Why are you here in this organization?

Inilah sebuah petikan percakapan dari seorang pencari bakat “head hunter” kepada mangsa-nya “talent”. Saya tertarik untuk mempostingnya di sini untuk mohon bantuan teman-teman HR untuk memberikan pandangannya terhadap jawaban talent ini? Apakah yang Anda pahami dari talent ini melalui satu petikan tanya-jawab antara “head hunter” dan “talent”

Masukan-masukan yang hendak dicari adalah untuk mendapatkan gambaran

a) Dari segi kompetensi, seperti apa menurut Anda si “talent” ini?

b) Dari segi karakter, apakah yang Anda tangkap dari si “talent” ini?

c) Dari segi kepemimpinan, tipe kepemimpinan seperti apa yang dibawa oleh si “talent” ini?

d) Dari segi potensi, akan sejauh mana si “talent” ini dapat berkembang?

 

Why are you here in this organization?

[HH] “Mengapa Anda berada dalam organisasi ini”?

[C] Saya pikir ini pertanyaan yang tidak pernah saya dapati pada wawancara kerja yang pernah saya alami sebelumnya sehingga saya agak terkejut juga. Baiklah, ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan tempat saya bekerja saat ini, saya ingat bahwa pada waktu itu ada tiga  hal yang hendak saya kerjakan di sini:

1) untuk berpartisipasi (to participate) bersama tim yang telah ada untuk memecahkan masalah-masalah operasional, manajerial, fungsional, struktural, organisasional, stratejik, kepemimpinan dan kultural yang dapat muncul dari ketidakharmonisan, disintegrasi, ketidakstabilan, ketidak-kongruen-an, masalah ketidakmatangan, ketidaktepatan (mis-match) dan ketidakseimbangan dari sisi internal dan eksternal termasuk para pelaku di dalamnya masing-masing yang secara bersama-sama menghasilkan dinamika sehari-hari serta berkemungkinan menjadi akar permasalahan yang berlangsung sehari-hari bahkan menahun.

2) untuk meningkatkan (to improve) kapabilitas organisasi dalam bertindak, melayani, dan berkontribusi kepada pelanggan, rekanan bisnis, masyarakat, dan pemerintah dimana organisasi ini berada untuk memberikan produk, layanan, dan kontribusinya pada tingkat yang dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan-harapannya.

3) untuk mempersiapkan (to prepare) kondisi organisasi ini yang saya pandang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi-sosial “socio-economic growth engine” dalam menyongsong tantangan, pertumbuhan dan kelanggengan eksistensinya (sustainability).

Pekerja Berkualitas Pemimpin

Repost dari : Linkedin.COM

Ahli-ahli manajemen di Wharton and Mckinsey mengatakan bahwa kepemimpinan bisa dan harus dipraktikkan oleh setiap pekerja di seluruh level perusahaan. Itu hanyalah satu-satunya cara agar perusahaan bisa lebih berkembang dalam hal misalnya pencapaian tujuan strategis, memenuhi keinginan jenjang karir, memaparkan dan meletakkan dasar identitikasi serta membentuk pemimpin masa depan, termasuk siapa saja yang pantas duduk di level teratas.

Perusahaan tidak mencari sembarang orang untuk menjadi pekerja atau karyawannya. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih karyawan yang tepat. Karena bagaimanapun juga perusahaan tentu hanya mau membawa kebaikan bagi kemajuan bisnis perusahaan.

Saat ini, dengan semakin ketatnya perburuan lapangan pekerjaan, dibutuhkan kualitas SDM yang benar-benar punya daya saing tinggi. Bukan masalah, apakah anda ditempatkan pada posisi atas atau rendah.

Jika anda sebagai seorang pekerja/karyawan diberi kuasa atas perusahaan, apa yang akan anda tambahkan di dalam ataupun di luar kekuasaan atas perusahaan itu? Apakah anda sebagai karyawan benar benar orang yang bermotivasi? Apakah anda membawa keahlian dan visi untuk bidang pekerjaan untuk seluruh perusahaan? Setiap orang harus menjadi ahli memimpin, apa pun levelnya dalam suatu hierarki organisasi atau perusahaan.

Organisasi atau perusahaan bisa mempersiapkan pekerja atau karyawan menjadi pemimpin dalam berbagai cara, misalnya mempelajari biografi pemimpin, mengamati pemimpin di sekitar mereka, dan merumuskan pendidikan seumur hidup. Organisasi juga bisa menjadi mentor dan membantu pekerja menemukan jalan bagaimana mereka meningkatkan kapasitas. Dan paling penting organisasi juga bisa mengajak para pekerja untuk keluar dari zona kemapanan dan meraih tugas dan tantangan baru.

