L-Men Six Pack Leadership Secret

Trust Me, It Works

Semakin hafal saya dengan L-Men gara-gara tagline iklannya “Trust me, it works”

L-Men adalah satu iklan di Indonesia yang masuk dalam “top of mind” saya. Meski tidak hafal detil fitur produknya, namun L-Men terasosiasi dalam persepsi saya sebagai susu khusus cowok untuk membantu membentuk tubuh yang atletis…nyaris sempurna dengan “body shape” yang berbentuk “six pack”. Wow…

Dalam sebuah pengakuan yang terus terang, sebagai cowok saya iri dengan bodi bintang iklan ini “Anthony Sandstrom”, namun bila merujuk berita yang satu ini saya sedikit terhibur

“80% Gay Menyukai Pria Sixpack, 80% Wanita Justru Suka Pria Buncit” sumber Six Pack Magazine.

Bagi saya ada secercah harapan, karena saya masuk dalam kategori kalimat kedua dengan lima kata terakhir….”80% Wanita Justru Suka Pria Buncit”…..itu yang penting….itu yang esensial. Karena kalimat itu, kepercayaan diri saya pulih kembali Senyum

Ayo kita simak kutipan beritanya:

…Namun sebuah riset di Amerika mengungkapkan bahwa 80% wanita memilih pasangan hidupnya, yaitu pria dengan perut buncit daripada memilih pria sixpack. Riset tersebut dilakukan dalam rangka survei sebuah Film yang dibintangi dua aktor berbeda postur tubuh, Zack Efron dengan perut sixpack dan Seth Rogens dengan perut buncit.

Alasan wanita memilih pria buncit adalah dalam hal kenyamanan dan percaya diri. Wanita cenderung hawatir jika pasangannya sempurna dengan perut yang sixpack akan lebih disukai oleh wanita lain, dan kehawatiran tentang perselingkuhan yang sangat tinggi. Walaupun dalam fantasi-nya mereka juga memimpikan pasangan yang sixpack. Ehm…ehm…

Trust in leadership is essential

Kembali pada pokok pembahasan kita, ada hubungannya antara leadership dengan L-Men. Dimana hubungannya? Sebagian besar peran pemimpin adalah menginspirasi orang, mempengaruhi persepsi orang dan pada ujungnya menggugah orang bertindak dalam sebuah dorongan yang sukarela.

Percaya atau kepercayaan itulah kata kuncinya…”Trust me, it works”…itulah gaung dalam kalbu seorang pemimpin. Percayalah kepadaku…karena aku akan membawamu pada keadaan yang lebih baik…

Percaya adalah esensi dalam kepemimpinan

Rahasia Six Pack yang pertama – Trust me, it works

Sebagaimana susu L-Men mengajak para bunciter (orang-orang berperut buncit) untuk mengkonsumsi L-Men agar perutnya menjadi sixpack yang mempesona pasangan mata yang memandangnya. “Trust me, it works”…itulah ajakannya. Pemimpin hadir untuk membawa perubahan yang positif bagi organisasinya, bagi orang-orang dalam organisasi tersebut, dan bagi orang-orang di luar organisasi yang terdampak oleh kiprah dan kinerja organisasi maupun sepak terjang orang-orang dalam organisasi itu. Tugas pertama seorang pemimpin adalah memenangkan kepercayaan orang-orangnya….”Trust me, it works”.

Rahasia Six Pack yang kedua – Knowledge guide

Perut buncit atau sixpack adalah akibat dari sebuah pola hidup, pola perilaku dalam berkegiatan dan dalam pola konsumsi makanan. Pola perilaku ditentukan juga oleh pengetahuan yang diketahui tentang pola hidup sehat dan cara membentuk badan sehat ber-six pack. Menelusuri kembali tentang L-Men, brand ini bahkan menyediakan panduan online “knowledge guide” dengan aplikasi Android, yang isinya tentang tips & trik lengkap terkait mobile berisi tips & trik lengkap terkait pembentukan tubuh atletis ideal, pembentukan tubuh atletis ideal, diantaranya:

L-Men Institute berisi kumpulan artikel membahas tips & trik menarik membahas tips & trik menarik terkait pembentukan tubuh atletis terkait pembentukan tubuh atletis ideal, ideal.

Rahasia Six Pack yang ketiga – Personal Trainer

Selain asupan nutrisi dan pola perilaku dan olah raga yang terarah untuk membentuk tubuh ideal, kehadiran seorang pelatih pribadi (personal trainer) juga sangat membantu keberhasilan pencapaiannya. Seorang pemimpin belajar dari pemimpin yang telah sukses, pengalaman-pengalaman sebelumnya mempersiapkan ketangguhan menghadapi tantangan berikutnya. L-Men menghadirkan personal trainer virtual: Sixpack Tools – Virtual PT yang berisi kumpulan gambar & video gerakan Kumpulan gambar & video gerakan latihan efektif membentuk tubuh latihan efektif membentuk tubuh atletis ideal, atletis ideal.

Rahasia Six Pack yang keempat – Indikator kemajuan

Tolok ukur keberhasilan seorang pemimpin adalah hasil dan bukan yang lain. Upaya perubahan apa pun yang dilakukannya, seorang pemimpin diukur keberhasilannya dari hasil yang berhasil ia wujudkan. Bila dalam tulisan saya sebelumnya ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pemimpin: pemecahan masalah dan realisasi visi, pembentukan kader pemimpin selanjutnya dan hasil organisasi, maka L-Men menyediakan indikator untuk memantau kemajuan yaitu:

Sixpack Tools – BMI Meter untuk melakukan cek indeks massa tubuh apakah “underweight” – “ideal” – “overweight”
Sixpack Tools – MHR Meter :  Cek rentang detak jantung membakar lemak maksimal.
Sixpack Tools – Calorie Meter : Cek kandungan kalori menu makan kandungan kalori menu makan harian.

Rahasia Six Pack yang kelima – Tampilkan pesonamu

Satu kata tentang manfaat L-Men adalah tampilkan pesonamu. Dengan bodi sixpack, pancarkan pesonamu dan raihlah pasangan hidupmu. Kepemimpinan adalah sebuah proses mewujudkan mimpi bersama, mimpi pengikut bersanding dengan mimpi pemimpinnya. Pesonanya tertampil melalui dialog, komunikasi, interaksi dan….. pamer bodi. Jadi pemimpin, saatnya tampilkan pesona kepemimpinan Anda agar pengikut-pengikut Anda bersatu hati menyongsong masa depan bersama Anda. Baca juga “WOW Leadership” dari Hermawan Kartajaya, maka penampilan akan menjadi salah komponen pesona kepemimpinan yang perlu Anda bangun.

