BADAI KEHIDUPAN

Sember: Feri Sumsel (teman di One HR Indonesia)

mountain-road-1556177_1280*Seorang Anak mengemudikan mobilnya bersama ayahnya. Setelah beberapa puluh kilometer, TIBA² awan hitam datang bersama angin kencang Langit menjadi gelap. Beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

“BAGAIMANA, Ayah? Kita berhenti?”, Si Anak bertanya.
“Teruslah.. !”, kata Ayah.

Anaknya TETAP menjalankan mobil. Langit makin gelap, angin bertiup kencang. Hujanpun turun. Beberapa pohon bertumbangan, BAHKAN ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan . Terlihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.

“Ayah…?”
“TERUSLAH mengemudi!” kata Ayah sambil terus melihat ke depan.

Anaknya TETAP mengemudi dgn bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandangan HANYA berjarak beberapa meter saja.

Si Anak mulai takut.
NAMUN… tetap mengemudi WALAUPUN sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilo ke depan, dirasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. SETELAH bbrp kilometer lagi, SAMPAILAH mereka pd daerah yg kering & matahari bersinar.

“SILAKAN berhenti & keluarlah”, kata Ayah.
“KENAPA sekarang?”, tanya-nya .
“Agar kau BISA MELIHAT seandainya berhenti di tengah badai”.
Sang Anak berhenti & keluar. Dia melihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung.

Dia MEMBAYANGKAN orang² yang terjebak di sana. Dia BARU mengerti bahwa JANGAN PERNAH BERHENTI di tengah badai KARENA akan terjebak dalam ketidakpastian.

JIKA kita sedang menghadapi “badai” kehidupan, TERUSLAH berjalan, JANGAN berhenti, & putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus menakutkan.

LAKUKAN saja Apa yang dapat kita lakukan, & yakinkan diri bahwa BADAI PASTI BERLALU. KITA tidak kan pernah berhenti tetapi maju terus, Karena kita yakin bahwa di depan sana Kepastian dan Kesuksesan ada untuk kita…

HIDUP TAK SELAMANYA BERJALAN MULUS !!

-BUTUH batu kerikil supaya kita BERHATI-HATI..
– BUTUH semak berduri supaya kita WASPADA..
– BUTUH Pesimpangan supaya kita BIJAKSANA dalam MEMILIH..
– BUTUH Petunjuk jalan supaya kita punya HARAPAN tentang arah masa depan..

•• Hidup Butuh MASALAH supaya kita tahu kita punya KEKUATAN..
•• BUTUH Pengorbanan supaya kita tahu cara BEKERJA KERAS..
•• BUTUH airmata supaya kita tahu MERENDAHKAN HATI
•• BUTUH dicela supaya kita tahu bagaimana cara MENGHARGAI..
•• BUTUH tertawa n senyum supaya kita tahu MENGUCAPKAN SYUKUR..
•• BUTUH Orang lain supaya kita tahu kita TAK SENDIRI..

Jangan selesaikan MASALAH dgn mengeluh, berkeluh kesah, dan marah”.

Selesaikan saja dengan sabar, bersyukur, dan jangan lupa TERSENYUM.

Teruslah MELANGKAH walau mendapat RINTANGAN, Jangan~ takut..

SAAT TIDAK ADA LAGI DINDING UNTUK BERSANDAR, NAMUN MASIH ADA LANTAI UNTUK BERSUJUD.

Perbuatan baik yang paling sempurna adalah perbuatan baik yang tidak~ terlihat, Namun.. Dapat dirasakan hingga jauh kedalam relung hati.

Jangan menghitung apa yang hilang, namun hitunglah apa yang tersisa.

Sekecil apapun penghasilan kita, pasti akan cukup bila digunakan untuk Kebutuhan Hidup.

Sebesar apapun penghasilan kita, pasti akan kurang bila digunakan untuk Gaya Hidup

Tidak selamanya kata-kata yang indah itu benar, juga tidak selamanya kata-kata yang menyakitkan itu salah. Hidup ini terlalu singkat, lepaskan mereka yang menyakitimu, sayangi mereka yang peduli padamu. Dan berjuanglah untuk mereka yang berarti bagimu.

Bertemanlah dengan semua dengan, tapi bergaulah dengan orang yang berintegritas dan mempunyai nilai hidup yang benar, karena pergaulan akan mempengaruhi cara kita hidup dan masa depan kita.

Semoga bermanfaat.

Masak sego…mateng no

 

animal-1566724_1920

Kemarin, saya ketemu seorang pemborong besi dan las di Ruko kakak saya yang menjual Shunda Plafon. Sambil menunggu pesanannya disiapkan, maka kami pun mengobrol untuk saling kenal dan menambah persaudaraan.

