Kepemimpinan ala Pegadaian

Apa esensi tugas seorang pemimpin? Ini adalah pertanyaan yang menggelayuti rimba kebingungan dalam benak saya ketika saya ingin menjadi pemimpin tapi belum tahu cara-caranya. Itu adalah dua puluh lima tahun yang lalu, saat dimana saya masih bukan seorang pemimpin, saat saya belum menerima peran dan tanggungjawab seorang pemimpin.

Mengapa demikian? Karena jelaslah kita tidak bisa memimpin dengan efektif apabila kita tidak mengetahui apa tugas seorang pemimpin. Ketika kita belum tahu apa saja tugas seorang pemimpin, maka potensi kepemimpinan kita masih terpendam dalam tambang emas kepemimpinan kita. Hanya setelah tugas kepemimpinan ini dipahami, seseorang siap mengemban peran dan tugas sebagai pemimpin. Ketika sudah siap memimpin, maka kesempatan kepemimpinan itu pun datang.

Apa esensi tugas seorang pemimpin?

Pada tingkat yang paling dasar, seorang pemimpin adalah seseorang yang memimpin orang lain. Tapi apa yang membuatnya menjadi seseorang pemimpin? Apakah itu tentang menjadi seorang pemimpin yang beberapa orang pahami dan gunakan untuk keuntungan mereka? Apa yang dapat Anda lakukan untuk menjadi seorang pemimpin?

Dengan bantuan penerawangan teknologi bersama Om Google, maka saya temukan dari berbagai rujukan, penjelasan tentang tugas seorang pemimpin. Inilah yang perlu Anda ketahui dan lakukan. Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki visi, dorongan atau semangat (drive) dan komitmen untuk mencapai visi itu, dan keterampilan untuk mewujudkannya. Seorang pemimpin mempunyai sebuah visi. Visi ini dapat berupa masalah yang ia lihat ataupun ini dapat berupa sasaran yang perlu dicapai di masa depan. Maka seorang pemimpin adalah seorang pemecah masalah.

Mengatasi masalah tanpa masalah

Itulah jargon PT Pegadaian yang sampai saat ini masih melekat sebagai Top Of Mind dalam memory saya. Iklannya jelas dan mudah diingat, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”. Rasa penasaran saya pun semakin besar untuk menyelidiki bagaimana popularitas jargon “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” melalui Om Google dengan kata kunci “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”. Hasilnya, saya temukan situs Pegadaian (www.pegadaian.co.id) pada halaman pertama Google di urutan nomor 3. Sebaliknya, ketika kata kunci “Mengatasi Masalah Dengan Masalah” maka tidak ditemukan situs Pegadaian di halaman Google tersebut. Secara sederhana, Om Google pun mengakui bahwa Pegadaian tercatat sebagai pemecah masalah yang “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.

Bagaimana bila pencarian dilakukan di Youtube.com? Dengan kata kunci yang sama, maka iklan Pegadaian “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” justru tidak muncul pada halaman pertama. Hampir semua hasil pencarian menemukan sosok pak Jarwo Kwat di acara Indonesia Lawak Klub: Mengatasi Masalah Tanpa Solusi dan Memberikan Solusi Tanpa Adanya Masalah

Sampai di sini saya jadi pusing, seharusnya seorang pemimpin itu memilih yang mana? “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” dengan jurus Pegadaian atau Mengatasi Masalah Tanpa Solusi dan Memberikan Solusi tanpa adanya Masalah sesuai anjuran pak Jarwo Kwat, cak Lontong, Komeng dan Deny Chandra.

Aduh saya jadi pusing, nah pembaca, silahkan Anda menonton sendiri lalu mau pilih yang mana.

Mempersiapkan estafet pemimpin berikutnya

Pemimpin tidak menciptakan pengikut, ia membentuk pemimpin2 berikutnya – Tom Peters

Estafet kepemimpinan adalah salah satu panggilan nurani seorang pemimpin. Karena bergerak ke arah visi masa depan dalam jangkauan yang panjang, pemimpin yang tercerahkan sadar bahwa dampak kepemimpinannya sewajarnya mengabadi. Bergerak dalam batas waktu yang jelas di dalam hukum kehidupan yang berawal lahir dan berakhir kematian, maka seorang pemimpin yang tercerahkan sepenuhnya sadar bahwa kehadiran fisiknya tidak akan abadi.

