Leader’s Behavior: Munksiji Leadership Matrix Summary versi 1.0

Tulisan kali ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul “Munksiji Leadership Matrix Summary, versi 1.0” yang membahas tentang salah satu poin dari ringkasan tentang kepemimpinan ini, yaitu “Leader’s Position”. Secara garis besar, pada tulisan itu memaparkan tentang peta perjalanan karir seseorang yang ingin menempuh jalan kepemimpinan sebagai jalur untuk mengubah nasibnya dan mengubah nasib orang lain di sekelilingnya. Konektifitas intelektual yang saya rujuk untuk meramu-padukan konsepsi dan ancangan praktek kepemimpinan ini berturut-turut adalah:

Setelah kemarin Anda membaca tentang peta perjalanan karir seorang pemimpin (roadmap), maka pembahasan berikut ini adalah tentang perilaku pemimpin. Dalam bidang apa dan dalam bentuk apa perilaku kepemimpinan yang akan Anda lakukan dalam mengisi agenda kepemimpinan Anda sehari-hari.

Leader’s Behavior

Ya perilaku kepemimpinan (Leader’s Behavior) adalah pertanyaan besar yang dulu menghalangi saya untuk memberanikan diri berjalan di “Jalan Kepemimpinan”. Pada saat itu, saya tidak berani memimpin karena saya tidak tahu apa sih pekerjaan seorang pemimpin? Apa sih agenda sehari-hari seorang pemimpin? Bagaimana sih ia membangun hubungan (relationship) dan meningkatkan mutu hubungan kepemimpinan (leadership relations quality) yang ia jalin dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) yang relevan dengan peran dan jabatan kepemimpinan yang sedang ia pikul? PEMIMPIN, Apa sih sebenarnya yang kau lakukan? Apa agenda perilaku dan serangkaian serial perilaku yang dapat ia jalankan untuk meningkatkan mutu dan dampak kehadiran kepemimpinannya (quality and impact of your leadership presence)?.

Ketika bertanya kepada pemimpin-pemimpin senior yang saya temui, tak ada jawaban yang memuaskan hingga akhirnya saya sempat mempelajari kepemimpinan secara lebih mendalam dengan membedah berbagai literatur-literatur kepemimpinan. Inspirator utama dalam menyingkap misteri apa yang dilakukan oleh pemimpin, terjelaskan bagi saya dari berbagai sumber.

Kepemimpinan Adalah Perilaku, kata Kouzes & Posner

Salah satu hal yang menggembirakan dari pertemuan saya dengan kepemimpinan adalah pernyataan dari Kouzes & Posner, dimana penelitian yang mereka selenggarakan memberikan temuan yang didukung dengan bukti yang kuat bahwa kepemimpinan adalah perilaku.

Inilah pernyataan mereka dalam situsnya:

Kepemimpinan adalah bukan persoalan kepribadian; kepemimpinan adalah soal perilaku – serangkaian ketrampilan dan kemampuan yang dapat diamati.

Leadership is not about personality; it’s about behavior—an observable set of skills and abilities. Leadership is about behavior.

Dalam penelitian mereka, Kouzes & Posner mengklasifikasikan perilaku terbaik pemimpin ke dalam 5 (lima) praktek perilaku kepemimpinan, yaitu:

  • Model The Way – Menunjukkan Jalan dengan memberikan contoh/keteladanan
  • Inspire a Shared Vision –  Menginsirasikan Visi bersama
  • Challenge the Process – Pemimpin harus mengubah proses yang sekarang untuk menghasilkan hasil yang berbeda
  • Enable Others to Act – Memberdayakan orang untuk berpartisipasi dan berkontribusi sebagai bagian dari perubahan dan kemajuan
  • Encourage the Heart – Memberikan dukungan moril dan semangat kepada tim

Belajar dari Model Kepemimpinan US ARMY

Salah satu model kepemimpinan berbasis perilaku yang mencerahkan pemikiran saya tentang kepemimpinan adalah konsep dari US ARMY Leadership Model, dimana dalam konsepsi kepemimpinan mereka, secara jelas ada 3 (tiga) dimensi kepemimpinan yang harus dikembangkan dari diri seorang pemimpin.

Yang pertama adalah persoalan BE, seperti apa seorang pemimpin itu harus menjadi, sosok pemimpin yang seperti apa yang mau dibentuk?. Yang kedua adalah DO, yaitu apa yang dilakukan oleh seorang pemimpin sehari-hari? dan yang ketiga adalah persoalan KNOW, pengetahuan, ketrampilan, dan kompetensi apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Konsepsi ini diturunkan dari definisi kepemimpinan yang mereka rumuskan, yaitu: Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang – dengan memberikannya tujuan, arah dan motivasi, sembari melakukan operasi atau pelaksanaan untuk  menyelesaikan misinya dan meningkatkan organisasi.

Leadership is influencing people—by providing purpose, direction, and motivation—while operating to accomplish the mission and improving the organization.