Pak Sahono demikian panggilannya, berasal dari Jawa Tengah dan sudah merantau di Jakarta sejak 38 tahun yang lalu. Ia pun menceritakan tentang pekerjaannya sebagai pemborong besi dan las, karena hanya itu kompetensi yang ia miliki. Dalam perjalanan hidupnya yang indah, ia dikarunia 5 orang anak, namun satu orang telah meninggal dunia.

Saya takjub ketika mendengar ke empat anaknya semua berpendidikan tinggi minimal S1. Ada juga yang S2 bahkan anak yang pertama sedang melanjutkan studi S3 di Malaysia sementara mempunyai sekolah untuk SD-SMP dengan 400-an siswa. Melengkapi semua itu anak perempuannya yang paling kecil bisa meraih beasiswa karena prestasinya selalu masuk 5 besar, saat ini sedang meneruskan studi S1 di Sudan.

Ingin tahu apa rahasianya membangun keluarga dan mendidik anaknya hingga berpendidikan tinggi maka saya pun bertanya ke pak Sahono apa rahasianya?

Jawabnya sangat mencengangkan saya: “Masak sego matengno” sebuah kalimat dalam bahasa Jawa atau dalam bahasa Indonesia artinya menanak nasi teruskan hingga matang.

Bila memasak nasi selesaikan sampai matang. Karena bila tidak matang tidak enak dimakan.

Wow nasehat seserhana namun merupakan prinsip ketuntasan, keikhlasan dan ketekunan dalam bekerja. Pantesan semua anaknya berhasil karena tidak pernah berhenti di tengah jalan.

WOW kata saya dalam batin. Luar biasa sekali jawaban yang sekaligus filosofi hidup dan filosofi yang benar dan esensial. Coba kita periksa lagi apa yang kita kerjakan, bukankah kegagalan yang kita alami lebih disebabkan karena kita tidak menuntaskan seluruh prosesnya? Bukankah benar ketika kita mandeg dan tidak melanjutkan mewujudkan sasaran-sasaran yang kita tetapkan adalah karena kita seperti menanak nasi tapi tidak melanjutkannya hingga matang?

Sebaliknya, coba tengok kembali keberhasilan yang telah Anda capai, bukankah itu terjadi karena Anda menjalani prinsip ini, “Masak sego matengno”.

Pernahkan Anda memakan nasi yang belum matang? “Nglethis” kata orang Jawa ketika memakan butir nasi yang belum matang. Apakah nikmat? Apakah memuaskan? Hmmm, sama sekali tidak bukan?

Di tarik ke dimensi personal, “Masak sego matengno” merupakan anjuran, petunjuk sekaligus ajaran bahwa dalam mengerjakan segala sesuatu kita perlu menyelesaikannya hingga tuntas, hingga mencapai titik mutu yang dipersyaratkan. Bilamana ini tidak dilakukan maka hasilnya akan di bawah standar, hasilnya akan mengecewakan, hasilnya tidak ada manfaatnya.

Dalam dimensi seorang pekerja, “Masak sego matengno” dapat menjadi sebuah etos kerja yang kita terapkan. Ketika kita menerima peran, tugas dan tanggungjawab maka selesaikan itu hingga tuntas, kerjakanlah itu dengan ketekunan, jalanilah itu dengan keikhlasan dan laluilah itu dengan rasa yang dinikmati dan jangan jadikan beban.

Dalam dimensi hubungan pemberi kerja dan pekerja, maka sebagai pekerja bila Anda bekerja, bekerjalah dengan mutu kerja yang final, berikan hasil kerja yang utuh, tidak setengah-setengah dan tidak terbengkalai di tengah jalan. Bila Anda selalu bekerja dengan prinsip ini “Masak sego matengno”, pastilah karir Anda akan selalu meningkat dan kehidupan Anda akan berjalan penuh berkat.

Pak Sahono, perjumpaan dengan Bapak adalah sebuah peristiwa yang berguna, karena itu menjelaskan rahasia kinerja dan prestasi dimulai dengan sebuah pemahaman sederhana namun hakiki, memasak nasi hingga matang “Masak sego matengno”.

Sebuah etos kerja, sebuah anjuran, sebuah ajaran, sebuah jawaban dan sebuah petunjuk solusi untuk menjalani kehidupan, meniti karir dan mendidik anak serta membangun keluarga.

Adalah tugas saya dalam era informasi digital ini untuk membagikan nilai-nilai keemasan yang terkandung dalam ungkapan “Masak sego matengno” yang Bapak sampaikan bagi para netizen dan follower dalam jejaring digital yang dapat saya jangkau.

“Masak sego matengno”, mantap, sederhana, jelas dan jitu.