Rahasia Six Pack yang keenam – Tak ada salahnya mencoba

Sebagaimana kepemimpinan adalah soal praktek, simaklah definisi saya yang rumit tentang kepemimpinan berikut ini:

“kepemimpinan adalah variabel diri (self-variable) yang melibatkan bauran atau perpaduan aspek kognitif, afektif, behavioral dan spiritual yang kapasitas serta relevansinya dapat diatur dan dikelola oleh pemimpin itu sendiri dalam berelasi dengan anggota-anggota dalam habitat kepemimpinannya dan berinteraksi dengan dinamika dan momentum situasi yang berlangsung dalam kepemimpinannya. Oleh sebab itu kepemimpinan dapat dipandang sebagai upaya terapi sosial untuk mempengaruhi dan mengubah keadaan “kesehatan” sosial suatu komunitas dimana pemimpin hadir, berperan dan mempengaruhi”

Segera belilah L-Men dan bentuklah bodi buncit Anda menjadi six pack. Sebagaimana peringatan dalam setiap kemasan berbunyi bila sakit berlanjut hubungi dokter, maka bila perut Anda tetap buncit hubungi saya…karena perut saya juga buncit….

 

Selamat memimpin bersama “L-Men, Trust Me, It Works”

 

Selamat Memimpin Perubahan,

Intellectually Connected, Cognitively Friendship

TiTuS Permadi
GM Human Resources & Gen. Affairs
THAMRIN GROUP – Palembang
M: 0878 5577 8882 PinBB: 7CB8B896

thamrin group

Sumber informasi lainnya:

  1. Situs L-Men – http://www.l-men.com/
  2. Sixpackmagazine.com – http://www.sixpackmagazine.net/2015/07/80-gay-menyukai-pria-sixpack-80-wanita.html
  3. L-Men Android – https://play.google.com/store/apps/details?id=com.lmen.appguide

Artikel sebelumnya:

  1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21
  2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus
  3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today
  4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader
  5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar
  6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan
  7. Kepemimpinan ala Pegadaian
  8. Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo
  9. Memimpin Seperti Teh Botol Sosro, Mengelola Seperti Indomie
  10. Kepemimpinan ala Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak
  11. Kepemimpinan bergoyang ala “All About The Bass” Meghan Trainor

Sanggahan (disclaimer):

  1. Sumber-sumber kajian diperoleh dari internet, diakses pada tanggal 15 Juli 2015. Hak cipta dan merek pada masing-masing pemilik hak dan merek. Hak cipta dan merek dilindungi undang-undang. Kutipan pada tulisan ini digunakan untuk keperluan pengetahuan dan bukan untuk tujuan komersial. Sumber rujukan diberikan sebagai respek kepada pemegang hak dan merek masing-masing dan kepatuhan terhadap hukum yang mengatur dan melindungi hak cipta.

Trust Me It Works

Kepemimpinan bergoyang ala “All About The Bass” Meghan Trainor

Yang “ori” atau yang “kw”, semua enak buat bergoyang

“All About The Bass” yang dilantunkan oleh Meghan Trainor mempunyai hentakan yang enak untuk bergoyang. Sambil menggut-manggut, kepala saya mengikuti iramanya, sementara jemari tangan pun ikut bergoyang mengetikkan makna.

All About The Bass

Pusing Pala Berbie

Tak mau kalah, maka grup vokal Putri Bahar bersaudara yang terdiri dari Juwita Bahar, Jelita Bahar, Bellayu Bahar, dan Tiara Bahar ikut menyemarakkan gendang telinga dan memikat otot-otot mata. Dengan percaya diri Putri Bahar bersaudara melantunkan goyangan ndangdut dalam lagunya “Pusing Pala Berbie”.

Entah plagiasi atau bukan, entah mana yang benar, mana yang salah. Ga tau juga mana yang ori mana yang kw. Namun apa pun namanya, ketika yang “otentik” dan yang “mirip dengan yang otentik” menimbulkan kontroversi. Pas dengan judul lagunya “Pusing Pala Berbie” yang menurut Anu dalam acara Hitam Putihnya-Deddy Corbuzier, memiliki kesamaan 99 persen… bikin kepala jadi pusing.

Ketika dibutuhkan sebagai teman untuk telinga, yang ori atau yang kw tidak ada bedanya. “All About The Bass”-nya Meghan Trainor atau “Pusing Pala Berbie”-nya Putri Bahar sama –sama nikmat. Namun, ketika panggung etika berbicara, ketika kesantunan dan kesopanan berbudaya mengemuka barangkali di situlah persoalannya. Penghormatan hak cipta atau kenikmatan telinga? Sebuah budaya atau sekedar aksi oknum belaka? Lalu bagaimana pemimpin dalam organisasi menyikapinya? Sebuah budaya plagiasi atau budaya otentik yang hendak Anda bangun dalam organisasi Anda dan melekat dalam nurani dan perilaku orang-orang Anda?

Pemimpin Arsitek Budaya Organisasi

Sahabat kognitif saya dari Jawa Timur, Iman Bajuasijadji mengatakan bahwa pemimpin mempunyai peran yang besar dalam menentukan kultur atau budaya organisasi (culture) yang menuntun dan mewarnai perilaku kerja orang-orang di dalamnya.  Mari kita simak apa yang dikatakannya.

Rekan2, mari kita pelajari lebih dalam tentang culture, lingkungan (kerja), serta people yang ada di-dalamnya.

Berbagai teori tentang produktifitas (kinerja) yang menyampaikan bahwa kinerja sangat dipengaruhi faktor kemampuan serta lingkungan (kerja). Lingkungan dalam hal ini diperjelas dengan peran superior dalam hubungan komunikasi dengan bawahan, artinya apa ? Selain kemampuan atau kompetensi maka lingkungan positif sangat dipengaruhi oleh superior atau atasan.

Bahkan dalam teori motivasi dikatakan bahwa kinerja bukan merupakan  “gabungan” antara kompetensi dan motivasi atau lingkungan, tetapi merupakan “multiplikasi”, impact-nya jauh lebih besar.

Menyadari pentingnya “lingkungan” kerja yang kondusif sekaligus menantang, maka dalam pendekatan culture disampaikan betapa pentingnya peran atasan dalam inisiasi change di perusahaan. Mengapa atasan atau dimulai dari top leaders ?

karena representasi budaya serta system dalam perusahaan adalah top leaders.

Top leaders-lah yang mempunyai main roles dalam membentuk culture, sampai dengan system yang mendukung culture tersebut. Di dalamnya termasuk system untuk boosting productivity pekerja.

Jadi dalam logika saya, bila para pekerja mampu meningkatkan produktifitas secara mandiri tanpa pengaruh lingkungan (management), maka saya yakin peran mereka bukan di tataran pekerja lagi, minimal jadi supervisor atau manager, bahkan jadi pengusaha.

