Kepemimpinan ala Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak

Sukses Diawali Dari Aroma Secangkir Semangat Kopi Kapal Api

Berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya, kali ini saya menulis gagasan tentang kepemimpinan bersama secangkir Kopi Kapal Api….Jelas Lebih Enak. Diseduh dengan air panas, aromanya pun merebak keluar, mendendangkan irama ceria menemani tarian jemari di atas laptop merek ASUS saya.

Sambil menikmati libur lebaran, saya ingin berbagi tentang kepemimpinan dalam suasana yang berbeda…penuh semangat, penuh rasa, penuh aroma, penuh kenikmatan secangkir kopi.

Sehari sebelumnya, sambil menonton televisi, iklan Kopi Kapal Api menyapa dengan tagline yang mengalun nikmat di telinga saya… “Kapal Api….Jelas Lebih Enak.” Maka, pengalaman AHA pun muncul dalam benak saya untuk menulis tentang kepemimpinan dan mengaitkannya dengan Kopi Kapal Api.

Sukses diawali dari aroma secangkir semangat kopi kapal api. Sukses memerlukan persiapan matang, fokus, percaya diri dan kegigihan. Saat semua menyatu sempurna rasakan nikmatnya kesuksesan bersama kapal api. Kapal api jelas lebih enak.

Pembaca, nikmati sejenak pesan kepemimpinan dari Kopi Kapal Api berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=uvgI7-rNz9E

Pada tulisan saya sebelumnya, “Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo”, saya menjelaskan bahwa ada tiga tugas besar seorang pemimpin. Pertama adalah membereskan masalah-masalah yang menghadang kemajuan organisasinya, kedua membangun kapabilitas organisasinya dan yang ketiga menumbuhkan pemimpin-pemimpin baru di sekelilingnya. Sangat masuk akal bahwa sukses Anda dalam memimpin akan ditentukan oleh “semangat”, “persiapan matang”, perhatian yang “fokus”, hati yang teguh “percaya diri” dan serangkaian upaya yang “gigih” seperti anjuran dari si aroma nikmat Kopi Kapal Api.

Dalam pencarian saya dari berbagai sumber yang menggambarkan tentang kepemimpinan, maka ada yang memahami kepemimpinan sebagai ilmu, kepemimpinan sebagai proses, kepemimpinan sebagai posisi, kepemimpinan sebagai relasi,  kepemimpinan sebagai suatu strategi serta kepemimpinan sebagai perilaku.

Barangkali kita perlu juga memahami kepemimpinan sebagai sebuah seni, sebuah maha karya (master piece) yang muncul ke permukaan sebagai konsekuensi logis atas upaya pemikiran yang cerdas, usaha-usaha fisik yang tekun, dan sebagai ekspresi jiwa yang merdeka. Kepemimpinan sebagai karya ekspresi jiwa berbasis kebenaran, berbasis kemanusiaan, berbasis esensi, berbasis transendensi diri melampaui batas aktualisasi diri.

Ketika dipahami sebagai seni, maka kepemimpinan terasa enak untuk dinikmati…bersama secangkir Kopi Kapal Api.

Nikmatnya kepemimpinan…menurut Linkediners

Dear pemimpin, kepemimpinan adalah logika, kepemimpinan adalah transaksional, namun kepemimpinan juga transformasional, bahkan kepemimpinan adalah entreprenurial. Kepemimpinan adalah kaderisasi, kepemimpinan adalah membangun kompetensi orang lain. Masing-masing konsepsi mengundang untuk digali lebih mendalam agar intisarinya dipahami, metodenya dapat dipraktekkan, perilakunya dapat diadopsi.

Saatnya jamannya Sosial Media dimana para netizen layak didengar pendapatnya dan disimak sudut pandangnya. Dengan dibantu para Linkediners, saya mengajukan pertanyaan kepada mereka seperti ini:

Sahabat Linkediners, saya memerlukan pendapat Linkediners untuk menyampaikan gagasan tentang kepemimpinan. Mohon bantuannya menjawab pertanyaan ini “apakah Anda menikmati peran kepemimpinan Anda saat ini? mengapa?”

Seorang sahabat Linkediners saya menggambarkan kepemimpinan sebagai sebuah kenikmatan seperti membuat roti. Karena ini berurusan dengan makanan dan saya senang sekali dengan makanan maka saya muat opininya di sini.  

Nurlita Atmaja

Ya.. saya menikmati peran kepemimpinan saya. Kenapa? Because i love my job. Seseorang akan menikmati pekerjaannya apabila dia mencintai apa yang dikerjakan . Menurut saya seorang leader bagaikan seorang koki yang sedang membuat roti, dimana diperlukan bahan baku, buku resep , peralatan memasak,dan oven serta time management. Produksi, Kelancaran supply, dan planning serta supporting (data, survey, etc) saya ibaratkan bahan baku.