Bertolak dari kesadaran ini, ia akan mempersiapkan pemimpin berikutnya agar estafet kepemimpinan organisasinya berkelanjutan (sustain). Ini dikenal dengan sustainable leadership, kepemimpinan yang melanggengkan dampak kepemimpinannya melalui estafet kepemimpinan yang sistematis dan efektif.

Satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah mempersiapkan pemimpin pengganti dan penerus kepemimpinannya. Secara personal, seorang pemimpin yang tercerahkan dapat melakukan one on one coaching and counseling pada kandidat pemimpin yang ingin ia kembangkan.

Secara organisasional-sistematis, ia dapat menggagas dan menjalankan program pengembangan kepemimpinan dalam organisasinya. Kedua pendekatan ini, baik personal maupun organisasional-sistematis akan menghasilkan pemimpin-pemimpin berikutnya. Untuk soal ini belajarlah dari Ram Charan dalam bukunya Leadership Pipeline”.

Saat ini dunia sedang mengalami titik puncak krisis kepemimpinan dengan bergesernya generasi. Para pemimpin puncak di berbagai perusahaan banyak didominasi oleh Generasi X akhir yang sekarang berusia sekitar 45-55 an. Sementara pimpinan dan manajer level menengah banyak dijabat oleh generasi Y yang saat ini berusia 30-35 an.

Adalah panggilan mulia bagi para Generasi X akhir mempersiapkan Generasi Y untuk siap memimpin dan mengemudikan organisasinya menghadapi turbulensi ekonomi mendatang dan tantangan globalisasi yang semakin masif menjelang.

wpsD5B.tmp

Sumber: Update status di Linkedin. 1

 

Membangun kapabilitas organisasi

Membangun organisasi bukan sekedar mengutak-atik struktur, sistem, dan teknologi. Ini menyangkut masalah kapabilitas organisasi. Sebuah paduan jitu berbasis manusia dan kepemimpinan yang kuat, yang membedakan organisasi Anda dengan organisasi lainnya di kancah saing ekonomi.

Sebuah karya Dave Ulrich melalui bukunya Leadership Code sangat menarik untuk disimak. Melalui konsepsi ini, Ulrich menyarankan bahwa seorang pemimpin perlu memperhatikan dua sumbu orientasi. Sumbu vertikal adalah orientasi terhadap waktu (time), strategis-berjangka panjang (long term-strategic) ke arah atas dan operasional-berjangka pendek (near term-operational) ke arah bawah. Sumbu horisonal adalah orientasi level, level personal ke arah kiri dan level organisasional ke arah kanan.

Hasilnya ada empat kuadran aturan yang harus dikerjakan oleh seorang pemimpin dan satu fokus personal untuk pengembangan kapasitas memimpin si pemimpin itu sendiri.

  • Aturan 1 Membentuk Masa Depan (Shape the future). Ke mana perusahaan Anda pergi? Kemana arah karir Anda? Pemimpin adalah seorang stratejius, mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan “ke mana kita akan pergi?”. Sebagai seorang futuris praktis, mereka mencari tahu yang dibutuhkan organisasi untuk berhasil dan memetakan arah kemana mereka harus pergi berdasarkan pada sumber daya yang tersedia saat ini dan pada sumber daya direncanakan tersedia di masa depan. Mereka bekerja secara efektif dengan orang lain untuk mencari tahu bagaimana untuk berangkat  dari masa sekarang (from present) menuju ke masa depan (to the future) yang diinginkan.
  • Aturan 2 Membuat Hal Terjadi (Make Things Happen): Bagaimana Anda akan memastikan bahwa Anda akan sampai ke tujuan yang Anda tuju? Jika Anda seorang pemimpin yang membuat segala sesuatunya terjadi Anda adalah seorang pelaksana. Berbeda dengan seorang stratejius yang menentukan arah dan membuat rencana, seorang pelaksana menerjemahkan strategi ke dalam tindakan. Mereka merealisasikannya. Mereka menempatkan sistem di dalam organisasi untuk membantu orang lain melakukan hal yang sama. Mereka fokus pada urusan menyelesaikan sesuatu.