Mari kita perhatikan gambar di bawah ini, dimana dalam hal “Actions” atau “Do” ada 3 (tiga) perilaku seorang pemimpin yaitu: “Influencing – Operating – Improving”, saya sering mengajarkannya kepada tim saya dengan singkatan I-O-I.

b3_2795

Perilaku seorang pemimpin lebih jelasnya adalah:

  1. Influencing – Mempengaruhi
    1. Communicating – Berkomunikasi
    2. Decision Making – Membuat keputusan
    3. Motivating – Memotivasi
  2. Operating – Menjalankan operasi
    1. Planning – Merencanakan atau mempersiapkan
    2. Executing – Melaksanakan
    3. Assessing – Mengevaluasi pelaksanaan
  3. Improving
    1. Developing – Mengembangkan orang lain
    2. Building – Mengembangkan organisasi
    3. Learning – Belajar meningkatkan diri

Setelah melihat ke sembilan perilaku tadi, maka cerahlah pikiran saya, bahwa ternyata agenda sehari-hari seorang pemimpin adalah komunikasi – berbicara dan mendengarkan orang lain – meluruskan pendapat yang beda, pengambilan keputusan – memilih satu di antara banyak pilihan – memprioritaskan yang satu ke puncak urutan, memotivasi orang lain-membuat mereka tersenyum kembali, membuat mereka bersemangat kembali, membuat rencana apa yang mau dikerjakan, lalu mengerjakannya, bila hasilnya bagus dipertahankan, bila hasilnya belum bagus dikoreksi kekeliruan yang telah dilakukan, belajar untuk menambah ketrampilan, mengajar orang lain dan mengatur sistem kerja dalam organisasi…

Wadalah, coba perhatikan sekali lagi, bukankah itu semua yang sudah kita lakukan dalam pekerjaan kita sehari-hari? Jadi belajar memimpin itu mudah atau sulit? Belajar memimpin itu hanya untuk orang tertentu ataukah semua orang bisa mempelajarinya? Ha ha ha, rahasianya tersingkap sudah.

image012

Yang dimaksud dengan Influencing adalah seorang pemimpin melakukan tindakan komunikasi kepada anak buahnya, ini adalah “communicating”. Komunikasi yang disampaikan haruslah jelas dipahami oleh anak buahnya. Ini mencakup instruksi, arahan, petunjuk, target yang harus dicapai, misi yang harus diselesaikan. Elemen influencing berikutnya adalah ketika menghadapi situasi dan problem nyata di lapangan, seorang pemimpin harus mampu membuat keputusan yang tegas, mantap, tanpa ragu-ragu, sehingga seluruh anak buahnya bertindak dalam kepastian dan kemantapan, ini adalah “decision making”.  Elemen yang ketiga adalah memotivasi atau “motivating”. Di sini berarti pemimpin harus mampu berperilaku melalui ucapan, tindakan, dan ekspresi, serta argumentasi sehingga anak buah mempunyai alasan yang kuat, keyakinan yang kuat untuk menjalankan arahan, petunjuk dan instuksinya serta mempunyai kemantapan hati, keikhlasan, daya tahan dan ketabahan untuk menghadapi masalah yang ada di lapangan secara nyata.

Yang dimaksud dengan Operating, adalah seorang pemimpin bersama anak buahnya melakukan serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan dari misinya. Sebuah hasil kerja yang baik terjadi karena siklus persiapan, pelaksanaan dan evaluasi untuk perbaikan dilakukan dengan cermat, tidak sembrono dan awut-awutan. Perencanaan atau persiapan “planning” adalah segala sesuatu penyiapan sebelum pemimpin dan timnya bertindak, pada aspek non-manusia itu menyangkut penyiapan material, mesin atau peralatan, uang, informasi dan lain sebagainya. Pada aspek manusia berarti itu menyiapkan motif, kompetensi, kemampuannya untuk “ready”, “willing”, “able” sehingga misi dan penugasan yang diembannya berhasil. Pelaksanaan atau “executing” berarti pada momen pelaksanaan, pemimpin dan timnya dapat menanggulangi, beradaptasi dan melakukan terobosan sesuai perkembangan di lapangan dengan tetap memastikan bahwa target dan misinya tercapai, di sinilah pintar, cerdik dan banyak akal mendapat ruang untuk unjuk gigi.

Slide85

Yang dimaksud dengan Improving, berarti perilaku pemimpin bukan hanya menyelesaikan misinya, namun juga menjadi tugasnya untuk membangun aspek manusia seperti melakukan kaderisasi, pembinaan anak buah, penyusunan materi dan metode pelatihan,  maupun aspek non-manusia seperti merawat gedung, memutahirkan peralatan, pra sarana, metode pelatihan di dalam organisasinya.

Dari dari ke 9 (sembilan) elemen perilaku yang terangkum dalam 3 (tiga) kategori perilaku pemimpin ini semuanya adalah hal yang dapat dipelajari. Siapa pun dengan berbekal kecerdasan yang memadai dan motivasi yang cukup untuk meningkatkan kapabilitas kepemimpinannya dapat melakukan dan melewati tahapan yang diperlukan untuk mencapai level-level kompetensi elemen-elemen ini.

