The Rexona Way : Freshing Smell Leadership Today

Soal bau badan, siapa yang tak kenal solusinya? Rexona si antiperspirant yang setia setiap saat. Membantu Anda mengatasi masalah bau badan Anda.

Lalu, apa hubungannya kepemimpinan dengan bau badan dan Rexona?

Ho ho ho, ini dia ceritanya.

WOW Leadership 3.0 Model

Beberapa minggu yang lalu, baru saja saya merogoh kocek yang cukup besar untuk sebuah buku kepemimpinan, judulnya “WOW Leadership: Kepemimpinan yang menggerakkan pikiran, perasaan serta spirit kemanusiaan” buah karya dari Hermawan Kartajaya dan Ardhi Ridwansyah dari Markplus Institute.

Dalam model kepemimpinan yang diusungnya, Hermawan mengetengahkan model kepemimpinan yang terdiri dari enam aspek. Keenam aspek ini harus menjadi perhatian dan persiapan bagi para pemimpin dalam era lanskap persaingan 3.O, dimana pemimpin perlu menyentuh pengikutnya dalam empat dimensi yaitu, spiritual quotient, emotional quotient, intellectual quotient dan physical quotient-nya yang terjabar dalam enam aspek: physicality, intellectuality, sociability, emotionality, personability, moral ability.

Wow Leadership Model
Cuplikan Materi Seminar WoW Marketing – Hermawan Kartajaya

Aspek physicality adalah aspek fisik yang berkaitan dengan hal-hal fisik yang akan mempengaruhi persepsi orang lain tentang kemampuan leadership kita. Meskipun ada di bagian “permukaan”, aspek ini tidak boleh diabaikan. Kandungan dalam aspek ini mencakup visual aspects, audio aspects, smell aspects. Aspek audio berkaitan dengan penampilan fisik pemimpin yang terlihat oleh audiens seperti cara berpakain, postur badan-gerak gerik-bahasa tubuh, kebugaran, kebersihan badan. Aspek audio berkaitan dengan cara berbicara, intonasi suara, cara berbicara.

Nah yang tidak boleh dilupakan adalah aspek bau badan dan psikologi ketiak alias smell aspects. Namun jangan takut karena ada Rexona si antiperspirant yang setia setiap saat menemani Anda.

 

Kesetiaan dalam kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses sosial antara pemimpin dan pengikut. Didalamnya terkandung interaksi, relasi, dan komunikasi yang melibatkan aspek kognitif, emosi, bahkan spiritual. Dalam hubungan ini maka mutu hubungan kepemimpinan antara pemimpin dan pengikut akan tergantung pada mutu interaksi, relasi dan komunikasi sang pemimpin. Dalam bukunya Speed of Trust, Stephen MR Covey mengemukakan Lima Gelombang Kepercayaan (Self Trust, Relationship Trust, Organizational Trust, Market Trust, Societal Trust).

Dalam membangun Self Trust, seorang pemimpin membenahi NIKAH-nya. Niat, Integritas, Kapabilitas dan Hasil. Dalam membangun Relationship Trust, seorang pemimpin membenahi 5 Perilaku berbasis Karakter dan 5 Perilaku berbasis Kompetensi dan 3 Perilaku berbasis gabungan karakter dan kompetensi. Kesetiaan adalah unsur penting dalam membangun hubungan berbasis kepercayaan antara pemimpin dan pengikut.

Dalam wacana kepemimpinan berorientasi kearifan lokal, kesetiaan adalah unsur yang penting dan merupakan prasyarat kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Jangan lupa untuk selalu setia…belajarlah dengan Jikustik

Deras hujan yang turun
Mengingatkanku pada dirimu
Aku masih disini untuk setia

Selang waktu berganti
Aku tak tahu engkau dimana
Tapi aku mencoba untuk setia

Sesaat malam datang
Menjemput kesendirianku
Dan bila pagi datang
Kutahu kau tak disampingku
Aku masih disini untuk setia

 

 

Nah, pembaca silahkan meningkatkan efektifitas kepemimpinan Anda merujuk pada konsep  “The Rexona Way” dan bangunkan jiwa “Setia Setiap Saat”…perhatikan Physicality Aspect Anda mulai sekarang.

Selamat membaca

Iklan

One thought on “The Rexona Way : Freshing Smell Leadership Today

  1. Leadership atau kepemimpinan yang baik adalah yang dapat membawa kemaslahatan bagi orang banyak umumnya, atau kelompok dimana dia berada pada khususnya. Berpikir kolektif dan bisa menyatukan berbagai macam pikiran.
    Cukup banyak contoh pemimpin yang berhasil atas usaha (baca: perjuangan) nya. Namun jarang disadari, bahwa dibalik keberhasilan dia, ada team work yang menyokong dia untuk berhasil.
    Sebuah kisah nyata yang unik baru saja terjadi beberapa minggu lalu. Seorang Pembalap F1, secara personal dia sangat baik dalam membalap di pekan itu hingga dia selalu finish terdepan di semua latihan. Saat final race pun dia sangat baik bahkan memimpin jauh di depan. Namun team leader dia memanggilnya untuk pistop, karena analisa dia dan team mereka, si pembalap saat masuk lintasan lagi, dia pasti masih di depan. Namun….. apa hasilnya???, ya… dia kalah. (mungkin ada yang tahu kisah nyata ini).

    Satu lagi tagline dari Rexona Pak, Bebas Krisis PeDe… hehehehe….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s