Munksiji Leadership Matrix Summary, versi 1.0

Leadership Mix Matrix

Dalam beberapa sesi sharing Leadership yang saya sampaikan, saya selalu tidak lupa mengetengahkan tentang Munksiji Leadership Matrix Summary (versi 1.0).

Munksiji Leadership Matrix Summary, versi 1.0 adalah sebuah ringkasan pemahaman, tuntunan agenda belajar, refleksi diri dan ancangan perilaku yang berfungsi sebagai roadmap seorang pembelajar kepemimpinan untuk menyusun dan menyesuaikan keempat bidang kepemimpinan yang senantiasa perlu dipertajam setiap hari.

Leader’s Position

Yang pertama kita akan berbicara tentang arah karir kepemimpinan yang hendak dituju seseorang. Karena konteks kepemimpinan yang sedang kita bahas adalah konteks kepemimpinan organisasi, khususnya organisasi bisnis, maka rujukan yang saya pakai juga berasal dari sumber-sumber dan pengarang kepemimpinan di bidang bisnis.

Ketika materi ini saya sampaikan selalu saja, sekitar 10 (sepuluh) orang mengambil ponsel dan jepret, jepret, jepret mereka memotret dengan ponselnya. Wow, siapa ya yang dipotret? Sayakah sebagai pembicara yang ganteng dan menggemaskan ataukah materinya?

Kepemimpinan ya jelas, itu merupakan masalah posisi, masalah tingkat kewenangan yang semakin tinggi semakin luas. Itu juga adalah sebuah posisi karir yang wajar, berharga dan sah-sah saja untuk dikejar. Dalam bukunya Good To Great, Jim Collins mengetengahkan pirimida kepemimpinan yang berjenjang dalam 5 tingkat.

  1. HCI – Highly Capable Individual yang singkatnya berurusan antara dirinya dengan tugas-tugas perorangan. Aku dengan pekerjaanku (Self-Task). Tugas perorangan adalah serangkaian pekerjaan yang dapat dilakukan sendirian oleh yang bersangkutan. Mengisi nota, memasukkan data ke komputer, membuat laporan atau pun segala jenis pekerjaan yang dapat dilakukan sendirian. Seorang karyawan baru pada umumnya akan masuk pada tingkat ini. Keberhasilannya akan tergantung pada kemahirannya menyelesaikan tugas-tugas perorangan ini dengan mutu kerja yang cepat, bebas salah, dalam jumlah yang banyak. Namun perjalanan karir seseorang tidak perlu berhenti di sini. Ia harus mempersiapkan diri untuk naik ke jenjang berikutnya.
  2. CTM – Contributing Team Member yang singkatnya berurusan dengan proses dengan melakukan pekerjaan yang membutuhkan kerja sama dengan orang lain. Pekerjaan saya akan menjadi inputan bagi proses kerja selanjutnya setelah saya. Ini adalah prosesku dengan orang lain (Process-Team). Di sini adalah pekerjaan-pekerjaan yang hanya selesai ketika semua anggota tim memberikan kontribusi kerja pada porsinya, pada waktunya, pada urutan atau pada gilirannya secara tepat. Disini mulai diperlukan ketrampilan komunikasi mendengar dan berbicara satu sama lain, disini mulai dibutuhkan yang namanya koordinisasi, di sini mulai dibutuhkan disiplin tepat waktu, tepat jumlah, tepat langkah. Kesempatan berperan menjadi anggota tim ataupun menjadi koordinator team merupakan ruang belajar dan bertumbuh yang harus dimanfaatkan dan dipersiapkan untuk dapat naik ke jenjang berikutnya.
  3. CM – Competent Manager yang singkatnya adalah berurusan dengan bidang dan variabel organisasi yang lebih luas, bukan hanya pekerjaan sendiri, bukan hanya proses dalam sebuah tim, tapi mulai mengelola sumber daya organisasi secara lebih luas, yaitu waktu (time), anggaran (money), mesin (machine), orang (people), proses yang terangkum dalam sebuah kesatuan sistem yang lebih luas (People & Resources). Di sini kemahiran yang dibutuhkan adalah pengelolaan, perancangan sistem untuk menghasilkan output pada tingkat produktifitas, efisien dan efektifitas serta akurasi yang lebih tinggi. 
  4. EL – Effective Leader yang singkatnya berurusan dengan fungsi organisasi yang lebih luas atau sebuah unit usaha dengan fungsi-fungsi yang lebih luas (Change & System). Dapat dikatakan di sini seorang pemimpin mengarahkan sebuah divisi yang terdiri banyak departemen, dengan banyak sistem  yang bekerja bersama. Kemampuan berpikir sistematis, mampu melihat masalah secara parsial maupun holistik menjadi kemahiran yang sangat diperlukan. Namun demikian pada posisi ini kemampuan menjalin hubungan dengan manusia tetap menjadi faktor yang dominan selain kemampuan mengelola faktor non-manusia seperti sistem, anggaran, mesin, dan sumberdaya-sumberdaya lainnnya. Di sini pemimpin sudah berurusan dengan soal Perubahan dan Sistem.
  5. Level 5 – Executive atau Great Leader adalah pemimpin puncak pada tingkat korporat. Dapat dikatakan ia berurusan dengan masalah eksistensi organisasi dan budaya organisasi sebagai roh dan jiwa organisasi yang menentukan jatuh bangun organisasi ke depan (Existance & Culture).