Buku resep makanan saya ibaratkan sebagai rule/bussines proces di perusahaan. Sementara peralatan memasak adalah team/mitra kerja, dimana seseorang mempunyai fungsinya masing masing.

Lalu siapa yang akan menjadi oven ? Oven ini adalah pada saat kita melakukan meeting, diskusi, sharing, review periode sebelumnya serta coaching ke team.

Lalu diracik dengan time management yang tepat akan membuat roti matang sempurna.

5 point diatas apabila diolah akan memberikan hasil yang maksimal. Ngomong ngomong soal roti.. mari saatnya berbuka puasa =D ..selamat berbuka puasa bagi yang merayakan  (15 Juli 2015)

Kepemimpinan hanyalah peran tetapi pemimpin adalah tanggung jawab yang luar biasa, pemimpin adalah orang yang bisa membuat suatu perubahan yang besar, perubahan dari baik menjadi lebih baik…Rommy Tobing.

Dear pemimpin, bila saat ini aroma kepemimpinan Anda terasa hambar, ikutilah petunjuk saya. Belilah Kopi Kapal Api, seduhlah dan tambahkan gula secukupnya. Nikmatilah aroma segarnya sambil merenungkan pelajaran kepemimpinan dari Kopi Kapal Api. 

“Nikmatnya kesuksesan adalah berpadunya 1) semangat, 2)persiapan matang, 3) fokus, 4) percaya diri dan 5) kegigihan.  Kapal Api Jelas Lebih Enaaak.”

Berikut ini adalah pembelajaran kepemimpinan dari para Linkediners, sampai dengan 16 Juli 2015, pukul 14:56.

 

Dear Linkediners, Mohon bantuannya menjawab pertanyaan ini

“Apakah Anda menikmati peran kepemimpinan Anda saat ini ?  mengapa ?”

Andhi Kurniawan

Menikmati, karena ada menuai hasil dan juga mendapatkan insight, hikmah, untuk lebih baik dalam memimpin di masa depan.

Arnold Hanafi

Ya, semakin kita menikmati fungsi leadership kita maka output yang dihasilkan juga semakin besar. effective leadership = better output.

Jufiandi Junizir

Saya menikmati peran saya saat ini karena saya bisa membagi pengalaman saya dan berguna bagi team dan cient saya.

Alfari Widiasto

Saya mempunyai pengalamamn memimpin dari beberapa perusahaan, untuk yang saat ini jujur berat dan kurang bisa menikmati, karena tanggung jawab dan koordinasi dipegang oleh saya semua dan pemilik perusahaan yang masih berpikir dengan pola tradisional dalam setiap putusan, membuat saya mempunyai beban moral kepada principal umumnya dan team saya khususnya…

Arief Sulistyo

Menikmati peran kepempinan adalah ketika bisa menjadi seorang pemimpin bukan pimpinan, dapat menjadi role model dan mentor bagi anggota team, dapat merencanakan pengembangan “skill, knowlege & carrier path” bagi setiap aggota team, dapat menjadikan team sebagai mitra kerja agar dapat  menumbuhkan “sense of belonging” di benak masing2 anggota team, sehingga semua dapat melakukan masing2 fungsi kerjanya dengan “hati & passion” bukan hanya sekedar “melakukan pekerjaan” dalam mencapai “team & company goals”. Dengan demikian Insha Allah akan selaras antara company goals, team goals & employee goals.

Sahridan Nasution

Saya menikmati peran kepemimpinan saat ini. Bagi saya kepemimpinan tersebut adalah tindakan bukan jabatan sehingga setiap orang bisa menjadi pimpinan.

Ivan Wisnu Prabowo

Menikmati..karena itu adalah amanah.

Rahmad Mulyadi

Menikmati…karena bisa membimbing dan mengarahkan menjadi yang lebih baik.

Rommy Tobing

Kepemimpinan hanyalah peran tetapi pemimpin adalah tanggung jawab yang luar biasa, pemimpin adalah orang yang bisa membuat suatu perubahan yang besar, perubahan dari baik menjadi lebih baik.

NOFRIZAL INOF

Menikmati kepemimpinan saya karena dengan jabatan pimpinan saya bisa memimpin team saya yang ada, dan saya bisa memberikan arahan, dan saya membuat dan memberikan keputusan yang tidak merugikan, dan bisa berbagi pengalaman, serta berbagi ilmu dalam setiap meeting dan pelatihan yang saya berikan.