Menurut ahli karir, sebenarnya setiap pekerja atau karyawan harus mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin. Karena cepat atau lambat, terutama karyawan yang potensial, suatu saat jadi pemimpin. Nah, anda yang filling bakal jadi pemimpin suatu saat kelak, persiapkan diri dari sekarang. Karena jadi pemimpin tidaklah mudah. Untuk mencapai itu, hal berikut yang bisa menjadikan anda sebagai pekerja berkualitas pemimpin.

1. Passion dalam pekerja                                                                                                      Kata passion memang terdengar klise, tetapi faktor ini yang membuat pekerjaan begitu berarti. Penulis buku sekaligus Career Coach, Rene Suhardono, mengungkapkan bahwa passion sama dengan tujuan hidup. Semakin jelas apa yang ingin dilakukan, semakin jelas dan tegas pula cara mewujudkannya.
Jika sudah menemukan passion, tentu dapat melakukan pekerjaan lebih maksimal.

2. Penuh Ide Kreatif
Dalam melakoni pekerjaan, seorang karyawan harus terus menciptakan inovasi dan kreasi terbaru. Kedua hal tersebut akan membuat anda menjadi pekerja yang menonjol. Harus selalu bisa berpikir di luar jalur mainstream dan berani berkreasi melewati batas imajinasi. Tunjukan bahwa anda selalu memperbarui diri dengan berita terhangat dan situasi dunia. Tidak perlu takut kesulitan menjadi orang yang paling update.

3. Berani hadapi tantangan
Dalam bekerja, pasti akan dihadapkan pada banyak kesulitan. Bagaimana cara menghadapinya? Sifat cepat menyerah dan putus asa dalam menghadapi masalah adalah dua hal yang harus dijauhi. Tunjukkan bahwa harus berani mengambil risiko. Jika bisa yakinkan dan tunjukkan bahwa sebagai pekerja atau karyawan memiliki semangat yang besar dalam bekerja, tentu akan menjadi nilai yang baik. Dan dalam melakoni pekerjaan, seorang karyawan harus terus menciptakan inovasi dan kreasi terbaru. Hal ini membuat Anda menjadi pekerja  yang menonjol.

4. Percaya Diri
Setiap manusia punya kekurangan dan hal ini pun akan dijadikan pertanyaan dalam setiap wawancara kerja. Hadapi semuanya dengan keyakinan pada diri sendiri. Dengan selalu menjaga kepercayaan diri dalam situasi genting, keadaan apapun tidak akan terlihat mengancam.

5. Bekerja Cerdas
Bekerja cerdas tidak perlu keras. Mulailah pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan cepat. Hindari menunda pekerjaan hanya karena sulit. Atur cara kerja agar dapat melakukan pekerjaan yang bisa diselesaikan. Dengan begitu tidak ada waktu yang terbuang atau pekerjaan yang tertunda. Manfaatkan jam kerja yang dimiliki agar menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Catat selalu pekerjaan yang sedang dikerjakan. Sebagai penunjang tugas, temukan alat bantu fungsional untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus dan menolong Anda mendapatkan informasi tambahan tanpa membantu pekerjaan utama.

6. Fokus melihat ke depan
Pemimpin yang hebat selalu bekerja dengan fokus menatap ke depan. Jadikan kesalahan pada pekerjaan sebelumnya hanya sejarah sebagai pelajaran penting. Hal ini harus diterapkan untuk mencapai hasil yang baik. Fokus pada kekuatan diri sendiri dan dalam proses pengerjaan tugas.

7. Komunikasi
Dalam bekerja, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sangat penting. Hal ini dibutuhkan baik untuk menangkap perkejaan yang diberikan atau menyampaikan hal yang Anda lakukan. Tanpa komunikasi yang baik, Anda tidak akan dihargai. Selain itu, memiliki komunikasi yang baik juga dibutuhkan untuk berhubungan dengan rekan-rekan Anda dalam menyelesaikan pekerjaan.

<

p align=”justify”>“Setiap orang bisa melatih kepemimpinan dengan menjadi individu yang memberi kontribusi pada setiap level organisasi,”  demikian Helen Hamdfi eld-Jones, seorang konsultan independen di bidang strategi bakat kepemimpinan dan seorang penulis buku The War for Talent. “Apa artinya itu? Pada akhirnya, ini tertuju pada cara pandang untuk tantangan menjadikan dunia menjadi lebih baik.

“Pemimpin itu diciptakan, bukan dilahirkan, Tidak ada pemimpin yang dilahirkan, demikian kata Useem & Handfi eld-Jones. Kemampuan sesungguhnya seorang pemimpin itu dipelajari sepanjang masa. Dan perusahaan harus memberikan wadah bagi pekerjanya untuk menjadi pemimpin.”