Selain ancangan dari Jim Collins, kita dapat juga merujuk pada 5 (lima) jenjang yang dirujuk oleh Center of Creative Leadership pengembangan kepemimpinan dimulai dari kemahiran memimpin diri sendiri (leading self), lalu memimpin orang lain (leading others), memimpin para manajer (leading manager), memimpin fungsi (leading functions) dan puncaknya adalah memimpin organisasi (leading organization). Konsepnya dapat diunduh melalui link ini

Pakar kepemimpinan lainnya yang membahas tentang pengembangan kepemimpinan dan jenjang kepemimpinan ini adalah Ram Charan dalam bukunya Leadership Pipeline dengan konsepnya “Six Leadership Passage”. Salah satu sumber di internet yang dapat Anda akses untuk menggali lebih lanjut konsep ini adalah Mindtools.COM 

Ketiga narasumber ini, Jim Collins, Ram Charan, Center of Creative Leadership membahas satu hal yang sama dari perspektif yang berbeda. Menggali dan mencermatinya lebih seksama akan memampukan Anda melihat permasalahan kepemimpinan dalam organisasi Anda dengan lebih tajam, komprehensif dan tepat. Hmmm lebih tepat lagi Anda mengangkat telepon sekarang dan menghubungi saya untuk berbicara memberikan pencerahan kepemimpinan bagi para pemimpin dalam organisasi Anda, setuju??? 

Satu pesan yang saya yakini dan telah terjadi dalam diri saya, adalah ketika kita mempersiapkan diri dan menambah wawasan, pengalaman, keterlibatan nyata dalam kepemimpinan sehari-hari akan meningkatkan “Readiness to lead” kita, maka ketika kesiapan mencukupi, peluang kepemimpinan untuk memimpin pada tingkat berikutnya datang dengan sendirinya. Trust me, it works!

Artikel selanjutnya kita akan membahas tentang Leader’s Behavior yang menjelaskan dan menjawab pertanyaan “Apa sih yang dilakukan pemimpin sehari-hari””?”

Selamat Memimpin Perubahan,

TiTuS Permadi

General Manager Human Resources & Gen. Affairs

THAMRIN GROUP – Palembang

M: 0878 5577 8882

wps5AF0.tmp

Artikel sebelumnya:

  1. Kepemimpinan ala BODREX, solusi jitu abad ke 21
  2. Kepemimpinan ala PHILIPS, terus terang terang terus
  3. The REXONA Way: Freshing Smell Leadership Today
  4. Life is SO NICE, Be A So Nice Leader
  5. Kepemimpinan ala RINSO, Nggak ada noda ya nggak belajar
  6. Kepemimpinan ala Telkomsel 4G LTE : Magnet Strategis Pengelolaan SDM Masa Depan
  7. Kepemimpinan ala Pegadaian
  8. Wavin: Filosofi Kepemimpinan ala Bengawan Solo
  9. Memimpin Seperti Teh Botol Sosro, Mengelola Seperti Indomie
  10. Kepemimpinan ala Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak
  11. Kepemimpinan bergoyang ala “All About The Bass” Meghan Trainor
  12. L-Men Six Pack Leadership Secret
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s