Nyoman Sukadana

Cukup menikmati, karena saya dapat mengetahui berbagai macam karakter manusia ketika bekerja dan semakin menggali keinginan saya untuk menjadi pemimpin yang lebih baik bagi perusahaan dan rekan kerja.

Bobby Alexander Hutagalung

Sangat menikmati Pak karena selain memimpin, ada hal lain yang paling penting yaitu mewujudkan impian dari orang yang kita pimpin. Disitu tantangan nya.

Saeful Anwar

Cukup menikmati Pak, Karena memimpin itu amanah maka banyak nilai Ibadah yang sebenarnya kita dapatkan, ketika kita sama sama bekerja menjalankan misi yang ingin kita capai dan kita menjadi bagian yang mengarahkan dan mediator bagi perubahan.

Indra Yani

Sangat menikmati menjadi pemimpin pak, karena dengan menjadi pemimpin kita tertantang untuk memecahkan semua masalah dan berfikir bagimana memitigasi resiko serta mencari jalan keluar, pemimpin juga bagaimana melayani  bawahan dalam tanda kutip yaitu membantu memecahkan masalah pekerjaan mereka.

Arnold Tanubrata

IMHO…jadi pemimpin…ada enak dan tidak enaknya.

Enaknya…..sudah diceritakan oleh rekan2 diatas.

Tidak enaknya ialah…saat menjalankan salah satu fungsi kepemimpinan yaitu untuk mendidik orang2 yang kita pimpin. Seringkali…orang2 yang kita pimpin menunjukan penolakan untuk berubah  dan bahkan mempertahankan status quo.

Nah…disinilah kita sebagai pemimpin akan diuji kemampuan kita dalam segala hal : negosiasi, komunikasi, mempengaruhi orang lain..dan sampai…mempertahankan kebenaran dan lain2

Namun….pada akhirnya….meskipun tidak disukai dan dibenci org yang kita pimpin…saya pribadi akan merasa senang dan bahagia jika bisa mengubah orang2 yang kita pimpin menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dan….tanpa disadaripun….akan ada balasan yang setimpal untuk usaha kita tersebut diatas.

Monggo dikomentari…

Mawardi Edi

Menurut saya Kepemimpinan adalah merupakan jalan panjang menikmati setiap langkah di setiap waktu tentang bagaimana mempengaruhi dan membimbing orang menuju jalan yang kita tentukan.

Bagi saya, kepemimpinan perlu dikembangkan setiap hari, bukan hanya satu hari. Kepemimpinan perlu diasah setiap hari bukan sekedar memahami teknik dan seni kepemimpinan saja tetapi juga memahami dan mengerti setiap fenomena dan pengalaman yang muncul di setiap harinya.

Jadi, menikmati fenomena yang muncul dalam setiap peran kepemimpinan dalam setiap harinya dengan inspirasi-inspirasi yang menarik yang memberikan sesnsitivitas diri dalam menyikapi setiap fenomena dan pengalaman yang dihadapi.

Debora Sitinjak

Sangat menikmati, karena dengan menjadi pemimpin meningkatkan gairah saya untuk belajar hal yang lebih lagi dan hal-hal baru untuk memajukan orang2 yang saya pimpin, dan menjadi mentor bagi mereka sehingga kelak mereka akan menjadi pemimpin.

Anton Sirait

Pemimpin yg menjadi suri tauladan bagi bawahannya.

Arry Adrian

Saya saat ini self-employed. Pemikiran saya tentang “pemimpin ” adalah mereka yang dengan sabar dan tekun mencetak pemimpin2 baru. Dan hasilnya baru nampak pada saat pemimpin bukan bagian Dari team sebelumnya.

Adit Tuton

Sangat menikmati pak..
Memimpin berarti mencari inovasi baru untuk mempermudah pekerjaan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi…
Itu membuat kita terus mengasah otak dan memperhatikan sekeliling…
Oleh karenanya saya sangat menikmatinya pak.

Aisyah Setyawati

Prinsip pemimpin yang baik menurut saya : mau terus belajar untuk berkembang , adil, amanah, memberikan contoh, tindakan & inspirasi dan terakhir sabar.

Menikmati peran menjadi pemimpin adalah belajar terus menghadapi karakter orang yang berbeda dan trik menghadapinya.  Kerjasama yang solid membuat semangat kerja menjadi tinggi. Bisa menumbuhkan loyalitas team tanpa ada paksaan merupakan kepuasan tersendiri selain target kerja yang tercapai.

Indra Susanto

Saya menikmatinya Pak Titus.
Pemimpin sejatinya adalah pelayan. Semakin tinggi jabatan, semakin melayanilah dia.

