Kepemimpinan bergoyang ala “All About The Bass” Meghan Trainor

Yang “ori” atau yang “kw”, semua enak buat bergoyang

“All About The Bass” yang dilantunkan oleh Meghan Trainor mempunyai hentakan yang enak untuk bergoyang. Sambil menggut-manggut, kepala saya mengikuti iramanya, sementara jemari tangan pun ikut bergoyang mengetikkan makna.

All About The Bass

Pusing Pala Berbie

Tak mau kalah, maka grup vokal Putri Bahar bersaudara yang terdiri dari Juwita Bahar, Jelita Bahar, Bellayu Bahar, dan Tiara Bahar ikut menyemarakkan gendang telinga dan memikat otot-otot mata. Dengan percaya diri Putri Bahar bersaudara melantunkan goyangan ndangdut dalam lagunya “Pusing Pala Berbie”.

Entah plagiasi atau bukan, entah mana yang benar, mana yang salah. Ga tau juga mana yang ori mana yang kw. Namun apa pun namanya, ketika yang “otentik” dan yang “mirip dengan yang otentik” menimbulkan kontroversi. Pas dengan judul lagunya “Pusing Pala Berbie” yang menurut Anu dalam acara Hitam Putihnya-Deddy Corbuzier, memiliki kesamaan 99 persen… bikin kepala jadi pusing.

Ketika dibutuhkan sebagai teman untuk telinga, yang ori atau yang kw tidak ada bedanya. “All About The Bass”-nya Meghan Trainor atau “Pusing Pala Berbie”-nya Putri Bahar sama –sama nikmat. Namun, ketika panggung etika berbicara, ketika kesantunan dan kesopanan berbudaya mengemuka barangkali di situlah persoalannya. Penghormatan hak cipta atau kenikmatan telinga? Sebuah budaya atau sekedar aksi oknum belaka? Lalu bagaimana pemimpin dalam organisasi menyikapinya? Sebuah budaya plagiasi atau budaya otentik yang hendak Anda bangun dalam organisasi Anda dan melekat dalam nurani dan perilaku orang-orang Anda?

Pemimpin Arsitek Budaya Organisasi

Sahabat kognitif saya dari Jawa Timur, Iman Bajuasijadji mengatakan bahwa pemimpin mempunyai peran yang besar dalam menentukan kultur atau budaya organisasi (culture) yang menuntun dan mewarnai perilaku kerja orang-orang di dalamnya.  Mari kita simak apa yang dikatakannya.

Rekan2, mari kita pelajari lebih dalam tentang culture, lingkungan (kerja), serta people yang ada di-dalamnya.

Berbagai teori tentang produktifitas (kinerja) yang menyampaikan bahwa kinerja sangat dipengaruhi faktor kemampuan serta lingkungan (kerja). Lingkungan dalam hal ini diperjelas dengan peran superior dalam hubungan komunikasi dengan bawahan, artinya apa ? Selain kemampuan atau kompetensi maka lingkungan positif sangat dipengaruhi oleh superior atau atasan.

Bahkan dalam teori motivasi dikatakan bahwa kinerja bukan merupakan  “gabungan” antara kompetensi dan motivasi atau lingkungan, tetapi merupakan “multiplikasi”, impact-nya jauh lebih besar.

Menyadari pentingnya “lingkungan” kerja yang kondusif sekaligus menantang, maka dalam pendekatan culture disampaikan betapa pentingnya peran atasan dalam inisiasi change di perusahaan. Mengapa atasan atau dimulai dari top leaders ?

karena representasi budaya serta system dalam perusahaan adalah top leaders.

Top leaders-lah yang mempunyai main roles dalam membentuk culture, sampai dengan system yang mendukung culture tersebut. Di dalamnya termasuk system untuk boosting productivity pekerja.

Jadi dalam logika saya, bila para pekerja mampu meningkatkan produktifitas secara mandiri tanpa pengaruh lingkungan (management), maka saya yakin peran mereka bukan di tataran pekerja lagi, minimal jadi supervisor atau manager, bahkan jadi pengusaha.

Jadi mari kita renungkan sebagai orang yang duduk dalam jajaran management, yang tidak bisa meningkatkan produktifitas itu apakah pekerja, ataukah kita sebagai management yang tidak mampu menciptakan culture productive disertai pengembangan system untuk meningkatkan produktifitas bawahan kita ?

Kepemimpinan haruskah ia otentik atau identik?

Pemimpin sebagai pembentuk budaya, seyogyanya mengawal originalitas yang otentik dan menghormati karya cipta. Menyoal kepemimpinan yang otentik, Bill George, Peter Sims, Andrew N. McLean, dan Diana Mayer menuangkan hasil penelitiannya dalam artikel “Discovering Your Authentic Leadership”.