Jadi mari kita renungkan sebagai orang yang duduk dalam jajaran management, yang tidak bisa meningkatkan produktifitas itu apakah pekerja, ataukah kita sebagai management yang tidak mampu menciptakan culture productive disertai pengembangan system untuk meningkatkan produktifitas bawahan kita ?

Kepemimpinan haruskah ia otentik atau identik?

Pemimpin sebagai pembentuk budaya, seyogyanya mengawal originalitas yang otentik dan menghormati karya cipta. Menyoal kepemimpinan yang otentik, Bill George, Peter Sims, Andrew N. McLean, dan Diana Mayer menuangkan hasil penelitiannya dalam artikel “Discovering Your Authentic Leadership”.

Be Genuine, Be Original, Be Autenthic, Be Youself.

Tak seorang pun dapat menjadi otentik dengan meniru orang lain. Anda dapat belajar dari pengalaman orang lain, tetapi tidak ada jalan untuk sukses hanya dengan mencoba meniru sama dengan mereka. Orang mempercayai Anda karena Anda apa adanya, Anda asli (genuine), Anda otentik (authentic), bukan replika dari orang lain.

Seperti apa Pemimpin Otentik itu?

Menurut George, seorang pemimpin yang otentik menampilkan greget (passion) pada tujuan mereka, menerapkan nilai-nilai mereka secara konsisten, dan memimpin dengan hati mereka. Mereka membangun hubungan jangka panjang yang bermakna dan memiliki disiplin diri untuk mewujudkan hasil. Mereka tahu siapa diri mereka.

Tanda-tanda lain dari seorang pemimpin yang otentik adalah bahwa mereka tidak meniru sifat, karakter, ketrampilan atau gaya orang lain yang menyebabkan mereka sukses. Kepemimpinan mereka mengalir dalam kisah hidup mereka. Secara sadar dan bawah sadar, mereka terus menguji diri mereka dalam pengalaman-pengalaman di dunia nyata dan membingkai kisah hidup mereka untuk lebih memahami siapa diri mereka yang sejati. Dengan melakukan hal ini , mereka menemukan tujuan dalam kepemimpinan mereka dan belajar untuk tetap otentik, karena hanya dengan cara ini mereka tetap efektif.

10 Perilaku Pemimpin Otentik Sehari-hari

Robin Sharma, penulis buku “The Saint, The Surfer and The CEO” meringkas “10 Perilaku Pemimpin Otentik Sehari-hari” sebagai berikut:

  • Mereka berbicara berdasarkan apa yang benar “They speak their truth”
  • Mereka memimpin dengan hati “They lead from the heart”
  • Mereka mempunyai nilai moral yang kaya “They have rich moral fiber”
  • Mereka pemberani “They are courageous “
  • Mereka membangun tim dan komunitas “They build teams and create communities”
  • Mereka mengasah kemampuannya terus menerus “They deepen themselves”
  • Mereka mempunyai impian, mereka pemimpin “They are dreamers “
  • Mereka peduli pada dirinya sendiri “They care for themselves”
  • Mereka berkomitmen pada keunggulan daripada kesempurnaan “They commit to excellence rather than perfection”
  • Mereka meninggalkan warisan untuk generasi berikutnya, “They leave a legacy”

Dear Leader, Netizen dan Linkediners, ayo bangun organisasi Anda dengan kepemimpinan yang otentik. Nikmati alunan dan goyangan lagu “All About The Bass” dan “Pusing Pala Berbie” secara bergantian, sambil terus melaju memimpin organisasi Anda.

It’s All About The Bass Berbieeeeee……

Selamat Memimpin Perubahan,

“Intellectually Connected, Cognitively Friendship

TiTuS Permadi
GM Human Resources & Gen. Affairs
THAMRIN GROUP – Palembang
M: 0878 5577 8882 PinBB: 7CB8B896
thamrin group

 

Sumber informasi lainnya:

  1. “Authentic Leadership”, https://en.wikipedia.org/wiki/Authentic_leadership
  2. KASKUS.co.id, [PLAGIARISME??] Kontroversi “Pusing Pala Barbie”
  3. Bill George, Peter Sims, Andrew N. McLean, dan Diana Mayer, “Discovering Your Authentic Leadership”. https://hbr.org/2007/02/discovering-your-authentic-leadership

Artikel sebelumnya:

  1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21
  2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus
  3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today
  4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader
  5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar
  6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan
  7. Kepemimpinan ala Pegadaian
  8. Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo
  9. Memimpin Seperti Teh Botol Sosro, Mengelola Seperti Indomie
  10. Kepemimpinan ala Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak

Sanggahan (disclaimer):

1. Sanggahan: sumber-sumber kajian diperoleh dari internet, diakses pada tanggal 15 Juli 2015. Hak cipta dan merek pada masing-masing pemilik hak dan merek. Hak cipta dan merek dilindungi undang-undang. Kutipan pada tulisan ini digunakan untuk keperluan pengetahuan dan bukan untuk tujuan komersial. Sumber rujukan diberikan sebagai respek kepada pemegang hak dan merek masing-masing dan kepatuhan terhadap hukum yang mengatur dan melindungi hak cipta.

Memimpin Seperti Teh Botol Sosro, Mengelola Seperti Indomie

Ketika saya membagikan gagasan tentang kepemimpinan berjudul “Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo” yang saya share di Sosmed Profesi – Linkedin.Com, seorang pembaca setia artikel saya menanggapinya demikian:

“Bagaimana pendapat bapak, apakah tugas pemimpin lebih ke mencegah atau mengantisipasi masalah ?

Lalu, saya berjanji kepadanya untuk menjawabnya dengan tulisan berikutnya. Nah pembaca, konsisten dengan konsep sharing saya yaitu “enjoy in leadership learning  through top of mind advertising in your ready mind” maka saya kaitkan pula dengan Teh Botol SOSRO dan Indomie. Inilah jawaban untuk pembaca setia tulisan saya.

Anda: “Aduh cape deh pa Titus… Kenapa iklan lagi dan kenapa makanan lagi…?”

Saya: “Ho ho ho, ada pepatah berkata, tanpa logistik tidak ada solusi, maka silahkan siapkan Indomie dan Teh Botol Sosro sambil membaca kelanjutannya. Okay?”

Memimpin seperti Teh Botol Sosro

Bila ingat teh botol SOSRO, saya juga ingat kalimat ini “Apapun makanannya, minumnya teh botol SOSRO”. Entah berapa kali pikiran saya diterpa tayangan iklan ini sehingga saya selalu mengingatnya dan bila sedang makan di tempat makan, teh botol SOSRO pun ikut dipesan.