Inilah alasan mengapa kepemimpinan itu dapat dipelajari. Karena kepemimpinan adalah perilaku, maka ia dapat diamati, diukur, dan ditiru atau dipelajari. Mudah bukan?

Belajar dari Peneliti Kepemimpinan, Gary Yukl

Slide87

Pada tahun 2002 Yukl, bersama dengan Angela Gordon dan Tom Taber menerbitkan hasil penelitian mereka tentang kepemimpinan selama lebih dari 50 tahun. Mereka mengklasifikasikan perilaku pemimpin ke dalam tiga bidang: tugas, hubungan, dan perubahan. Mereka memerincikan perilaku-perilaku yang menjadi elemen dari setiap bidang.

Konsepsi perilaku kepemimpinan dari Yukl memberikan perspektif yang menyempurnakan model sebelumnya. Melalui laporan penelitiannya yang berjudul “Yukl’s: A Hierarchical Taxonomy of Leadership Behavior”, Yukl memberikan penjelasan tentang perilaku kepemimpinan yang dapat diklasifikasikan dalam 3 (tiga) kategori perilaku yang disusun dari 12 (dua belas) perilaku sebagaimana saya telah ringkaskan pada tabel di atas.

Gambar berikut ini saya peroleh dari internet, yang menjabarkan ke dua belas perilaku tersebut dalam bahasa aslinya. (Mohon maaf belum sempat saya terjemahkan)

slide_6

Pada bulan November 2012, Yukl menyempurnakan taksonomi perilaku pemimpin menjadi 4 (empat) bidang, yang tersusun dari 15 (lima belas) perilaku yaitu:

  1. Berioentasi Tugas (meliputi: klarifikasi peran, perencanaan, pemantauan eksekusi operasional, pemecahan masalah) — Task-oriented (clarifying, planning, monitoring operations, problem solving)
  2. Berorientasi Hubungan (meliputi: dukungan, pengembangan, pujian atau pengakuan, dan pemberdayaan) — Relations-oriented (supporting, developing, recognizing, empowering)
  3. Berorientasi Perubahan (meliputi: penasehat, bervisi, mendorong inovasi, memfasilitasi pembelajaran bersama) — Change-oriented (advocating, envisioning, encouraging innovation, facilitating collective learning)
  4. Berorientasi Eksternal (meliputi: membangun jejaring, memonitor kondisi dan perubahan di luar organisasi, mewakili organisasi) — External (networking, external monitoring, representing)

Dari Yukl ini maka selain I-O-I (Influencing-Operating-Improving) maka perilaku pemimpin dapat dilihat dari perspektif dan ekspresi perilaku yang berbeda, walaupun secara esensial ada kesamaan di antara keduanya. Karena di susun oleh orang sipil, maka perilaku kepemimpinan T-R-C-E (Task-Relations-Change-External) ada bedanya dengan I-O-I yang dibuat oleh kalangan militer. Saya melihat perbedaan ini di bagian Change & External.

Bila penekanan utama pendekatan militer adalah penuntasan misi-biasanya misi mengahancurkan lawan, maka di kalangan sipil atau organisasi bisnis yang dibidik adalah Change dan External. Mengapa bagi kalangan bisnis, perilaku C-E ini relevan dan bukan melulu O-perating saja? Hal ini dapat dijelaskan karena organisasi bisnis harus selalu menyesuaikan dengan variabel-variabel eksternal yaitu pasar (Market), customer (Pelanggan), kompetitor (Competitor) dan teknologi (Technology). Maka seorang pemimpin perlu kuat di perilaku berorientasi Change & External, karena ibarat menyetir mobil, ia harus selalu awas dan waspada serta melakukan penyesuaian (Change) dengan kepadatan lalu lintas (External) dan pergerakan kendaraan di kanan-kiri-depan-belakang nya supaya tidak nubruk dan nyemplung ke kali.

Bagaimana perilaku para praktisi pemimpin organisasi bisnis di Indonesia?

Dear pembaca, saya mencoba membuat sebuah penelitian sederhana untuk mengetahui bagaimana perilaku pemimpin organisasi di Indonesia dilihat dari taksonomi perilaku pemimpin dengan model dari Yukl, sebagai berikut:

Bagaimana Penerapannya?

Pembaca yang budiman, dengan penjelasan perilaku pemimpin adalah M-I-C-E-E (Kouzes & Posner) I-O-I (US Army Model) dan T-R-C-E (Yukl), maka buatlah daftar dari semua perilaku dalam sebuah tabel, lalu jadwalkanlah dalam agenda harian Anda, pada perilaku mana Anda mau melakukan perbaikan dan peningkatan.

Lakukanlah refleksi, introspeksi dan mintalah feedback dari orang lain untuk menemukan di perilaku kepemimpinan mana yang Anda masih kurang, lalu lakukan perbaikan disitu. Dengan demikian maka kapabilitas kepemimpinan Anda akan meningkat dan otomatis, sebentar lagi kesempatan memimpin pada tingkat berikutnya akan menghampiri Anda. Trust me, it works!

Selamat Memimpin Perubahan

 

TiTuS Permadi

Sumber bacaan:

  1. http://www.johnballardphd.com/blog/what-do-leaders-do-management-style
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s