Sudahkah Anda Menjadikan Karyawan Sebagai PACAR Anda ?

Pengalaman saya bergelut di bidang pengelolaan SDM adalah habitat belajar yang sangat berharga. Sebagai  habitat belajar dalam dinamika interaksi sosio-economic yang senantiasa mengalir menjadikan jumlah pengamatan dan temuan menjadi tak terbatas. Beberapa hal yang menjadi catatan penting dalam pembelajaran pengelolaan SDM yang ingin saya bagikan hari adalah sebagai berikut:

  1. Pemimpin adalah aktor penting dalam dinamika organisasi
  2. Kompetensi kepemimpinan adalah kurikulum wajib dalam sistem pembelajaran organisasi
  3. Karyawan adalah kekuatan sekaligus kelemahan organisasi
  4. Kompetensi karyawan berbanding lurus dengan output perusahaan
  5. Mengelola karyawan sebagai PACAR akan jadi sangat mengasyikkan

Pemimpin adalah aktor penting dalam dinamika organisasi

Temuan penting tentang kepemimpinan yang menarik perhatian saya adalah hasil penelitian Gallup. Penelitian ini mengatakan bahwa 50% alasan karyawan keluar dari pekerjaannya adalah gara-gara sebel dengan pimpinan atau manajer-nya. (Fortune.COM).

“A new Gallup study released Thursday sheds new light on worker-manager relationships, finding that about 50% of the 7,200 adults surveyed left a job “to get away from their manager.”

Jadi kalau mau membuat karyawan tidak betah, kita beri saja pimpinan yang buruk, nanti anak buahnya akan pergi semua, begitu maksudnya pak? tanya, Andi anak buah saya dulu. Hush “ngawur” kamu, bukan begitu intinya. Pelajaran penting di sini adalah bahwa perusahaan berada dalam bahaya berpotensi kehilangan 50% karyawannya apabila ia tidak melatih manajernya tentang praktek kepemimpinan dan petunjuk tentang menjalankan peran kepemimpinan yang efektif. Pembelajaran tentang kepemimpinan harus menjadi kurikulum wajib bagi setiap organisasi selain menitikberatkan pada fungsi penjualan dan pemasaran mereka.

Selain itu, para HR Manajer perlu menyadari tugas pentingnya adalah menemukan bakat-bakat pemimpin di antara para karyawannya. Ia sendiri juga harus giat mematangkan kepemimpinannya agar mampu mewadahi pemimpin-pemimpin dalam organisasinya yang terus semakin pintar dan semakin maju. Sebagai seorang HR Manajer ia tidak boleh ketinggalan dalam hal kepemimpinan.

Sajian lainnya dari studi Gallup ini mengungkapkan juga bahwa uang itu penting, namun tidak dapat membeli loyalitas karyawan. Lalu Andi bertanya kepada saya, pak saya jadi bingung, lalu mengelola karyawan itu bagaimana? Begini Andi, nanti kalau kamu jadi HR Manajer, selain harus pintar cari dan latih pemimpin, kamu juga harus bisa membuat stuktur gaji yang memadai, adil dan relevan. Struktur gaji tersebut harus memenuhi konsep pay for the person, pay for the position, dan pay for performance.

Mata Andi berbinar cerah sambil nyerocos, wah pak ajari aku membuat salary grading dong. Sambil usil saya jawab si Andi… hmmm “wani piro”? Sekarang si Andi “mrengut” sambil mengumpat…”asem tenan.”

“Money is important, but it doesn’t buy employee loyalty”

Hubungan antara pimpinan dan anak buah (leader-member relationship) adalah harmoni hubungan yang harus dikelola dengan sentuhan manusiawi yang efektif. Pemimpin yang efektif mampu menyeimbangkan antara kepentingan masa depan yang stratejik dan masa sekarang atau operasional dan antara tugas/hasil dengan unsur-unsur kemanusiaan berbasis respect, trust, dan profesionalisme.

Kompetensi kepemimpinan adalah kurikulum wajib dalam organisasi

Satu hal yang pasti di dunia yang tidak pasti adalah perubahan itu sendiri. Tugas seorang pemimpin adalah membawa organisasi di tengah dinamika perubahan atau banyak dibicarakan oleh pakar manajemen VUCA (volatility, uncertainty, complexity and ambiquity) menuju suatu kondisi yang lebih baik dengan tingkat keselamatan yang tinggi dan tingkat kesejahteraan yang membaik. 

Berikut ini adalah konsep dan praktek kepemimpinan yang tepat dalam situasi sekarang ini. “H8 Leadership Matrix” dari Herald Siagian sangat menarik untuk dijadikan panduan pembelajaran kepemimpinan.

Final dari sebuah konsepsi dan praktek kepemimpinan adalah mencipta suasana kerja yang kondisif, mendorong produktifitas, meningkatkan moril karyawan dan menciptakan pemimpin-pemimpin untuk generasi selanjutnya.

Karyawan adalah kekuatan sekaligus kelemahan organisasi

Sebuah organisasi menjadi maju dan berkembang selain karena faktor kepemimpinan juga disebabkan oleh sumber daya manusia di dalamnya. Kerja cerdas dan kerja keras adalah upaya yang menghasilkan produktifitas. Kerja cermat akan menjaga kualitas, dan kerjasama tim yang baik akan menggerakkan sinergi seluruh organisasi.

Manusia adalah satu-satunya mahkluk yang mampu beradaptasi karena kecerdasannya. Demikian juga adaptasi perusahaan terhadap turbulensi VUCA akan terjawab oleh SDM di dalamnya yang cerdas, inofatif, kreatif, berkomitmen dan berkarakter.

Kompetensi karyawan berbanding lurus dengan output perusahaan

Kompetensi menjadi kata kunci dalam kancah daya saing antar perusahaan sekarang ini. Lingkungan kerja digital saat ini membutuhkan karyawan-karyawan berbasis pengetahuan. Namun, tentu saja bukan karyawan yang kecanduan sosial media dan update status saja kerjaannya. Dimaksudkan disini bahwa kompetensi karyawan selain untuk menjalankan proses bisnis yang efektif juga memampukan karyawan untuk berkreasi dan membantu perusahaan dalam menemukan serta membangun peluang-peluang bisnis yang baru, apakah itu bisnis retail, manufakturing, layanan dan informasi.

Tekanan VUCA menjadi terlalu berat bila dihadapi sendiri oleh jajaran manajemen puncak. Jajaran manajemen menengah dan operasional di bawah harus mempunyai kompetensi yang relevan agar seluruh organisasi dapat bergerak maju.

Mengelola karyawan sebagai PACAR akan jadi sangat mengasyikkan

Lanskap ekonomi saat ini mengalami kemajuan dan dinamika yang pesat dan menjadi GODISO® (Global-Digital-Social Media). Setiap organisasi akan menghadapi SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) dari perubahan ini maupun VUCA (volatility, uncertainty, complexity and ambiguity) terjadi setiap hari dalam alunan irama Comics (Change, Growth & Dynamics).

SWOT, VUCA, dan COMICS ini dialami oleh setiap organisasi bahkan menyentuh setiap pribadi karyawan dan keluarga. Di dalam menemukan peluang, kesempatan dan perluasan pasar yang bukan hanya lokal tetapi menuju ke global setidaknya ada 3 kompetensi esensial yang harus dipersiapkan.

Managing people as your primary PACAR (partner, capital, asset and future investment) telah menjadi sebuah keharusan.

couple-307924_1280Partner. Untuk membangun kelangsungan bisnis jangka panjang bersama orang-orang yang kompeten dan terus bertumbuh, perusahaan perlu mengubah orientasinya dari melihat SDM sebagai karyawan (orang yang berkarya dan dibayar atas karyanya) menjadi mitra bisnis (partner) yang bekerja bersama organisasi untuk memajukan organisasi yang dibayar bukan sekedar atas hasil karyanya tapi atas kontribusinya.

Capital. Karyawan bukan dimengerti sebagai sumber daya yang hanya dieksplorasi tenaganya. Human Capital adalah istilah yang dipopulerkan oleh Gary Becker, seorang ekonom dari University of Chicago, dan Jacob Mincer yang mengacu pada bekal pengetahuan, kebiasaan, atribut sosial dan kepribadian, termasuk kreativitas, diwujudkan dalam kemampuan untuk melakukan kerja sehingga menghasilkan nilai ekonomi. Atau, Human Capital adalah kumpulan sumber-semua pengetahuan, bakat, keterampilan, kemampuan, pengalaman, kecerdasan, pelatihan, penilaian, dan kebijaksanaan yang dimiliki secara individual dan kolektif oleh individu dalam suatu populasi. sumber daya ini merupakan keseluruhan total kapasitas orang-orang yang mewakili bentuk kekayaan yang dapat diarahkan untuk mencapai tujuan bangsa atau negara atau bagiannya.

Asset. Dalam pengertian ekonomi aset adalah harta atau kekayaan organisasi. Aset di dalam organisasi didayagunakan, ditumbuhkembangkan untuk dapat berkelanjutan menghasilkan output dan manfaat yang bernilai bagi organisasi dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya.

Future investment. Pepatah lama mengatakan bila ingin menuai dalam tiga bulan, tanamlah jagung. Bila ingin mendapatkan hasil dalam 5 tahun, tanamlah pohon, dan bila ingin memperoleh hasil jangka panjang, tumbuh kembangkanlah manusia. Lakukan hal ini di perusahaan Anda dengan memiliki pemimpin-pemimpin yang efektif, yang dapat membangun hubungan yang kondusif dengan anak buahnya, berikanlah kompensasi yang adil dan kompetitif sehingga kesejahteraan karyawan terjamin. Lalu melalui paduan keduanya pemimpin-anak buah yang terkelola baik, kelanggengan dan kemajuan organisasi Anda di tengah VUCA, SWOT dan COMICS tetap terjaga.

07-flyer-seminar-digital-transformationSalam GODISO®
Digital Transformation Partner

TiTuS Permadi – M: 0811 126 5757
godiso.temanpionirku.com

Sumber bacaan:

  1. Half of us have quit our job because of a bad boss, Fortune.COM
  2. Turning Around Employee Turnover, Gallup.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s