 Makanan adalah sumber energi manusia, lalu menyertainya dengan minum sebagai penutup membuat mulut terasa segar. Kenyang, mantap dan lega. Demikian juga dalam organisasi selalu hadir makanan setiap hari.

Di dalam tugasnya sebagai seorang pemimpin, maka organisasinya akan selalu menghadapi banyak persoalan untuk ia “telan”, untuk ia “makan”, untuk ia “bereskan”. Setiap masalah dalam organisasi hadir di setiap lini dan divisi. Nah itu dia, makanan bagi para pemimpin.

Departemen penjualan mengalami masalah turunnya penjualan dan gencarnya agresifitas dari kompetitor. Bagian marketing menghadapi masalah lemahnya branding produk dan citra perusahaan.  Bagian keuangan mengalami masalah cashflow, profitabilitas, likuiditas, solvabilitas dan opsi-opsi pendanaan. Bagian sumber daya manusia (SDM) berkutat dengan masalah menemukan orang yang tepat dan mengisi kompetensi karyawan yang masih dibawah standar.

Pada puncak yang tertinggi, sang CEO pusing menentukan pilihan akan dibawa ke mana perusahaan ini dan kapabilitas organisasi yang akan diperkuat agar sukses dan tetap eksis di kancah saing bisnis. Menanggapi berbagai masalah tersebut dibutuhkan suatu pemecahan masalah. Lalu, bagaimana kita bisa menemukan opsi-opsi pemecahan masalah?

Kunci pemecahannya adalah kepemimpinan. Semangat dan jiwa pemimpin yang harus bangkit dalam diri semua karyawan di setiap lini dan jenjang organisasi. Karena ada kepemimpinan yang menyala, maka rasa tanggungjawab hadir. Karena ada rasa tanggungjawab hadir, maka upaya-upaya dijalankan. Karena upaya-upaya dijalankan, maka solusi-solusi muncul.

Jim Collins yang mempublikasikan hasil penelitiannya tentang rahasia perusahaan yang berhasil, pada awalnya berusaha mati-matian menolak kepemimpinan sebagai faktor penting dalam keberhasilan perusahaan biasa menjadi perusahaan hebat (Good to Great). Dari awal Collins sudah berkali-kali berpesan kepada tim risetnya untuk tidak memperdulikan faktor pemimpin dalam mencari kunci sukses perusahaan. Ia sadar bahwa kepemimpinan memang cenderung diromantisir, yaitu kalau perusahaan sukses, itu pasti karena pemimpinnya, demikian juga kalau gagal.

Namun setiap kali menganalisa tumpukan data-data riset yang menggunung, mau tidak mau mereka menemukan bahwa kepemimpinan adalah faktor yang krusial dalam menentukan suksesnya perusahaan. Yang jauh lebih menarik adalah temuan bahwa pada semua perusahaan yang mereka teliti, yang telah mengalami terobosan transformative dalam kinerja dan mampu mempertahankan terus-menerus selama puluhan, bahkan ratusan tahun, ternyata memiliki pemimpin dengan dua karakteristik utama : Personal Humility dan Profesional Will. Kedua ciri ini menjadi paradox.

Pemimpin yang disebut Collins sebagai LeveL 5 Leaders ini adalah para pemimpin yang rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, bahkan cenderung pemalu. Mereka menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Apabila ada keberhasilan mereka selalu berusaha memberi kredit kepada orang lain atau hal lain diluar diri mereka. Apabila ada kegagalan, mereka bertanggung jawab secara pribadi dan tidak mencari kambing hitam. Ambisi mereka adalah untuk kelanggengan perusahaan, bukan penggemukan dan kepentingan diri.

Meskipun rendah hati, mereka juga dikenal sangat konsisten, tangguh, dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan. Mereka membangun prinsip yang idealis dan mentaatinya dengan militan. Pendek kata, pemalu tapi pemberani, rendah hati namun militan.

Nah kepemimpinan jenis ini perlu hadir dalam organisasi Anda, sehingga inilah resepnya

“Apa pun makannya, minumnya teh botol SOSRO. Apa pun persoalannya, kepemimpinan SOLUSI nya.”

Mengelola Seperti Indomie

Bila ditanya, apa jargon iklan dari Indomie yang paling Anda ingat? Ya benar sekali “INDOMIE Seleraku”. Kalimat ini senantiasa hadir menyapa kita ketika kita menonton televisi. Mungkin tak hanya itu, bahkan di rumah saya, selalu ada persediaan Indomie dalam rasa favorit saya, Indomie Rasa Ayam Bawang.

Barangkali dapat dikatakan nyaris semua orang suka makan Indomie. Bahkan penelusuran saya melalui Om Google memberikan hasil yang mengejutkan. Amazon.COM pun menjual Indomie. Tidak percaya? Coba klik tautan ini:

http://www.amazon.com/Indomie-Mi-Goreng-Instant-Noodle/dp/B00HXIXWKM

Masih penasaran, maka saya pun bertanya pada sahabat Linkediners dalam jaringan saya. Berikut apa yang sahabat saya ingat tentang Indomie.

wpsDE4B.tmp

Baiklah, lalu apa hubungannya Indomie dengan kepemimpinan pak Titus? Nah itu dia, karena saya hobi makan, pasti apapun tentang kepemimpinan bisa disambungkan dengan makanan.

Begini ceritanya, ketika saya sempat bekerja di New Armada Magelang (PT Mekar Armada Jaya), saya belajar sesuatu yang penting di sana. Itu adalah tentang problem solving, pemecahan masalah. Sebagai sebuah perusahaan “autobody manufacturing dan stamping tools”, New Armada mensuplai memproduksi bodi mobil.

Seperti kebanyakan pabrikan mobil lainnya, salah satu tools problem solving yang diadopsi adalah Diagram Tulang Ikan Ishikawa atau sering dikenal dengan “fish bone”. Setelah masalah ditelusuri dengan pola ini, maka menjadi jelas sumber masalahnya apakah bersumber dari MAN (manusianya: ini bisa gara-gara SDM nya kurang terlatih, bisa jadi SOP nya tidak dijalankan dengan urutan yang benar), MATERIAL (bahan bakunya: bisa jadi mutu bahan bakunya di bawah standar, pengirimannya terlambat, handling nya dari gudang ke lini produksi mengalami gangguan, pengaturan di gudangnya tidak terawat sehingga mengalami kerusakan), METHOD (prosedur kerjanya: SOP tidak standar, standarisasi tidak ada), MACHINE (mesinya: rusak, tidak dirawat, layout mesinnya tidak ringkas).

