Masak sego…mateng no

 

animal-1566724_1920

Kemarin, saya ketemu seorang pemborong besi dan las di Ruko kakak saya yang menjual Shunda Plafon. Sambil menunggu pesanannya disiapkan, maka kami pun mengobrol untuk saling kenal dan menambah persaudaraan.

Pak Sahono demikian panggilannya, berasal dari Jawa Tengah dan sudah merantau di Jakarta sejak 38 tahun yang lalu. Ia pun menceritakan tentang pekerjaannya sebagai pemborong besi dan las, karena hanya itu kompetensi yang ia miliki. Dalam perjalanan hidupnya yang indah, ia dikarunia 5 orang anak, namun satu orang telah meninggal dunia.

Saya takjub ketika mendengar ke empat anaknya semua berpendidikan tinggi minimal S1. Ada juga yang S2 bahkan anak yang pertama sedang melanjutkan studi S3 di Malaysia sementara mempunyai sekolah untuk SD-SMP dengan 400-an siswa. Melengkapi semua itu anak perempuannya yang paling kecil bisa meraih beasiswa karena prestasinya selalu masuk 5 besar, saat ini sedang meneruskan studi S1 di Sudan.

Ingin tahu apa rahasianya membangun keluarga dan mendidik anaknya hingga berpendidikan tinggi maka saya pun bertanya ke pak Sahono apa rahasianya?

Jawabnya sangat mencengangkan saya: “Masak sego matengno” sebuah kalimat dalam bahasa Jawa atau dalam bahasa Indonesia artinya menanak nasi teruskan hingga matang.

Bila memasak nasi selesaikan sampai matang. Karena bila tidak matang tidak enak dimakan.

Wow nasehat seserhana namun merupakan prinsip ketuntasan, keikhlasan dan ketekunan dalam bekerja. Pantesan semua anaknya berhasil karena tidak pernah berhenti di tengah jalan.

WOW kata saya dalam batin. Luar biasa sekali jawaban yang sekaligus filosofi hidup dan filosofi yang benar dan esensial. Coba kita periksa lagi apa yang kita kerjakan, bukankah kegagalan yang kita alami lebih disebabkan karena kita tidak menuntaskan seluruh prosesnya? Bukankah benar ketika kita mandeg dan tidak melanjutkan mewujudkan sasaran-sasaran yang kita tetapkan adalah karena kita seperti menanak nasi tapi tidak melanjutkannya hingga matang?

Sebaliknya, coba tengok kembali keberhasilan yang telah Anda capai, bukankah itu terjadi karena Anda menjalani prinsip ini, “Masak sego matengno”.

Pernahkan Anda memakan nasi yang belum matang? “Nglethis” kata orang Jawa ketika memakan butir nasi yang belum matang. Apakah nikmat? Apakah memuaskan? Hmmm, sama sekali tidak bukan?

Di tarik ke dimensi personal, “Masak sego matengno” merupakan anjuran, petunjuk sekaligus ajaran bahwa dalam mengerjakan segala sesuatu kita perlu menyelesaikannya hingga tuntas, hingga mencapai titik mutu yang dipersyaratkan. Bilamana ini tidak dilakukan maka hasilnya akan di bawah standar, hasilnya akan mengecewakan, hasilnya tidak ada manfaatnya.

Dalam dimensi seorang pekerja, “Masak sego matengno” dapat menjadi sebuah etos kerja yang kita terapkan. Ketika kita menerima peran, tugas dan tanggungjawab maka selesaikan itu hingga tuntas, kerjakanlah itu dengan ketekunan, jalanilah itu dengan keikhlasan dan laluilah itu dengan rasa yang dinikmati dan jangan jadikan beban.

Dalam dimensi hubungan pemberi kerja dan pekerja, maka sebagai pekerja bila Anda bekerja, bekerjalah dengan mutu kerja yang final, berikan hasil kerja yang utuh, tidak setengah-setengah dan tidak terbengkalai di tengah jalan. Bila Anda selalu bekerja dengan prinsip ini “Masak sego matengno”, pastilah karir Anda akan selalu meningkat dan kehidupan Anda akan berjalan penuh berkat.

Pak Sahono, perjumpaan dengan Bapak adalah sebuah peristiwa yang berguna, karena itu menjelaskan rahasia kinerja dan prestasi dimulai dengan sebuah pemahaman sederhana namun hakiki, memasak nasi hingga matang “Masak sego matengno”.

Sebuah etos kerja, sebuah anjuran, sebuah ajaran, sebuah jawaban dan sebuah petunjuk solusi untuk menjalani kehidupan, meniti karir dan mendidik anak serta membangun keluarga.

Adalah tugas saya dalam era informasi digital ini untuk membagikan nilai-nilai keemasan yang terkandung dalam ungkapan “Masak sego matengno” yang Bapak sampaikan bagi para netizen dan follower dalam jejaring digital yang dapat saya jangkau.

“Masak sego matengno”, mantap, sederhana, jelas dan jitu.

Apakah Anda akan menerapkan prinsip ini dalam cara Anda bekerja dan menjalani kehidupan mulai hari ini? Bila Anda sudah menerapkannya dalam hidup Anda dan ingin teman-teman Anda yang lain menerapkan prinsip yang sama, bagikanlah tulisan ini untuk mereka.

“Masak sego matengno”

Salam GODISO® Digitally Present

T. PERMADI – +62 811 126 5757
GODISO® Founder
godiso.temanpionirku.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s