Apakah Anda akan menerapkan prinsip ini dalam cara Anda bekerja dan menjalani kehidupan mulai hari ini? Bila Anda sudah menerapkannya dalam hidup Anda dan ingin teman-teman Anda yang lain menerapkan prinsip yang sama, bagikanlah tulisan ini untuk mereka.

“Masak sego matengno”

Salam GODISO® Digitally Present

T. PERMADI – +62 811 126 5757
GODISO® Founder
godiso.temanpionirku.com

Bhinneka Tunggal Ika – Indonesia Proven, Leadership Way

Setahun yang lalu menjelang peringatan 17 Agustus 2015, batin saya terdorong untuk menggagas tentang “Bhinneka Tunggal Ika – Indonesia Proven, Leadership Way“.

Bhinneka Tunggal Ika – INDONESIA National Proven Leadership Way…

Bhinneka Tunggal Ika – Jalan Kepemimpinan Nasional INDONESIA yang telah terbukti.

Baca lebih lanjut artikelnya di sini!

Pemimpin seperti apa yang Anda inginkan untuk memimpin Anda?

Pemimpin seperti apa yang Anda inginkan untuk memimpin Anda?

Sementara mempersiapkan sebuah artikel tentang kepemimpinan, pikiran saya menerawang kepada model segitiga kepemimpinan dari Yukl. Sebuah kepemimpinan sebagai proses sosial hadir apabila ada tiga pemeran yang hadir, yaitu pemimpin, pengikut dan situasi. Maka muncul sebuah pertanyaan, bila dipandang dari perspektif pengikut, secara umum kira-kira pemimpin macam apa yang mereka inginkan?

Leadership Challange dari Kouzes & Posner

Kouzes & Posner telah melakukan studi tentang pemimpin. Apa saja perilaku seorang pemimpin yang efektif. Mereka telah merumuskan ada 5 praktek perilaku kepemimpinan yang efektif.

  1. Model the Way – They create standards of excellence and then set an example for others to follow.
  2. Inspire a Shared Vision – They envision the future, creating an ideal and unique image of what the organization can become.
  3. Challenge the Process – They look for innovative ways to improve the organization. In doing so, they experiment and take risks.
  4. Enable Others to Act – They actively involve others.
  5. Encourage the Heart – To keep hope and determination alive, leaders recognize contributions that individuals make.

Namun adakah pendapat lain yang diungkapkan dengan bahasa dan penuturan yang berbeda dari yang telah dirumuskan oleh Kouzes & Posner?

Linkediners: Apa kata mereka?

what-kind-of-personSaya mencoba bertanya kepada para Linkediners, melalui sebuah posting saya di tanggal 11-11-2016 dan inilah beberapa jawaban dari mereka:

Herald SIAGIAN mengatakan:

  1. To serve people. SERVANT LEADER

2. To solve problem. PROBLEM SOLVER

  1. To grow institution. HIGH ACHIEVE

Catur sahabat digital saya dari HRCI menyumbangkan pemikirannya sebagai berikut:

1. pemimpin diikuti anak buah karena ya memang posisinya menjadi pemimpin
2. Pemimpin.diikuti anak buah karena sudah berjasa dan semua kerjaannya demi perusahaan
3. Pemimpin diikuti anak buahnya karena sudah berjasa demi anak buah itu sendiri
4. Pemimpin kalau sudah menjalankan dua duanya baik demi organisasi maupun demi karyawan…maka karyawan akan sangat dekat dan hormat daripada takut…atau istilahnya segan dng pemimpin…

Setelah mengetahui jawabannya apa manfaatnya?

gallup-engagement-hierarchyKepemimpinan bila dipandang sebagai serangkaian proses sosial yang dinamis akan melibatkan perilaku interaksi dan relasi antara pemimpin dan pengikutnya. Akan lebih efektif bila dalam proses ini seorang pemimpin menampilkan perilaku-perilaku yang memang dikehendaki dan diharapkan oleh pengikutnya.

Studi dari Gallup menjelaskan ini dengan sangat baik melalui kuesioner Q12-nya.  Setidaknya ada empat hal yang dicari oleh pengikut (dalam contoh ini karyawan):

  1. What do I get? – Apa yang akan saya peroleh (dengan mengikuti Anda)?
  2. What do I give? – Apa yang saya berikan sebagai sebuah kontribusi untuk Anda?
  3. Do I belong? – Apakah saya adalah bagian dari Anda?
  4. How can we grow? – Apakah saya akan bertumbuh (bersama Anda)?

Ke 12 pertanyaan dari Q12 Gallup merepresentasikan perilaku-perilaku yang dapat dijalankan oleh seorang pemimpin. Dengan merancang perilaku-perilaku yang relevan dari studi ini kiranya kepemimpinan Anda semakin efektif.