Setelah diindentifikasi maka dibuatlah PICA (Problem Identification Counter Action) untuk membuat tindakan penanggulangannya. Setelah itu dibuat Standarisasinya, dibuat Strandar Operating Procedurenya (SOP) untuk mencegah berulangnya masalah.

Kembali ke Indomie, cobalah lihat kemasan bagian sebaliknya, di situ tertulis urutan atau prosedur memasak Indomie. Bila penasaran dan ingin mencoba membuat dengan urutan terbalik silahkan dirasakan sendiri hasilnya. Misalnya, panaskan panci, tuangkan bumbu, lalu masukkan mie dan tidak usah masukkan air sebanyak tiga gelas. Pasti hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Demikian juga SOP dalam organisasi adalah teknik mengantisipasi hasil agar sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Jadi dengan belajar dari Indomie, kita bisa merancang metode atau prosedur yang standar di organisasi kita. Dengan adanya prosedur standar (SOP) yang dipatuhi maka masalah tidak datang lagi. Itulah pelajaran kepemimpinan dari Indomie Seleraku.

Pemimpin membangun organisasinya dan mengatur orang-orangnya untuk mengantisipasi masalah dan mencegah masalah. Jangan lupa dalam setiap training yang Anda selenggarakan, sajikan satu porsi Indomie dan satu Teh Botol SOSRO bagi para peserta dan ingat jangan lupa mengundang saya hadir di sana.

Selamat Memimpin Perubahan,

TiTuS Permadi

General Manager Human Resources & Gen. Affairs

THAMRIN GROUP – Palembang – M: 0878 5577 8882 PinBB: 7CB8B896 update@munksiji.com

wpsDE8B.tmp


Artikel sebelumnya:

1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21

2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus

3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today

4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader

5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar

6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan

7. Kepemimpinan ala Pegadaian, Mengatasi Masalah Tanpa Masalah

8. Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo


Sumber kajian:

1. Iklan Indomie, https://www.youtube.com/watch?v=iNOySVOk9SQ

2. Teh Botol SOSRO, http://www.sosro.com

3. Titus Permadi, “UAJY: Golden Me, Golden Memory”, dalam proses cetak, akan terbit pada tanggal 27 September 2015, dibuat dalam rangka menyemarakkan Ulang Tahun Emas Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Pesan buku melalui situs http://goldenuajy.munksiji.com/

4. Fajar Pengharapan, http://fpengharapan.blogspot.com/2011/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

5. Sanggahan: sumber-sumber kajian diperoleh dari internet, diakses pada tanggal 9 Juli 2015. Hak cipta dan merek pada masing-masing pemilik hak dan merek. Hak cipta dan merek dilindungi undang-undang. Kutipan pada tulisan ini digunakan untuk keperluan pengetahuan dan bukan untuk tujuan komersial. Sumber rujukan diberikan sebagai respek kepada pemegang hak dan merek masing-masing dan kepatuhan terhadap hukum yang mengatur dan melindungi hak cipta.

6. Thanks to Deddy Wijaya, Dody B. Himawan, Andika Putra, Wies L.C Lontoh SH, Marjorie Wairisal, Hendra Fermana, Jesaya Peranginangin, Kadek Dhamma Satya, Nilla Wahyuni, Yoga Prabowo, Ruben Arnaldo Puba, Armin Tumanggor, Nena Raharjo, faisal renaldi, ferza ferditha, PINDY FITZA WILANDHA, syarifudin sardar, Sixtus Oktavianus Nato, SE, Yayan S Putra, Tajudin Iding, D. J. Anderson Butarbutar, Saztika Wilaxmi, R. Situmorang CPA.QIA.MBA, Willvan Tjoa.

Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo

Gesang dan Bengawan Solo, Keindahan Dalam Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah ekspresi dalam berbagai sentuhan dan pijakan. Ia adalah soal posisi tapi juga relasi, ia adalah soal manusia tapi juga situasional, ia adalah ilmu tapi juga seni.

Mari kita simak bagaimana Gesang mengisahkan kekagumannya pada keindahan Sungai Bengawan Solo dalam karya seni berjudul “Bengawan Solo”.

Bengawan Solo … Riwayatmu ini

Sedari dulu jadi ..  Perhatian insani

Musim kemarau … Tak s’brapa airmu

Di musim hujan air … Meluap sampai jauh

Mata airmu dari Solo, Terkurung gunung seribu

Air meluap sampai jauh, Akhirnya ke laut

Itu perahu …. Riwayatmu dulu

Kaum pedagang selalu …. Naik itu perahu

Filosofi Air, Pancaran Kepemimpinan Yang Cair

Air telah menjadi menjadi sumber inspirasi untuk membentuk sifat dan perilaku pemimpin yang efektif. Simaklah kisah Ramayana yang menceritakan adegan dimana Sri Rama memberikan wejangan ajaran kepemimpinan Astabrata kepada Wibhisana sebagai Raja Alengka Pura menggantikan kakaknya Rahwana.

Seorang pemimpin hendaknya mengikuti sifat-sifat Dewa Indra yaitu sebagai dewa hujan. Hujan adalah sumber kemakmuran, karena tanpa hujan tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup. Seorang pemimpin hendaknya seperti hujan yaitu senantiasa mengusahakan kemakmuran bagi rakyatnya dan dalam setiap tindakannya dapat membawa kesejukan dan penuh kewibawaan.

Inilah lakunya Hyang Indra yang hendaknya kau ambil. Ia mendatangkan hujan dan menentramkan dunia. Sifat dan lakunya Hyang Indra itulah hendaknya kau ambil, (kau turuti), hendaknya kamu menghujankan hadiah yang banyak hingga merata pada segenap rakyat.

Hal senada dapat dipetik dari ajaran Lao Tzu tentang kepemimpinan yang berguru juga pada filosofi air. Pemimpin yang bijaksana adalah seperti air. Dari mengamati gerakan air, pemimpin telah belajar bahwa dalam bertindak, waktu adalah segalanya. Seperti air pemimpin itu mengalah, karena pemimpin tidak memaksa, kelompok tidak membenci atau melawan.

Kepemimpinan yang dicerahkan adalah pelayanan, bukannya mementingkan diri sendiri. Pemimpin semakin bertumbuh dan tahan lebih lama dengan mengutamakan kesejahteraan semua orang ketimbang kesejahteraan diri sendiri semata-mata.

Kecerdikan tertinggi adalah seperti air; air itu cerdik memberikan faedah kepada segala benda tanpa  berebutan dengannya, berdiam pada tempat yang tidak disukai orang, maka dengan demikian mendekati “Jalan”. Cerdik memilih kediaman yang rendah , cerdik menenangkan hatinya, cerdik menjalankan perikemanusiaan, cerdik dengan kejujuran, cerdik memerintah dengan aturan, cerdik menggunakan kemampuan dalam urusannya, cerdik menunggu waktu dalam gerakkannya. Justru karena tidak berebutan, maka tidak membuat kesalahan.

