

Pasar Global Tersaji Dalam Genggaman

Menilik segala kemajuan yang terjadi secara masif ini maka kehadiran SWOT (strength, weaknes, opportunity and threat) dan VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity) menjadi kenyataan sehari-hari yang dihadapi oleh semua orang. Kesempatan untuk maju dan sebaliknya ancaman untuk tertinggal di belakang hadir secara bersamaan. Kekuatan dan kemahiran tanpa sebuah pembelajaran diri secara aktif dan progresif akan menjadi kelemahan karena ketertinggalan.

Sangatlah benar demikian dan Anda adalah bagian darinya. Aksi, antisipasi dan responsi Anda terhadapnya akan menentukan bagaimana Anda akan memenangkan dan mendapat manfaat dari semua ini atau tetap di tempat dan tertinggal di belakang sementara yang lainnya melesat pesat. Berbekal gadget dengan akses internet, peluang ini ada dalam genggaman Anda. Dalam seketika Anda dapat menjangkau seluruh dunia.

Tiga Kompetensi Praktis Dalam Era Digital

Sayangnya, tak banyak orang yang sadar bahwa mereka perlu membekali diri dengan tiga kompetensi digital yang relevan. Pertama adalah kemampuan mengelola talenta dari karyawan atau anak buahya. “Managing people” masih tetap menjadi esensi utama kemajuan bisnis dimana pun juga. Dengan pemanfaatan teknologi digital yang berbasis web berbasis awan Anda akan mampu mengelola modal manusia Anda (human capital).

Menjadi “global-digital-social competent” adalah prasyarat mutlak untuk eksis dalam platform ekonomi digital sekarang hingga ke depan. Kami hadir untuk membekali Anda dengan Kompetensi GODISO® (global-digital-social) dalam bidang:

  1. HRIS (Human Resource Information System),
  2. Kepemimpinan (Leadership) dan
  3. Digital Marketing (delivering and promoting you existance in global-socio-digital era).

Seminar GODISO Digital Transformation

final-flyer-horisontal

Melalui Seminar dan Workshop ini, kami akan membekali Anda dengan 3 Kompetensi GODISO®, yaitu:

  1. Managing your people dengan memanfaatkan teknologi “OrangeHRM Human Resource Information System”
  2. Leadership development untuk para pemimpin dalam organisasi Anda dengan konsep “H8 Leadership Mix”
  3. Digital Selling untuk memampukan Anda memenangkan bisnis digital Anda.

Daftarkan diri Anda, KLIK DISINI!


 

Hire Right People, Essential Business Success: Proven in the west, proven in the east

Tim Stansfield (Founder and President IET Inc) says, “Without all of my people doing their jobs with skill, passion, and commitment this dream could never have become a reality”.

Woody Hayes (Legendary Ohio State Football Coach) says, “You win with people”.

Memilih dan menempatkan orang yang tepat / orang terbaik (right people) dikabarkan sebagai kunci keberhasilan organisasi. Berikut ini adalah beberapa pendapat yang mengemukakan hal itu:

Clinton O. Longenecker, Sonny Ariss dan Dale T. Eesly

Dalam publikasi HR Advisor (July 2008) Longenecker memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Human Resource Management In Successful Entrepreneurial Entreprises: Challenges and Lessons”. Penelitian ini mengungkap pendapat dari para entrepreneur yang diteliti tentang pendapat mereka tentang orang/sumber daya manusia (people), peranan dan tantangan yang dihadapi oleh bidang pengelolaan Sumber Daya Manusia – SDM (human resource management).

Para entrepreneur yang berhasil menyadari bahwa orang/SDM merupakan komponen kunci bagi keberhasilan organisasi dan para entrepeneur ini memberikan perhatian yang serius dalam mengembangkan fungsi pengelolaan SDM yang efektif dalam organisasi mereka.

Ada satu hal mendasar yang menjadi tantangan bagi pengelola SDM dalam perannya memberi kontribusi bagi organisasi, yaitu ia harus mampu mendapatkan orang terbaik bagi organisasinya seperti yang dikatakan oleh Greg Papp (Principal Cube Culture Corp.)

“Most entrepreneurial organizations are successful because of the efforts and sacrifies of the people working there. It is critical to get the right people on board and to successfully embed them in the culture of the organization, which is no easy task and requires time, effort, and energy.”