Seorang pemimpin harus mampu melayani keperluan bawahan, untuk mempermudah, mempercepat ber-sama2 mencapai target yang telah kita tentukan.

Charly Richard RE

Menjadi seorang pimpinan memang harus bersyukur. Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi pimpinan, Pimpinan adalah sebuah perjalanan hidup kita untuk menunjukan arti hidup kita sebagai seorang yang berarti bagi sesama dan keluarga. Seorang pimpinan yang sukses adalah pimpinan yang sukses menyiapkan seorang pimpinan penerus kepemimpinan nya. Bukan seberapa lama dia menjaga posisi kepemimpinannya. Kesuksesannya dapat di lihat dari generasi penerusnya.

Indra Nugroho

Pemimpin itu teladan, namun Pemimpin juga bisa melakukan kesalahan, kewajiban team untuk saling mengingatkan dan menguatkan.

Porkas Lubis

Sejauh ini, Saya kira ini adalah satu hal yang penting diantara yang terpenting, karena bagaimana kita dapat menjadi seorang yang sukses apabila kita belum dapat menikmati profesi kita sebagai seorang leader

Strela Natalia

Saya menikmati semua suka dukanya pak Titus . Just do my best, and God will do the rest.  Selamat Idul Fitri untuk semua yang merayakan.

Erdhifski Naladipa

Pemimpin itu menurut saya adalah orang yang dapat membentuk team nya menjadi seperti dirinya, sehingga dapat menciptakan pemimpin berikutnya yang tidak bergantung ke pemimpin nya. Pemimpin itu bukan hanya untuk dilayani tapi harus juga melayani bawahannya menciptakan kemandirian bawahannya. Dan membuat semua bawahannya mengerti setiap apa yang di inginkan nya dengan demikian kemandirian Dan pengetahuan bawahannya bisa hebat melebihi diri nya.

Herry Hanwari

Dengan memimpin, saya belajar memahami setiap hal yang menjadi kebutuhan orang yang saya pimpin, dan belajar bagaimana cara memahami dan menjadi pemimpin yang baik.

Mannix Damanik

Iya. Karena tim saya juga terlibat aktif dalam pekerjaan yg saya tugaskan. Pekerjaan makin ringan karena tim mampu mengerjakan tugas. Biasanya kebutuhan tim saya penuhi agar mereka maksimal.

Mustika FG Dewi S.Psi

Alhamdulillah menikmati, karena sejak pertama kali saya dipercaya untuk jadi pemimpin disaat itu juga saya menerapkan pola kepemimpinan dengan melihat level kematangan psikologis masing2 Personnel dibawah saya sehingga secara tidak langsung saya juga bisa belajar lagi mengenai psikologi melalui treatment thd anak buah saya.

Imran Fadhilah, RCSP-W

Pemimpin sangat bergantung pada level. Di agama saya setiap individu adalah pemimpin untuk dirinya sendiri dan Bertanggung jawab. Jika  dia direktur dia Memiliki tugas, me motivasi dan Memberikan arahan strategic. Kalo dia Manager dia Me monitoring pekerjaan yang diberikan padanya. Tapi hal yang paling bagus adalah pemimpin itu jika team nya berhasil maka itu hasil kerja anak buah nya. Kalo teamnya salah semata mata kesalahan diri nya.

   

Selamat Memimpin Perubahan,

“Intellectually Connected, Cognitively Friendship

TiTuS Permadi
GM Human Resources & Gen. Affairs
THAMRIN GROUP – Palembang
M: 0878 5577 8882 PinBB: 7CB8B896
thamrin group

 

Sumber informasi lainnya:

  1. https://www.facebook.com/KopiKapalApi
  2. http://www.waktunyakapalapi.com/
  3. http://www.kapalapiglobal.com/ 

Artikel sebelumnya:

  1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21
  2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus 

  3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today   

  4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader 

  5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar 

  6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan   

  7. Kepemimpinan ala Pegadaian 

  8. Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo 

  9. Memimpin Seperti Teh Botol Sosro, Mengelola Seperti Indomie 

 

Sanggahan (disclaimer):

<

p align=”justify”>1. Sanggahan: sumber-sumber kajian diperoleh dari internet, diakses pada tanggal 15 Juli 2015. Hak cipta dan merek pada masing-masing pemilik hak dan merek. Hak cipta dan merek dilindungi undang-undang. Kutipan pada tulisan ini digunakan untuk keperluan pengetahuan dan bukan untuk tujuan komersial. Sumber rujukan diberikan sebagai respek kepada pemegang hak dan merek masing-masing dan kepatuhan terhadap hukum yang mengatur dan melindungi hak cipta.

Iklan

One thought on “Kepemimpinan ala Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s