Pemimpin yang bijaksana puas dengan hasil kerja yang baik lalu membiarkan yang lain tampil. Pemimpin tidak mencari nama atas apa yang terjadi dan tidak butuh ketenaran. Kepemimpinan yang tidak menyimpang meliputi:

a) Belajarlah untuk memimpin dengan cara yang memupuk (bukan mendasarkan diri pada hukum transaksi, tetapi pada hukum tabur, siangi, tuai),

b) Belajarlah untuk memimpin tanpa bersikap posesif (kewenangan memimpin dimengerti sebagai sebuah jalan mengabdi pada kepentingan rakyat untuk membayar hutang kepada kebaikan Tuhan dan alam yang sudah memberkati manusia dengan segala kemudahan),

c) Belajarlah untuk membantu tanpa mencari nama (berbuatlah demi sebuah transformasi ganti berbuat demi sebuah transaksi),

d) Belajarlah memimpin tanpa memaksa (galanglah partisipasi sebagai ganti instruksi).

Sementara itu, Patih Gajah Mada, dalam ajaran kepemimpinannya “Asta Dasa Kotamaning Prabu” diantaranya mengganggas prinsip kepemimpinan yang mengadopsi filosofi air seperti:

a) Sarjawa Upasama. Seorang pemimpin harus rendah hari, tidak boleh sombong, congkak mentang-mentang menjadi pemimpin dan tidak sok berkuasa.

b) Prasaja. Seorang pemimpin harus berpola hidup sederhana (Aparigraha), tidak berfoya-foya atau serba gemerlap.

c) Abikamika. Pemimpin harus tampil simpatik, berorientasi kebawah dan mengutamakan kepentingan rakyat banyak dari pada kepentingan pribadi atau golongan.

Sosial Media, Pancaran Kepemimpinan Mengalir Sampai Jauh

Kepemimpinan adalah soal perilaku, demikian kata Kouzes & Posner dalam bukunya “Leadership Challenge”. Karena kepemimpinan adalah perilaku, maka ia bermula dari sebuah gagasan tentang kepemimpinan. Gagasan kepemimpinan adalah sebuah pesan yang dapat diteruskan dari satu orang ke orang lainnya, dari pemimpin kepada pengikut.

Salah satu film kesukaan saya adalah “300” yang mengisahkan pertempuran Raja Leonidas bersama 300 pasukannya dari Sparta melawan pasukan Raja Xerxes yang berjumlah 170.000 orang. Kisah ini berakhir dengan tewasnya Raja Leonidas akibat pengkhianatan orangnya. Sebelum pertempuran finalnya, Leonidas mengutus salah seorang kaptenya yang bernama Dilios untuk pulang ke negaranya dengan misi untuk menceritakan kisah heroik dan patriotik Raja Leonidas beserta 300 pasukannya.

Melalui kisah yang dituturkan oleh Dilios kepada, setahun kemudian terbentuklah pasukan tempur berkekuatan 10.000 pasukan Sparta ditambah dengan 30.000 pasukan Yunani untuk menghadang invasi kedua yang dilakukan oleh Xerses, Raja Persia.

Di masa lalu komunikasi dengan metode komunikasi cerita tutur – tinular (kisah yang disebarkan dari mulut ke mulut) mampu menggelorakan semangat juang sebuah bangsa.

Maka, baru-baru ini petisi yang dilakukan oleh saudara Gilang Mahardhika, Yogyakarta di situs Change.org yang dimulai tanggal 1 Juli 2015, telah mendapat dukungan tandangan elektronik 100.000 orang dalam tiga hari dan pada hari keempat telah mencapai  103.738 orang.

Teknologi informasi telah memungkinkan penyebaran informasi dan penggalangan dukungan lebih dari 25 ribu orang per hari. Wow, luar biasa bukan? Semangat kepemimpinan, pengetahuan tentang kepemimpinan, wawasan tentang kepemimpinan, kisah sukses kepemimpinan adalah pesan-pesan kepemimpinan yang baik untuk diteruskan kepada banyak orang.

Gunanya sebagai bahan pembelajaran, sebagai inspirasi, sebagai sebuah literatur, sebagai sebuah ekspresi bagi para pemerhati dan pembelajar kepemimpinan lainnya. Media sosial dan teknologi informasi sudah nyata-nyata merupakan media komunikasi yang cepat, dahsyat, hemat dan berjangkauan luas.

Taburkanlah benih, agar pohon tumbuh.

Taburkanlah Benih Kepemimpinan, Agar Gerombolan Pemimpin Berikutnya Tumbuh. Konfusius yang hidup lima abad sebelum Masehi berkata : Jika rencana anda satu tahun, tanamlah padi, jika rencana anda sepuluh tahun, tanamlah pohon, namun jika rencana anda seratus tahun, didiklah manusia.

Kepemimpinan adalah perilaku, karena itu ia dapat dipelajari. Kepemimpinan adalah gagasan, karenanya ia dapat ditularkan. Kepemimpinan adalah sikap, karena itu dapat diteladankan. Kepemimpinan adalah karakter, karena itu ia sepantasnya dibentuk.

Tugas pemimpin adalah membereskan masalah, membangun kapabilitas organisasinya dan menumbuhkan pemimpin-pemimpin baru di sekelilingnya. Hal itu hanya terjadi ketika seorang pemimpin memutuskan untuk mengembangkan pemimpin-pemimpin baru melalui tangan kepemimpinannya, lalu menindaklanjuti keputusannya dan melangkah hari ini juga untuk mendidik setidaknya satu orang pemimpin potensial yang ada dalam jangkauannya.

Melalui artikel ini saya sudah melakukannya, bagaimana dengan Anda? Ayo bersama-sama menumbuhkan pemimpin-pemimpin baru di sekitar kita.

Wavin, dimana air mengalir sampai jauh

Dear leader, melalui jargon iklannya, Wavin menyentak kesadaran batin saya untuk mempertanyakan motif, makna, metode, model dan momentum kepemimpinan yang saya anut selama ini. Tidak ada yang salah dengan semua yang pernah saya pilih, namun sudut pandang untuk memahami kepemimpinan laksana air, nampaknya patut dipertimbangkan.

Kesederhanaan dalam mengemas pengetahuan kepemimpinan adalah salah satu bentuk yang ingin saya upayakan. Menyambungkan antara iklan-iklan yang terekam dalam top of mind menjadi salah satu jurus untuk memudahkan tersampaikannya gagasan-gagasan dan pengetahuan tentang kepemimpinan bagi para pembaca sekalian.