 

EMPAT TANTANGAN BAGI PENGELOLA SDM

Longenecker mengemukakan, bahwa ada empat tantangan yang dihadapi oleh pengelola SDM agar dapat menjalankan fungsinya dan berkontribusi efektif bagi perusahaan tempat ia bekerja sebagai berikut:

  1. Hiring Quality People (Dapatkan Orang Terbaik)

  2. Generating Immediate Performance and Productivity (Hasilkan Produktifitas dan Kinerja Segera)

  3. Maintaining Flexibility (Pengorganisasian SDM yang fleksibel)

  4. Overall HR Cost Containment (Mampu memperoleh efektifitas sdm dengan pembiayaan yang efisien)

Ringkasan lengkap tulisan dari Longenecker dapat dijumpai pada posting saya berikutnya.

 

Fan Li / Tao Zhu Gong: Listen the lesson

Fan Li yang kemudian berganti nama menjadi Tao Zhu Gong di masa tuanya adalah pebisnis ulung dan mantan stratejius militer dari kerajaan Yue pada jaman Cina Klasik (722-476 Sebelum Masehi). Tao Zhu Gong merumuskan ajaran bisnis yang tertuang dalam “12 Prinsip Bisnis Tao Zhu Gong”. 

Yang menarik adalah Tao Zhu Gong menempatkan kemampuan untuk mengenali orang, memahami karakter orang akan menjamin kesuksesan bisnis. Hal menarik berikutnya adalah Tao Zhu Gong membahas tentang orang dalam empat prinsip dari dua belas prinsip yang ia ajarkan.

Setidaknya ini dapat menjadi acuan kita bahwa masalah  menemukan orang yang tepat sangatlah penting bagi bisnis, sebaliknya kekeliruan memilih orang akan menyebabkan hancurnya bisnis bahkan hilangnya kerajaan dan nyawa sang raja.

Kemampuan mempekerjakan orang yang tepat adalah kunci keberhasilan bisnis. Sebuah presentasi berjudul “The POWER of HRM: Start Up Business Essentials” berisi penjelasan lebih rinci mengenai hal ini. Presentasi ini tersedia gratis untuk Anda unduh pada link di bawah ini.

The POWER

 

12 Prinsip Bisnis Tao Zhu Gong

  1. Prinsip bisnis ke 1: Kemampuan mengenali orang: mengetahui karakter orang akan menjamin kestabilan keuangan anda. (neng shi ren: zhi ren shan e, zhang mu fu)
  2. Prinsip bisnis ke 2: Kemampuan menangani orang, memperlakukan orang dengan rasa hormat akan membuat anda diterima dikalangan luas dan membuat bisnis berkembang. (neng jie na: li wen xiang dai, jiao guan zhe zhong)
  3. Prinsip bisnis ke 3: Kemampuan berfokus pada bisnis: mengabaikan yang lama untuk mendapatkan yang baru merupakan kutukan dalam bisnis.
  4. Prinsip bisnis ke 4: Kemampuan mengorganisasikan: bila produk ditampilkan dengan baik, ia akan menarik perhatian banyak orang. (neng zheng dun: huo wu zheng qi, duo ren xin mu)
  5. Prinsip bisnis ke 5: Kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel: keengganan dan keraguan akan menghasilkan kesia-siaan. (neng min jie: you yi bu jue, zhong gui wu cheng)
  6. Prinsip bisnis ke 6: Kemampuan menagih pembayaran: rajin dan rewel akan memberikan keuntungan bagi perusahaan (neng tao zhang: qin jin bu dai, qu tao zi duo
  7. Prinsip bisnis ke 7: Kemampuan memperkerjakan dan menempatkan sumber daya manusia: memilih orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan diandalkan. (neng yong ren: yin cai qi shi, ren shi you lai)
  8. Prinsip bisnis ke 8: Kemampuan berbicara: kepandaian berbicara bisa mendatangkan keberuntungan dan memberikan pencerahan kepada orang lain. (neng bian lun: zuo cai you dao, chan fa yu meng)
  9. Prinsip bisnis ke 9: Kemampuan unggul dalam pembelian: dalam pembelian, menawar sampai setiap ons-nya tidak akan mengurangi modal anda. (neng ban huo: zhi huo bu ke, shi ben bian jing)
  10. Prinsip bisnis ke 10: Kemampuan mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan ancaman: Praktik bisnis yang bijaksana membutuhkan kemampuan untuk menjual dan menyimpan pada waktu yang tepat. (neng zhi ji: shou zhu zui zhi, ke cheng ming zhe)
  11. Prinsip bisnis ke 11: Kemampuan memulai dan menjadi contoh: persahabatan dan kepercayaan akan muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan. (neng chang lu: gong xing yi lu: qin gan zhi sheng)
  12. Prinsip bisnis ke 12: Kemampuan melihat jauh ke depan: kapan harus mencari lebih banyak, mengencangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasi. (neng yuan shu: duo gua kuan jin, zhuo zhong er xing)

Sumber bacaan: