Kepemimpinan ala Philips

Setelah kemarin saya menulis Kepemimpinan ala Bodrex, saya jadi teringat dengan satu iklan yang ada dalam TOM (Top Of Mind) saya. Kali ini tentang Kepemimpinan ala Philips.

Terus terang Philips terang terus

Kepemimpinan adalah inspirasi

Dampak kepemimpinan yang utama adalah inspirasi. Hadirnya seorang pemimpin adalah memberikan inspirasi. Di dalamnya terkandung tentang arah (direction to go), visi (want to be), misi (what to do),  makna (meaning-the value we expressed), harapan (hope-reason for existance). Inspirasi adalah sejenis terang yang Anda berikan dalam habitat kepemimpinan di mana Anda berada.

Dengan keyakinan yang sangat kuat, Kouzes dan Posner menyuarakan tentang inspirasi sebagai salah satu dari lima perilaku utama pemimpin dalam bukunya “Leadership Challange”.

Nyala

Kepemimpinan menyalakan tombol kepemimpinan dalam diri orang-orangnya. Tanpa kepemimpinan batasnya hanyalah mengelola, dengan kepemimpinan horisonnya adalah menciptakan sejarah.

Nyali

Kepemimpinan membutuhkan keberanian. Keberanian untuk menerobos ketidakpastian di depan, keberanian untuk tetap teguh dalam dinamika turbulensi dalam berbagai dilema yang membingungkan. Keberanian untuk berdiri atas sebuah prinsip dan nilai yang dijunjung tinggi.

Nyuluh

Kepemimpinan juga merupakan proses untuk membuka wawasan pengikut Anda tentang peluang, tantangan dan panggilian kepemimpinan yang ada bagi mereka. Setiap orang pemimpin, namun dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menyuluh pengikutnya agar mahir mengakses dan mengekspolorasi potensinya dalam realisasi karya kepemimpinan dan nilai produktifitas yang tinggi bagi orang-orang di sekelilingnya.

Nyulut

Kepemimpin adalah stimuli untuk membangkitkan motivasi baik dalam diri si pemimpin itu sendiri maupun dalam diri para pengikutnya. Semangat yang tinggi sangat dibutuhkan dalam perjalanan kepemimpinan, itu seperti energi matahari yang abadi menyinari bumi.

<

p align=”justify”>Nah pemimpin, ingatlah untuk selalu terang terus, seperti lampu Philips: Terus terang, Philips terang terus.

Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21

Masa kecilku

Bila saya ditanya untuk menyebutkan merek obat sakit kepala yang saya ingat, maka saya akan menyebutkan Bodrex pada urutan pertama. Mengapa? Karena kata-kata Bodrex sudah melekat sejak saya kecil. Pada waktu itu bila saya sakit dan mengalami demam, ibu saya yang baik hati selalu memberi saya Bodrexin dengan rasa jeruk yang manis. Lalu setelah memakannya, lebih tepatnya “mengemutnya” maka tak lama kemudian saya akan tidur lelap dan bangun dalam kondisi bugar, sehat seperti sedia kala.

Kini setelah usia saya pun makin melaju, Bodrexin tidak lagi saya minum karena saya sudah jarang sakit dan Bodrexin adalah untuk anak-anak. Namun setiap kali menonton TV, Bodrex selalu mencuri perhatian saya pada sesi komersial di televisi.

Bodrex: Beda sakit kepala, beda pula obatnya.

Bodrex bagi orang dewasa hadir dalam solusi untuk situasi sakit kepala yang berbeda.

Bodrex Tablet untuk  pereda sakit kepala yang menyerang di bagian ubun-ubun atau bagian depan kepala.

Bodrex Extra untuk meredakan sakit kepala yang mencengkram dan tegang-kaku dibelakang kepala.

Bodrex Migra untuk meringankan sakit kepala sebelah atau migren

 

Kepemimpinan adalah solusi sakit kepala bagi organisasi.

Pemimpin hadir dalam organisasi untuk menyehatkan organisasi yang sakit dan bila ia berada dalam organisasi yang sehat maka ia mempersiapkan organisasi untuk menjadi juara di bidangnya. Sebagaimana sakit kepala berbeda-beda, demikian pula sakitnya organisasi berbeda-beda. Sebagaimana Bodrex hadir dalam tiga varian yang berbeda untuk jenis sakit kepala yang berbeda, pemimpin harus juga punya tiga obat untuk organisasinya yang sakit dalam jenis yang berbeda.

 

Jenis sakit organisasi

Layaknya seperti manusia, organisasi juga bisa terserang berbagai penyakit. Beberapa penyakit organisasi di antaranya:

Sakit internal

Organisasi yang mengalami sakit internal biasanya dalam organisasinya tidak ada visi, misi, sistem, operating procedure yang jelas dan pemimpin dan atmosfir kepemimpinan yang tepat, SDM yang salah pilih dan salah penempatan. Pengaturan cashflow yang payah, mutu produk yang merosot, motivasi SDM yang melempem.

Sakit eksternal

Organisasi yang mengalami sakit eksternal biasanya mengalami tekanan situasi pasar, perubahan teknologi, turbulensi ekonomi, gencarnya kompetisi, menipisnya margin, mandegnya kreativitas dan buntunya inovasi, serta ketidaksiapan kaderisasi pemimpin untuk menghadapi tantangan organisasi berikutnya.

Sakit hati

Tidak usah repot-repot untuk mengekspresikan sakit hati para karyawan atau anak buah Anda dalam sebuah unjuk rasa, bila Anda sebagai pemimpin mendengar mereka merintihkan lagu “Sakitnya tuh di sini” dari Cita-citata, maka sudahlah pasti mereka sedang sakit hati kepada Anda.

Dear pemimpin, Anda hadir bagi orang-orang Anda. Yang sakit pikirannya (kompetensinya kurang, perlu Anda tingkatkan), yang sakit hatinya (motivasinya melempem, perlu Anda bakar semangatnya), yang sakit kantongnya (kesejahteraannya memprihatinkan, perlu Anda berkati dengan murah hati). Dalam tulisan saya berjudul “Pemimpin mengelola nasib orang” sangat jelas arti penting diri Anda sebagai pemimpin bagi anak buah Anda dan bagi para pemangku kepentingan yang terkait dengan organisasi Anda.

Kombinasi obat untuk sakit “kompetensi” diantaranya adalah ramuan dari training, development dan project/assignment. Untuk ramuan herbalnya, tambahkan Competency Based Management“.
Kombinasi obat untuk sakit “kemauan atau movitasi” diantaranya adalah ramuan coaching, counseling, dan career path. Tambahkan pula jamu obat kuat “Talent Management”
Kombinasi obat untuk sakit “kantongnya” diantaranya adalah insentif dan remunerasi, dan KPI. Untuk vitaminnya, berikan Performance Management System.

Pemimpin, belajarlah dari obat sakit kepala Bodrex, ini prinsip penting yang dianjurkannya….beda sakit kepala beda pula obatnya. Beda situasinya, beda penanganannya.

Bila saat ini Anda sedang pusing kepala mengatur organisasi Anda, maka saya sarankan Anda membeli Bodrex terlebih dahulu. Minumlah Bodrex untuk meredakan sakit kepala Anda, kemudian lakukan diagnosa atas sakit kepala organisasi Anda. Setelah itu pilih obatnya dan terapkan.

Sebagaimana ada peringatan dalam setiap kemasannya “Bila sakit berlanjut, segera hubungi dokter” maka bila organisasi Anda masih belum beres juga segera hubungi saya di 0878 5577 8882, saya akan bagikan obat sakit kepala untuk organisasi Anda, gratis pada jam 18:00-19:00 selama seminggu ini saja.

 

Salam kepemimpinan

 

TiTuS Go

 

Sumber gambar dan rujukan:

http://www.albabalpachino.com/2013/07/BodrexJuaranyaCepat-Ini-Alasan-Saya-Pilih-Bodrex-Cepatnya-Teruji.html

Kepemimpinan semudah A i U e O I

Awalnya, mempelajari itu membingungkan, tapi sekarang tidak lagi. Memahami praktek kepemimpinan adalah semudah belajar A, I, U, E, O, I. Titus Permadi

 

A: Awakened

Awal mula kepemimpinan terjadi manakala seseorang sadar dan bangun (awakened) dari tidur panjangnya sebagai orang biasa. Dalam perjumpaan dengan beberapa kolega yang melaju karir kepemimpinannya menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mendorong mereka menjadi pemimpin adalah keadaan yang mengharuskan mereka mengambil peran kepemimpinan. Situasi itulah yang membangkitkan kesadarannya untuk membangunkan potensi kepemimpinan di dalam dirinya.

Bayangkanlah kembali ketika saat Anda tidur, meskipun Anda mempunyai kapasitas dan kemampuan, namun aktualisasinya tidak muncul manakala Anda sedang tidur. Dalam tidur, realita yang Anda temui adalah mimpi, dan pada saat itu Anda tidak memberi dampak bagi orang lain, mereka hanya mendengar Anda mendengkur. Pada saat Anda bangun, maka kapasitas dan kemampuan Anda dapat diaktifasi, karena Anda bangun, maka kehadiran kepemimpinan Anda berguna bagi orang di sekeliling Anda.

Dalam bukunya yang berjudul “Awekening The Leader Within”, Kevin Cashman menjelaskan tentang pertumbuhan dan penemuan makna dalam hidup kita dengan menyelaraskan tujuan pribadi , tujuan profesional dan aspirasi.