Sehingga, dengan waktu yang singkat dan memanfaatkan tautan (anchor) dalam memori yang sudah exist, sebuah konsep gagasan tentang kepemimpinan otomatis “nyanthol” dengan cepat dan mudah dalam benak pembaca. Karena gagasan kepemimpinan telah “ready in the mind”, maka siap untuk di-running menjadi sebuah behavior….sebuah perilaku kepemimpinan yang berdampak positif bagi orang-orang di sekeliling Anda…segera, seketika, singkat dan sampai.

Selamat Memimpin Perubahan,

TiTuS Permadi

General Manager Human Resources & Gen. Affairs

THAMRIN GROUP – Palembang

M: 0878 5577 8882 PinBB: 7CB8B896 update@munksiji.com

wps5AF0.tmp

Artikel sebelumnya:

1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21

2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus

3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today

4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader

5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar

6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan

7. Kepemimpinan ala Pegadaian

Sumber kajian:

1. Iklan Wavin, https://www.youtube.com/watch?v=xIAj66DeP18

2. Sanggahan: sumber-sumber kajian diperoleh dari internet, diakses pada tanggal 5 Juli 2015. Hak cipta dan merek pada masing-masing pemilik hak dan merek. Hak cipta dan merek dilindungi undang-undang. Kutipan pada tulisan ini digunakan untuk keperluan pengetahuan dan bukan untuk tujuan komersial. Sumber rujukan diberikan sebagai respek kepada pemegang hak dan merek masing-masing dan kepatuhan terhadap hukum yang mengatur dan melindungi hak cipta.

Kepemimpinan ala Pegadaian

Apa esensi tugas seorang pemimpin? Ini adalah pertanyaan yang menggelayuti rimba kebingungan dalam benak saya ketika saya ingin menjadi pemimpin tapi belum tahu cara-caranya. Itu adalah dua puluh lima tahun yang lalu, saat dimana saya masih bukan seorang pemimpin, saat saya belum menerima peran dan tanggungjawab seorang pemimpin.

Mengapa demikian? Karena jelaslah kita tidak bisa memimpin dengan efektif apabila kita tidak mengetahui apa tugas seorang pemimpin. Ketika kita belum tahu apa saja tugas seorang pemimpin, maka potensi kepemimpinan kita masih terpendam dalam tambang emas kepemimpinan kita. Hanya setelah tugas kepemimpinan ini dipahami, seseorang siap mengemban peran dan tugas sebagai pemimpin. Ketika sudah siap memimpin, maka kesempatan kepemimpinan itu pun datang.

Apa esensi tugas seorang pemimpin?

Pada tingkat yang paling dasar, seorang pemimpin adalah seseorang yang memimpin orang lain. Tapi apa yang membuatnya menjadi seseorang pemimpin? Apakah itu tentang menjadi seorang pemimpin yang beberapa orang pahami dan gunakan untuk keuntungan mereka? Apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi seorang pemimpin?

Dengan bantuan penerawangan teknologi bersama Om Google, maka saya temukan dari berbagai rujukan, penjelasan tentang tugas seorang pemimpin. Inilah yang perlu Anda ketahui dan lakukan. Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki visi, dorongan atau semangat (drive) dan komitmen untuk mencapai visi itu, dan keterampilan untuk mewujudkannya. Seorang pemimpin mempunyai sebuah visi. Visi ini dapat berupa masalah yang ia lihat ataupun ini dapat berupa sasaran yang perlu dicapai di masa depan. Maka seorang pemimpin adalah seorang pemecah masalah.

Mengatasi masalah tanpa masalah

Itulah jargon PT Pegadaian yang sampai saat ini masih melekat sebagai Top Of Mind dalam memory saya. Iklannya jelas dan mudah diingat, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”. Rasa penasaran saya pun semakin besar untuk menyelidiki bagaimana popularitas jargon “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” melalui Om Google dengan kata kunci “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”. Hasilnya, saya temukan situs Pegadaian (www.pegadaian.co.id) pada halaman pertama Google di urutan nomor 3. Sebaliknya, ketika kata kunci “Mengatasi Masalah Dengan Masalah” maka tidak ditemukan situs Pegadaian di halaman Google tersebut. Secara sederhana, Om Google pun mengakui bahwa Pegadaian tercatat sebagai pemecah masalah yang “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.

Bagaimana bila pencarian dilakukan di Youtube.com? Dengan kata kunci yang sama, maka iklan Pegadaian “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” justru tidak muncul pada halaman pertama. Hampir semua hasil pencarian menemukan sosok pak Jarwo Kwat di acara Indonesia Lawak Klub: Mengatasi Masalah Tanpa Solusi dan Memberikan Solusi Tanpa Adanya Masalah

Sampai di sini saya jadi pusing, seharusnya seorang pemimpin itu memilih yang mana? “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” dengan jurus Pegadaian atau Mengatasi Masalah Tanpa Solusi dan Memberikan Solusi tanpa adanya Masalah sesuai anjuran pak Jarwo Kwat, cak Lontong, Komeng dan Deny Chandra.

Aduh saya jadi pusing, nah pembaca, silahkan Anda menonton sendiri lalu mau pilih yang mana.

Mempersiapkan estafet pemimpin berikutnya

Pemimpin tidak menciptakan pengikut, ia membentuk pemimpin2 berikutnya – Tom Peters

Estafet kepemimpinan adalah salah satu panggilan nurani seorang pemimpin. Karena bergerak ke arah visi masa depan dalam jangkauan yang panjang, pemimpin yang tercerahkan sadar bahwa dampak kepemimpinannya sewajarnya mengabadi. Bergerak dalam batas waktu yang jelas di dalam hukum kehidupan yang berawal lahir dan berakhir kematian, maka seorang pemimpin yang tercerahkan sepenuhnya sadar bahwa kehadiran fisiknya tidak akan abadi.

Bertolak dari kesadaran ini, ia akan mempersiapkan pemimpin berikutnya agar estafet kepemimpinan organisasinya berkelanjutan (sustain). Ini dikenal dengan sustainable leadership, kepemimpinan yang melanggengkan dampak kepemimpinannya melalui estafet kepemimpinan yang sistematis dan efektif.

Satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah mempersiapkan pemimpin pengganti dan penerus kepemimpinannya. Secara personal, seorang pemimpin yang tercerahkan dapat melakukan one on one coaching and counseling pada kandidat pemimpin yang ingin ia kembangkan.

Secara organisasional-sistematis, ia dapat menggagas dan menjalankan program pengembangan kepemimpinan dalam organisasinya. Kedua pendekatan ini, baik personal maupun organisasional-sistematis akan menghasilkan pemimpin-pemimpin berikutnya. Untuk soal ini belajarlah dari Ram Charan dalam bukunya Leadership Pipeline”.