 

  • Aturan 3: Menggaet Talent/Orang yang berbakat di hari-hari ini (Engage Today’s Talent): Siapa orang yang tepat untuk organisasi Anda? Pemimpin yang mengoptimalkan Karyawan yang berbakat (Talent) hari ini disebut sebagai manajer bakat (talent manager). Mereka jago dalam hal menggaet orang-orang hebat untuk bergabung dalam organisasi mereka. Mereka memahami apa keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan misi mereka, dan mereka tahu bagaimana cara untuk menarik orang berbakat yang tepat untuk organisasi mereka.
  • Aturan 4: Membangun Generasi Berikutnya (Build the Next Generation): Siapa yang tetap tinggal dan melanjutkan generasi berikutnya? Pemimpin yang fokus pada hal ini adalah pengembang sumber daya manusia. Mereka memastikan pengembangan kepemimpinan jangka panjang dan fokus pada upaya untuk memastikan pertumbuhan dan kemajuan organisasi mereka. Mereka dapat melihat siapa di antara SDM yang dimilikinya yang punya bakat dan potensi berkembang di masa depan dan memahami bagaimana cara mengembangkan mereka yang memiliki bakat dan potensi tersebut.
  • Aturan 5: Investasi Pada Diri Sendiri (Invest in Yourself): Aturan ini merupakan pusat dari Kode Kepemimpinan dan mempromosikan kemahiran pribadi. Pemimpin adalah pembelajar (learners): mereka belajar dari keberhasilan mereka dan mereka juga berlajar dari kegagalan, mereka membaca buku, mengambil kelas dan belajar dari kehidupan itu sendiri. “Para pemimpin yang efektif menginspirasi loyalitas dan niat baik orang lain karena mereka sendiri bertindak dengan integritas dan kepercayaan.” Mereka teguh dan memiliki gairah untuk membuat langkah yang tegas dan berani.

Pembaca yang budiman, semoga dalam petualangan kognitif menjelajah gagasan tentang kepemimpinan hari ini dapat membuat Anda sedikit rileks di tengah keseriusan mengemban tanggungjawab yang sedang Anda jalankan.  Bila saat ini Anda masih pusing kepala memimpin dan mengatur organisasi Anda, tidak ada salahnya Anda menganut prinsip solusi dari Pegadaian, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.  Itu saja pesan dari saya.

 

Selamat Memimpin Perubahan,

TiTuS Permadi

General Manager Human Resources & Gen. Affairs

THAMRIN GROUP – Palembang

M: 0878 5577 8882 PinBB: 7972AC03 update@munksiji.com

wpsDCA.tmp

Artikel sebelumnya:

1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21

2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus

3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today  

4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader

5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar

6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan   

 

Sumber kajian:

1. Situs Management.About.Com, “What Is A Leader?”,

2. Iklan Pegadaian, https://www.youtube.com/watch?v=tmi6irEP5Kw

3. Leaders Real Job Description 

4. Leadership Job Description 

5. Dave Ulrich, “The Leadership Code – Five Rules to Live By”

<

p align=”justify”>6. Sanggahan: sumber-sumber kajian diperoleh dari internet, diakses pada tanggal 3 Juli 2015. Hak cipta dan merek pada masing-masing pemilik hak dan merek. Hak cipta dan merek dilindungi undang-undang. Kutipan pada tulisan ini digunakan untuk keperluan pengetahuan dan bukan untuk tujuan komersial. Sumber rujukan diberikan sebagai respek kepada pemegang hak dan merek masing-masing dan kepatuhan terhadap hukum yang mengatur dan melindungi hak cipta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s