Sharif Khan, menyarankan 10 langkah untuk membangunkan kepemimpinan dalam diri Anda. (Anda dapat mengunduh artikel lengkapnya dengan mengklik Sharif Khan)

  1. Kerendahan hati. Kepemimpinan dimulai dengan kerendahan hati. Untuk menjadi pemimpin yang sangat sukses, Anda harus terlebih dahulu merendahkan diri seperti anak kecil dan bersedia untuk melayani orang lain.
  2. SWOT Diri. SWOT adalah singkatan dari Kekuatan, Kelemahan, Peluang,
    dan Ancaman. Meskipun ini adalah alat manajemen strategis yang diajarkan di sekolah bisnis Stanford dan Harvard dan banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan multinasional besar, alat ini dapat dengan efektif digunakan dalam pengembangan profesional Anda sendiri sebagai seorang pemimpin. Ini adalah kunci yang berguna untuk membuka akses untuk memahami diri Anda lebih baik, mengingatkan diri dan menghargai diri secara sehat.

Dalam buku Resonant Leadership, Richard Boyatzis mengatakan untuk menjadi seorang Pemimpin besar bangun/terjaga (Awake), sadar (Aware), dan selaras (Attuned) dengan dirinya sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar mereka. Mereka berkomitmen untuk keyakinan mereka, berdiri kuat dalam nilai-nilai mereka, dan hidup sepenuhnya, dalam kehidupan yang penuh semangat.

 

I: Influencing

Kepemimpinan adalah pengaruh, sebuah proses dan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain selain hipnosis.  Di dalam model kepemimpinan US Army yang tertuang dalam konsep Menjadi (BE), Memahami (KNOW), Melaksanakan (DO) maka influencing dapat tercipta melalui tiga perilaku kepemimpinan ini, yaitu: Komunikasi (Communication), Motivasi (Motivating) dan Pengambilan keputusan (Decision Making).

Komunikasi berarti memastikan bahwa pimpinan, anak buah dan kolega disampingnya mendapat pasokan informasi yang benar, akurat, dan terkini sehingga masing-masing dapat menjalankan tugas serta perannya dengan tepat.

Motivasi mencakup upaya pengarahan anak buah agar timbul kemauan yang kuat untuk menyelesaikan tugas tugasnya dengan sempurna.

Pengambilan keputusan yang tegas, berani dan tepat sangat dibutuhkan ketika dinamika situasi berlangsung dan mengalami deviasi dari rencana awal. Pengambilan keputusan yang tepat berusaha menjalankan misi dengan target bahwa tujuan yang telah ditetapkan tetap dapat terwujud meski peristiwa di lapangan berbeda dari skenario yang diduga di awal perencanaan.

 

U: Understanding

Memahami kepemimpinan adalah dasar kepemimpinan yang efektif. Seorang pemimpin pertama-tama perlu memahami dirinya, memahami orang lain, memahami proses kepemimpinan dan memahami pemimpin-pemimpin besar yang telah berhasil sebelumnya. Tanpa pemahaman kepemimpinan yang terus bertumbuh, seorang pemimpin akan kehilangan efektifitasnya.

Sebagai pemimpin, kalau Anda sudah paham, Anda akan tahu arahnya mau kemana. Bila sudah tahu mau kemana, maka Anda mengerti langkah-langkahnya yang harus dilakukan apa. Bila sudah mengerti langkah yang mau dilakukan maka Anda otomatis telah selesai berhitung investasi, biaya, resiko dan return nya akan sebesar apa. Selesai dengan itu, Anda tahu kriteria orang macam apa yang harus ada di sekeliling Anda untuk menemani kesuksesan perjalanan kepemimpinan Anda.

 

E: Expression

Expressing yourself. Sesungguhnya kepemimpinan adalah tentang menjadi diri sendiri seutuhnya. Kepemimpinan adalah ekspresi diri seutuhnya. Bacalah ulang tentang teori motivasi dari Maslow yang telah direvisi. Akan Anda temukan bahwa di atas upaya pemenuhan defisiensi ada aktualisasi diri. Di atas aktualisasi diri dilanjutkan dengan transendensi diri, dan melampaui transendensi diri Anda tiba pada diri sendiri yang sejati atau otentik. 

 

O: Operating

Kepemimpinan dijalankan melalui operasionalisasi yang efektif. Ini mencakup perancanaan, pelaksanaan, evaluasi dan perbaikan, PDCA – Plan Do Check Action.

 

I: Improving

Kepemimpinan adalah soal pertumbuhan, ini berarti dalam kepemimpinan harus selalu terjadi proses pengembangan (Developing), pembangunan (Building), dan pembelajaran (Learning). Pemimpin mengembangkan dirinya dan setelah itu ia mengembangkan orang-orangnya. Setelah bersama-sama orangnya telah siap beraksi, pemimpin membenahi dan membangun satuannya, departemennya, organisasinya.

Sebagaimana saran dari Stephen R Covey dalam 7 Habits of Highly Effective People, maka mengasah kemampuan diri setelah menggunakannya adalah kebiasaan penting yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin. Sharpen the saw atau terus belajar adalah disiplin mutlak bagi seorang pemimpin.

Nah, benar bukan, kepemimpinan itu semudah A i U e O I

 

Salam kepemimpinan

 

<

p align=”justify”>TiTuS Permadi