Saat ini dunia sedang mengalami titik puncak krisis kepemimpinan dengan bergesernya generasi. Para pemimpin puncak di berbagai perusahaan banyak didominasi oleh Generasi X akhir yang sekarang berusia sekitar 45-55 an. Sementara pimpinan dan manajer level menengah banyak dijabat oleh generasi Y yang saat ini berusia 30-35 an.

Adalah panggilan mulia bagi para Generasi X akhir mempersiapkan Generasi Y untuk siap memimpin dan mengemudikan organisasinya menghadapi turbulensi ekonomi mendatang dan tantangan globalisasi yang semakin masif menjelang.

wpsD5B.tmp

Sumber: Update status di Linkedin. 1

 

Membangun kapabilitas organisasi

Membangun organisasi bukan sekedar mengutak-atik struktur, sistem, dan teknologi. Ini menyangkut masalah kapabilitas organisasi. Sebuah paduan jitu berbasis manusia dan kepemimpinan yang kuat, yang membedakan organisasi Anda dengan organisasi lainnya di kancah saing ekonomi.

Sebuah karya Dave Ulrich melalui bukunya Leadership Code sangat menarik untuk disimak. Melalui konsepsi ini, Ulrich menyarankan bahwa seorang pemimpin perlu memperhatikan dua sumbu orientasi. Sumbu vertikal adalah orientasi terhadap waktu (time), strategis-berjangka panjang (long term-strategic) ke arah atas dan operasional-berjangka pendek (near term-operational) ke arah bawah. Sumbu horisonal adalah orientasi level, level personal ke arah kiri dan level organisasional ke arah kanan.

Hasilnya ada empat kuadran aturan yang harus dikerjakan oleh seorang pemimpin dan satu fokus personal untuk pengembangan kapasitas memimpin si pemimpin itu sendiri.

  • Aturan 1 Membentuk Masa Depan (Shape the future). Ke mana perusahaan Anda pergi? Kemana arah karir Anda? Pemimpin adalah seorang stratejius, mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan “ke mana kita akan pergi?”. Sebagai seorang futuris praktis, mereka mencari tahu yang dibutuhkan organisasi untuk berhasil dan memetakan arah kemana mereka harus pergi berdasarkan pada sumber daya yang tersedia saat ini dan pada sumber daya direncanakan tersedia di masa depan. Mereka bekerja secara efektif dengan orang lain untuk mencari tahu bagaimana untuk berangkat  dari masa sekarang (from present) menuju ke masa depan (to the future) yang diinginkan.
  • Aturan 2 Membuat Hal Terjadi (Make Things Happen): Bagaimana Anda akan memastikan bahwa Anda akan sampai ke tujuan yang Anda tuju? Jika Anda seorang pemimpin yang membuat segala sesuatunya terjadi Anda adalah seorang pelaksana. Berbeda dengan seorang stratejius yang menentukan arah dan membuat rencana, seorang pelaksana menerjemahkan strategi ke dalam tindakan. Mereka merealisasikannya. Mereka menempatkan sistem di dalam organisasi untuk membantu orang lain melakukan hal yang sama. Mereka fokus pada urusan menyelesaikan sesuatu.

 

  • Aturan 3: Menggaet Talent/Orang yang berbakat di hari-hari ini (Engage Today’s Talent): Siapa orang yang tepat untuk organisasi Anda? Pemimpin yang mengoptimalkan Karyawan yang berbakat (Talent) hari ini disebut sebagai manajer bakat (talent manager). Mereka jago dalam hal menggaet orang-orang hebat untuk bergabung dalam organisasi mereka. Mereka memahami apa keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan misi mereka, dan mereka tahu bagaimana cara untuk menarik orang berbakat yang tepat untuk organisasi mereka.
  • Aturan 4: Membangun Generasi Berikutnya (Build the Next Generation): Siapa yang tetap tinggal dan melanjutkan generasi berikutnya? Pemimpin yang fokus pada hal ini adalah pengembang sumber daya manusia. Mereka memastikan pengembangan kepemimpinan jangka panjang dan fokus pada upaya untuk memastikan pertumbuhan dan kemajuan organisasi mereka. Mereka dapat melihat siapa di antara SDM yang dimilikinya yang punya bakat dan potensi berkembang di masa depan dan memahami bagaimana cara mengembangkan mereka yang memiliki bakat dan potensi tersebut.
  • Aturan 5: Investasi Pada Diri Sendiri (Invest in Yourself): Aturan ini merupakan pusat dari Kode Kepemimpinan dan mempromosikan kemahiran pribadi. Pemimpin adalah pembelajar (learners): mereka belajar dari keberhasilan mereka dan mereka juga berlajar dari kegagalan, mereka membaca buku, mengambil kelas dan belajar dari kehidupan itu sendiri. “Para pemimpin yang efektif menginspirasi loyalitas dan niat baik orang lain karena mereka sendiri bertindak dengan integritas dan kepercayaan.” Mereka teguh dan memiliki gairah untuk membuat langkah yang tegas dan berani.

Pembaca yang budiman, semoga dalam petualangan kognitif menjelajah gagasan tentang kepemimpinan hari ini dapat membuat Anda sedikit rileks di tengah keseriusan mengemban tanggungjawab yang sedang Anda jalankan.  Bila saat ini Anda masih pusing kepala memimpin dan mengatur organisasi Anda, tidak ada salahnya Anda menganut prinsip solusi dari Pegadaian, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.  Itu saja pesan dari saya.

 

Selamat Memimpin Perubahan,

TiTuS Permadi

General Manager Human Resources & Gen. Affairs

THAMRIN GROUP – Palembang

M: 0878 5577 8882 PinBB: 7972AC03 update@munksiji.com

wpsDCA.tmp

Artikel sebelumnya:

1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21

2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus

3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today  

4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader

5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar

6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan   

 

Sumber kajian:

1. Situs Management.About.Com, “What Is A Leader?”,

2. Iklan Pegadaian, https://www.youtube.com/watch?v=tmi6irEP5Kw

3. Leaders Real Job Description 

4. Leadership Job Description 

5. Dave Ulrich, “The Leadership Code – Five Rules to Live By”

<

p align=”justify”>6. Sanggahan: sumber-sumber kajian diperoleh dari internet, diakses pada tanggal 3 Juli 2015. Hak cipta dan merek pada masing-masing pemilik hak dan merek. Hak cipta dan merek dilindungi undang-undang. Kutipan pada tulisan ini digunakan untuk keperluan pengetahuan dan bukan untuk tujuan komersial. Sumber rujukan diberikan sebagai respek kepada pemegang hak dan merek masing-masing dan kepatuhan terhadap hukum yang mengatur dan melindungi hak cipta.