Be Genuine, Be Original, Be Autenthic, Be Youself.

Tak seorang pun dapat menjadi otentik dengan meniru orang lain. Anda dapat belajar dari pengalaman orang lain, tetapi tidak ada jalan untuk sukses hanya dengan mencoba meniru sama dengan mereka. Orang mempercayai Anda karena Anda apa adanya, Anda asli (genuine), Anda otentik (authentic), bukan replika dari orang lain.

Seperti apa Pemimpin Otentik itu?

Menurut George, seorang pemimpin yang otentik menampilkan greget (passion) pada tujuan mereka, menerapkan nilai-nilai mereka secara konsisten, dan memimpin dengan hati mereka. Mereka membangun hubungan jangka panjang yang bermakna dan memiliki disiplin diri untuk mewujudkan hasil. Mereka tahu siapa diri mereka.

Tanda-tanda lain dari seorang pemimpin yang otentik adalah bahwa mereka tidak meniru sifat, karakter, ketrampilan atau gaya orang lain yang menyebabkan mereka sukses. Kepemimpinan mereka mengalir dalam kisah hidup mereka. Secara sadar dan bawah sadar, mereka terus menguji diri mereka dalam pengalaman-pengalaman di dunia nyata dan membingkai kisah hidup mereka untuk lebih memahami siapa diri mereka yang sejati. Dengan melakukan hal ini , mereka menemukan tujuan dalam kepemimpinan mereka dan belajar untuk tetap otentik, karena hanya dengan cara ini mereka tetap efektif.

10 Perilaku Pemimpin Otentik Sehari-hari

Robin Sharma, penulis buku “The Saint, The Surfer and The CEO” meringkas “10 Perilaku Pemimpin Otentik Sehari-hari” sebagai berikut:

  • Mereka berbicara berdasarkan apa yang benar “They speak their truth”
  • Mereka memimpin dengan hati “They lead from the heart”
  • Mereka mempunyai nilai moral yang kaya “They have rich moral fiber”
  • Mereka pemberani “They are courageous “
  • Mereka membangun tim dan komunitas “They build teams and create communities”
  • Mereka mengasah kemampuannya terus menerus “They deepen themselves”
  • Mereka mempunyai impian, mereka pemimpin “They are dreamers “
  • Mereka peduli pada dirinya sendiri “They care for themselves”
  • Mereka berkomitmen pada keunggulan daripada kesempurnaan “They commit to excellence rather than perfection”
  • Mereka meninggalkan warisan untuk generasi berikutnya, “They leave a legacy”

Dear Leader, Netizen dan Linkediners, ayo bangun organisasi Anda dengan kepemimpinan yang otentik. Nikmati alunan dan goyangan lagu “All About The Bass” dan “Pusing Pala Berbie” secara bergantian, sambil terus melaju memimpin organisasi Anda.

It’s All About The Bass Berbieeeeee……

Selamat Memimpin Perubahan,

“Intellectually Connected, Cognitively Friendship

TiTuS Permadi
GM Human Resources & Gen. Affairs
THAMRIN GROUP – Palembang
M: 0878 5577 8882 PinBB: 7CB8B896
thamrin group

 

Sumber informasi lainnya:

  1. “Authentic Leadership”, https://en.wikipedia.org/wiki/Authentic_leadership
  2. KASKUS.co.id, [PLAGIARISME??] Kontroversi “Pusing Pala Barbie”
  3. Bill George, Peter Sims, Andrew N. McLean, dan Diana Mayer, “Discovering Your Authentic Leadership”. https://hbr.org/2007/02/discovering-your-authentic-leadership

Artikel sebelumnya:

  1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21
  2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus
  3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today
  4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader
  5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar
  6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan
  7. Kepemimpinan ala Pegadaian
  8. Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo
  9. Memimpin Seperti Teh Botol Sosro, Mengelola Seperti Indomie
  10. Kepemimpinan ala Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak

Sanggahan (disclaimer):

1. Sanggahan: sumber-sumber kajian diperoleh dari internet, diakses pada tanggal 15 Juli 2015. Hak cipta dan merek pada masing-masing pemilik hak dan merek. Hak cipta dan merek dilindungi undang-undang. Kutipan pada tulisan ini digunakan untuk keperluan pengetahuan dan bukan untuk tujuan komersial. Sumber rujukan diberikan sebagai respek kepada pemegang hak dan merek masing-masing dan kepatuhan terhadap hukum yang mengatur dan melindungi hak cipta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s